RADAR TULUNGAGUNG – Bulan Maret 2026 menjadi momen penting bagi investor retail dengan dibukanya kembali grup STS Rekomendasi, khusus untuk edisi Lebaran.
Grup ini menawarkan berbagai informasi dan strategi trading saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan tepat di tengah volatilitas pasar.
Salah satu fitur unggulan yang disediakan adalah candle hammer, indikator teknikal yang menandai potensi pembalikan arah saham.
Candle hammer merupakan pola candle tunggal yang menunjukkan titik balik harga saham. Investor yang mengikuti strategi ini dapat mengidentifikasi peluang membeli saham saat harga diperkirakan akan rebound.
Berdasarkan data dari screener tanggal 13 Februari, terdapat 16 saham yang membentuk candle hammer, termasuk saham-saham unggulan seperti BBRI, MNCN, dan BBNI.
Selain pola candle hammer, anggota STS Rekomendasi juga mendapatkan bonus perkiraan dividen saham 2026.
Hal ini sangat penting karena dividen besar biasanya menjadi daya tarik bagi investor retail yang ingin mendapatkan keuntungan dari holding saham jangka menengah.
Investor yang sudah memiliki saham berfundamental kuat dianjurkan untuk menahan saham mereka, sementara yang masih memiliki cash dapat memanfaatkan peluang beli saat harga saham turun, strategi yang dikenal sebagai buy on red (BOR).
Menu utama STS Rekomendasi dibagi menjadi dua kategori: swing dan BSJP ODT. Menu swing menampilkan saham dengan potensi kenaikan jangka menengah, sedangkan BSJP ODT menargetkan saham dengan pembagian dividen besar.
Contoh saham yang perlu diperhatikan di bulan Maret 2026 adalah:
-
BBRI (Berry): Potensi dividen sekitar 5% dengan harga saat ini, dan target harga beli saat market mengalami koreksi diperkirakan sekitar 3.600 per saham.
-
Bank Mandiri: Dividen diperkirakan mencapai 7%, target harga beli saat penurunan pasar diprediksi sekitar 4.090 per saham.
-
BBNI (BNI): Mempunyai fundamental kuat dan diperkirakan tetap stabil walau pasar turun.
Menurut tim analis STS Rekomendasi, investor retail sebaiknya menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar.
Jika saham sedang mengalami tekanan harga, kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk membeli saham berkualitas dengan harga lebih rendah. Setelah pasar stabil, saham-saham ini biasanya akan rebound dan memberikan keuntungan dari dividen besar yang dibayarkan pada bulan April 2026.
STS Rekomendasi juga memberikan fasilitas tanya jawab untuk membantu anggota memahami kondisi pasar dan memilih saham yang sesuai dengan strategi mereka.
Dengan bergabung di grup ini, investor bisa memaksimalkan peluang keuntungan sekaligus meminimalkan risiko, terutama bagi mereka yang baru memulai investasi di bursa.
Dengan pendekatan rekomendasi saham, candle hammer, dan strategi buy on red, STS Rekomendasi membuka peluang bagi investor untuk berpartisipasi secara lebih cerdas dalam pasar saham yang fluktuatif.
Edisi Lebaran 2026 ini menjadi momen yang tepat untuk memanfaatkan peluang dividen dan rebound saham unggulan.
Editor : Manda Dwi Agustin