Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bitcoin Sideways di Tengah Tekanan S&P 500 dan Nasdaq, Akankah Tembus USD 72.270 atau Jebol ke 55 Ribu? Ini Level Kuncinya

Kirana Meigita Luciana Rani • Rabu, 4 Maret 2026 | 10:25 WIB

Bitcoin sideways di tengah tekanan S&P 500 dan Nasdaq. Tembus 72 ribu atau turun ke 55 ribu? Ini analisis lengkapnya.
Bitcoin sideways di tengah tekanan S&P 500 dan Nasdaq. Tembus 72 ribu atau turun ke 55 ribu? Ini analisis lengkapnya.

RADAR TULUNGAGUNG-  Pergerakan Bitcoin sideways kembali menjadi sorotan pelaku pasar kripto. Di tengah tekanan yang mulai terlihat pada indeks saham utama seperti S&P 500 dan Nasdaq Composite, Bitcoin justru relatif stabil dalam rentang konsolidasi yang sama. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Bitcoin akan bertahan dan menembus level resistensi penting, atau justru ikut terseret jika pasar saham mengalami koreksi lebih dalam?

Secara teknikal, Bitcoin masih bergerak dalam pola sideways atau konsolidasi. Belum ada keputusan arah yang tegas dari pasar. Meski terjadi pullback ringan, tekanan jual belum bisa dikategorikan sebagai aksi sell-off besar di sektor kripto. Di sisi lain, pelemahan mulai tampak pada indeks saham AS, yang berpotensi memicu sentimen risk-off global.

Analis menilai, Bitcoin tidak bergerak dalam isolasi. Jika koreksi besar benar-benar terjadi di pasar ekuitas, maka sektor kripto berpotensi ikut tertekan. Namun sejauh ini, Bitcoin dinilai masih “holding up very well” atau bertahan cukup kuat dibandingkan gejolak di aset lainnya.

Baca Juga: Bitcoin 3 Maret 2026 Menguat di Tengah Konflik Iran, Tembus 69.500 Jadi Kunci Rally ke 72.000?

Support dan Skenario Bearish: Waspadai Area 55–56 Ribu Dolar

Dalam skenario yang lebih konservatif atau bearish, pola segitiga (triangle pattern) masih menjadi kemungkinan. Pola ini terdiri dari gelombang A-B-C-D-E yang membentuk konsolidasi sebelum potensi breakdown.

Jika skenario ini terjadi, Bitcoin berisiko melanjutkan pelemahan menuju area support krusial di kisaran USD 55.000 hingga USD 56.000. Area tersebut disebut sebagai zona penting yang harus dipantau investor apabila tekanan jual meningkat.

Untuk jangka pendek, terdapat micro support di rentang USD 64.528 hingga USD 67.352. Selama harga masih bertahan di atas zona ini, peluang untuk rebound tetap terbuka. Namun jika level ini ditembus dengan volume besar, tekanan ke bawah bisa semakin kuat.

Baca Juga: Momen Haru Ramadan di Lapas Kelas IIB Tulungagung, Buka Puasa Bersama Jadi Peluruh Rindu Warga Binaan dan Keluarga

Skenario Bullish: Kunci di USD 70.100 dan USD 72.270

Di sisi lain, skenario bullish masih tetap valid selama struktur besar belum rusak. Untuk mengonfirmasi awal rebound, Bitcoin perlu menembus level USD 70.100, yang merupakan swing high pada 2 Maret lalu.

Breakout di atas level tersebut akan menjadi indikasi awal bahwa pasar mulai membentuk momentum kenaikan. Namun level yang benar-benar krusial adalah USD 72.270. Area ini menjadi batas atas dari range besar yang membatasi pergerakan harga selama beberapa waktu terakhir.

Jika Bitcoin mampu menembus USD 72.270 dengan pergerakan impulsif—cepat, kuat, dan minim overlap—maka peluang rally lanjutan akan semakin besar. Analis menyebut, kenaikan idealnya berbentuk gelombang impulsif yang agresif, menandakan dominasi buyer di pasar.

Namun hingga saat ini, kondisi tersebut belum terlihat. Struktur kenaikan yang ada masih tergolong spekulatif dan belum menunjukkan karakter lima gelombang impulsif yang kuat.

Baca Juga: Update BMKG 4 Maret 2026: Tiga Bibit Siklon Muncul, Hujan Lebat Ancam Jawa hingga NTT

Dampak Tekanan Pasar Global

Tekanan di pasar saham, khususnya pada S&P 500 dan Nasdaq Composite, menjadi faktor eksternal yang perlu diperhatikan. Jika kedua indeks ini memasuki fase koreksi yang lebih dalam, sentimen risiko global dapat memburuk.

Selain itu, penguatan indeks dolar AS (DXY) juga menjadi tantangan tersendiri bagi aset berisiko seperti kripto. Ketika dolar menguat, likuiditas cenderung mengalir ke aset yang dianggap lebih aman.

Meski demikian, Bitcoin sejauh ini masih bergerak di tengah range, belum menunjukkan tanda breakdown signifikan. Hal ini menandakan pasar belum mengambil keputusan arah yang jelas.

Baca Juga: 124 Jemaah Umrah Tulungagung Masih di Arab Saudi, Kemenhaj Pastikan Aman di Tengah Ketegangan Iran–Israel–AS

Pasar Menunggu Keputusan Besar

Karakter sideways menandakan fase akumulasi atau distribusi. Dalam kondisi seperti ini, perubahan sentimen bisa terjadi sangat cepat. Breakout kecil bisa memicu lonjakan harga, sementara breakdown tipis bisa berujung pada koreksi tajam.

Saat ini, level kunci yang perlu diperhatikan trader dan investor adalah:

Selama Bitcoin masih bergerak di tengah range tersebut, volatilitas cenderung terbatas dan pasar menunggu katalis besar berikutnya.

Apakah Bitcoin akan mampu menembus USD 72 ribu dan melanjutkan tren naik, atau justru jebol mengikuti koreksi pasar saham global? Jawabannya kini berada di titik krusial teknikal yang siap menentukan arah besar berikutnya.

Baca Juga: 9 Kemenangan Dramatis Valentino Rossi di MotoGP, Duel Sengit Hingga Menang Selisih 0,03 Detik

Editor : Kirana Meigita Luciana Rani
#Brain Reward System #Support dan resistance Bitcoin #Bitcoin sideways