RADAR TULUNGAGUNG- Pergerakan Bitcoin kembali menarik perhatian pelaku pasar kripto global. Harga aset digital terbesar tersebut kini mendekati area resistance penting di kisaran USD 74.500, yang dinilai menjadi level krusial dalam menentukan arah tren selanjutnya.
Dalam analisis terbaru terhadap grafik harga Bitcoin, level tersebut disebut sebagai resistance yang cukup kuat karena merupakan area April low tahun lalu yang kini berubah menjadi zona penghalang kenaikan harga. Saat ini, Bitcoin bahkan sempat menyentuh kisaran USD 74.000, sangat dekat dengan batas resistance tersebut.
Meski begitu, sejumlah analis melihat pergerakan harga Bitcoin saat ini masih berada dalam jalur yang sesuai dengan proyeksi sebelumnya. Terutama dalam skenario reli harga pada kuartal pertama (Q1) yang diperkirakan terjadi setelah fase penurunan sebelumnya.
Bitcoin Dekati Resistance Penting
Resistance di sekitar USD 74.500 disebut sebagai level teknikal yang cukup jelas pada grafik harga Bitcoin. Area ini menjadi titik penting karena sering menjadi tempat investor melakukan aksi ambil untung.
Namun, analis menilai level tersebut bukan angka yang harus dibaca secara kaku. Resistance lebih tepat dipahami sebagai zona harga, yang bisa berada beberapa ratus dolar di atas atau di bawah titik tersebut.
Jika Bitcoin berhasil menembus resistance tersebut, maka target kenaikan berikutnya berada di level USD 79.420. Bahkan, resistance besar berikutnya diperkirakan berada di sekitar USD 86.600.
Dengan kata lain, apabila momentum bullish berlanjut, ruang kenaikan Bitcoin masih terbuka cukup lebar dalam jangka pendek hingga menengah.
Peluang Bitcoin Cetak All Time High
Salah satu pertanyaan yang banyak muncul dari investor adalah apakah Bitcoin berpotensi mencetak all time high baru dalam waktu dekat.
Menurut analisis teknikal berbasis Elliott Wave, kemungkinan tersebut tetap terbuka. Dalam struktur gelombang yang sedang terbentuk, masih ada peluang terjadinya gelombang kelima (fifth wave) yang biasanya menjadi fase kenaikan terakhir dalam satu siklus tren naik.
Namun demikian, analis menekankan bahwa skenario yang saat ini lebih diutamakan adalah terbentuknya B-wave dalam pola koreksi. Gelombang B sering kali menghasilkan reli sementara sebelum akhirnya terjadi koreksi lanjutan.
Menariknya, dalam teori Elliott Wave, B-wave terkadang bisa melampaui ekspektasi pasar, bahkan menembus puncak sebelumnya. Meski potensi tersebut ada, pasar tetap membutuhkan konfirmasi teknikal lebih lanjut sebelum memastikan arah tren tersebut.
Baca Juga: Ramalan Bencana 2026 Viral! Prediksi Anak Indigo Sebut Indonesia Diterpa Rentetan Musibah Besar
Area Support Penting yang Harus Dijaga
Di sisi lain, analis juga menyoroti sejumlah level support Bitcoin yang penting untuk diperhatikan oleh trader.
Pada timeframe yang lebih kecil, support terdekat berada di sekitar USD 69.874. Area ini dinilai sebagai zona penopang pertama jika terjadi pullback jangka pendek.
Jika tekanan jual lebih dalam terjadi, maka support berikutnya berada di rentang:
-
USD 67.034
-
USD 68.333
Zona ini dianggap sebagai support kunci untuk struktur gelombang yang lebih besar. Selama harga Bitcoin masih bertahan di atas level USD 67.000, tren kenaikan saat ini dinilai masih valid.
Dengan kata lain, koreksi yang terjadi masih bisa dianggap sebagai bagian dari struktur tren naik yang lebih besar.
Baca Juga: JJMN dan PT Bogor Ekspres Media Ajukan Banding, Putusan PN Bogor Dinilai Belum Inkrah
Target Kenaikan Bitcoin Selanjutnya
Dalam skenario bullish yang sedang berjalan, analis memperkirakan gelombang C dari struktur ABC masih memiliki ruang kenaikan.
Target ideal dari gelombang tersebut berada di area USD 75.281, yang menjadi zona target teknikal berikutnya.
Namun, analis menilai struktur kenaikan yang sedang terjadi belum sepenuhnya selesai. Oleh karena itu, masih ada kemungkinan Bitcoin mengalami kenaikan tambahan sebelum akhirnya memasuki fase koreksi berikutnya.
Dalam beberapa minggu ke depan, pasar kemungkinan akan memantau terbentuknya pullback B-wave yang lebih besar, yang bisa menjadi fase koreksi sementara sebelum menentukan tren jangka menengah berikutnya.
Untuk saat ini, pasar kripto tampak masih mempertahankan momentum positif, terutama jika Bitcoin mampu menembus resistance kuat di kisaran USD 74.500.
Apabila breakout tersebut terjadi, maka peluang menuju level yang lebih tinggi—bahkan menuju all time high baru—akan semakin terbuka.
Baca Juga: Transparansi MBG Tulungagung, SPPG Diminta Tulis Harga Per Item di Setiap Paket
Editor : Kirana Meigita Luciana Rani