Harga emas Antam kembali mencuri perhatian pasar. Pada perdagangan Senin, 2 Maret 2026, harga emas Antam melonjak Rp50.000 per gram. Kenaikan ini mempertegas tren penguatan emas di tengah ketidakpastian global dan memanasnya konflik geopolitik.
Berdasarkan aplikasi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram kini dibanderol Rp3.135.000, naik dari sebelumnya Rp3.085.000. Lonjakan harga emas Antam ini turut diikuti kenaikan harga buyback yang menyentuh Rp2.914.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan buyback berada di kisaran Rp221.000.
Kenaikan harga emas Antam kali ini dipicu sentimen global yang belum mereda. Konflik di Timur Tengah serta dinamika kebijakan ekonomi Amerika Serikat menjadi faktor dominan yang mendorong penguatan harga logam mulia, baik di pasar internasional maupun domestik.
Baca juga:Konflik Timur Tengah dan Perang Dagang Picu Lonjakan
Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan, kenaikan harga emas dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Israel dan Amerika terhadap sejumlah kota strategis di Iran. Kondisi geopolitik tersebut mendorong investor global mencari aset aman (safe haven), salah satunya emas.
Di sisi lain, isu perang dagang yang kembali mencuat juga memberi tekanan tambahan pada pasar keuangan global. Presiden Amerika Serikat disebut berencana mengenakan tarif 15 persen terhadap negara-negara mitra dagangnya. Meskipun Mahkamah Agung AS telah mengilegalkan kebijakan tersebut, ketidakpastian tetap membayangi pasar.
Tak hanya itu, kebijakan bank sentral Amerika Serikat yang diperkirakan masih akan menurunkan suku bunga sepanjang 2026 turut menjadi katalis positif bagi harga emas dunia. Penurunan suku bunga biasanya membuat emas semakin menarik karena imbal hasil instrumen berbasis bunga menjadi kurang kompetitif.
“Fundamental inilah yang memengaruhi harga emas dunia maupun logam mulia. Kemungkinan besar akan kembali mengalami kenaikan,” ujar Ibrahim.
Baca juga:Rupiah Melemah, Harga Logam Mulia Berpotensi Naik
Selain faktor global, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi variabel penting. Rupiah yang disebut mendekati level Rp17.000 per dolar AS berpotensi mendorong harga emas Antam semakin tinggi.
Ibrahim memprediksi, jika konflik Timur Tengah terus berlanjut, harga emas dunia berpeluang mengalami gap up hingga mendekati USD 5.500 per troy ons dalam waktu dekat. Bahkan, bukan tidak mungkin menyentuh level USD 6.000 per troy ons pada Maret 2026.
Jika skenario tersebut terjadi, harga emas Antam diperkirakan bisa bergerak di kisaran Rp3.150.000 hingga Rp3.200.000 per gram dalam waktu dekat. Bahkan dalam kondisi ekstrem, logam mulia berpotensi menembus Rp3,5 juta per gram.
Proyeksi ini membuat minat masyarakat terhadap investasi emas kembali meningkat. Sejumlah warga mengaku tertarik memanfaatkan momentum kenaikan harga untuk mengambil keuntungan.
Baca juga:Saatnya Jual atau Beli?
Sebagian investor memilih menjual emas saat harga tinggi guna merealisasikan keuntungan. Ada pula yang berstrategi menjual sekarang dan membeli kembali ketika harga terkoreksi.
“Menurut saya sekarang saatnya jual, karena kapan lagi naik sedrastis ini. Nanti kalau turun bisa beli lagi,” ujar salah satu warga yang ditemui.
Namun, tak sedikit pula yang melihat kenaikan harga emas Antam sebagai sinyal untuk tetap menyimpan asetnya dalam jangka panjang. Emas dinilai tetap menjadi instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Selisih harga jual dan buyback sebesar Rp221.000 juga menjadi pertimbangan penting. Investor perlu menghitung dengan cermat potensi keuntungan setelah memperhitungkan spread tersebut.
Baca juga:Emas Tetap Jadi Primadona Investasi 2026
Di tengah gejolak geopolitik, perang dagang, serta ketidakpastian arah suku bunga global, emas kembali menunjukkan daya tariknya. Harga emas Antam yang melonjak Rp50.000 dalam sehari menjadi bukti volatilitas pasar yang tinggi sekaligus peluang bagi investor.
Meski demikian, para analis mengingatkan agar masyarakat tetap rasional dalam mengambil keputusan. Pergerakan harga emas sangat dipengaruhi faktor global, nilai tukar rupiah, hingga kebijakan moneter.
Jika konflik Timur Tengah belum mereda dan tekanan global terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga emas Antam benar-benar menembus Rp3,5 juta per gram dalam waktu dekat. Investor kini tinggal menentukan strategi: mengamankan cuan sekarang atau menanti reli berikutnya.
Editor : Ayu Dhea Cheryl