Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

IHSG Turun Dipicu Konflik Iran-AS: Investor Retail Perlu Waspada Panic Selling Senin Ini

Manda Dwi Agustin • Senin, 9 Maret 2026 | 10:56 WIB

 

IHSG turun dipicu konflik Iran-AS, investor retail diimbau waspada panic selling dan peluang beli saham berkualitas.
IHSG turun dipicu konflik Iran-AS, investor retail diimbau waspada panic selling dan peluang beli saham berkualitas.

 

 

RADAR TULUNGAGUNG  – Kondisi geopolitik di Timur Tengah memicu kekhawatiran bagi pasar saham domestik. Setelah serangan sepihak dari Amerika Serikat ke Iran, kini Iran menyerang balik pangkalan militer AS di Dubai dan Arab Saudi, menandai eskalasi konflik yang dapat dikategorikan sebagai perang terbuka.

Para analis memprediksi dampak signifikan terhadap pasar saham, dengan kemungkinan IHSG turun hingga 5% pada perdagangan Senin mendatang.

Investor retail disarankan untuk bersiap menghadapi potensi panic selling. Panic selling terjadi ketika investor menjual saham secara massal akibat ketakutan terhadap kondisi pasar yang tidak pasti.

Situasi ini membuat harga saham bisa turun drastis dalam waktu singkat, meskipun saham tersebut memiliki fundamental kuat.

Pakar pasar menekankan bahwa dalam kondisi seperti ini, strategi yang tepat sangat penting. Bagi investor yang sudah memiliki saham dengan fundamental solid, disarankan untuk tetap hold.

Baca Juga: Viral Analisis Saham BBRI dan Simulasi Return hingga 2030, TASPEN Tegaskan Belum Ada Keputusan Pemerintah soal Kenaikan Pensiun dan Rapelan

Sebaliknya, bagi investor yang memiliki cash, kondisi ini justru menjadi peluang untuk membeli saham unggulan dengan harga lebih murah, strategi yang dikenal sebagai buy on red.

Sejarah menunjukkan bahwa saham-saham besar biasanya rebound setelah pasar mengalami tekanan akibat faktor eksternal.

Sebagai contoh, saat MSCI Indeks Global menekan pasar sebelumnya, saham-saham bank dan perusahaan blue-chip sempat turun tajam, namun kembali stabil setelah beberapa minggu.

Oleh karena itu, bagi investor retail, kesiapan mental dan strategi yang jelas sangat krusial untuk menghadapi kondisi pasar yang volatile.

Dampak konflik Iran-AS juga diprediksi akan memengaruhi sentimen pasar global. Selain IHSG turun, saham-saham yang masuk dalam portofolio investor retail kemungkinan besar juga akan mengalami tekanan harga sementara.

Baca Juga: Dampak Perang Iran-Israel Kian Nyata: PBNU Peringatkan Ancaman Blokade Selat Hormus, Harga BBM di Indonesia Terancam Melejit!

Meski demikian, saham yang membagikan dividen besar diprediksi akan tetap menjadi incaran investor setelah harga turun, memberikan peluang keuntungan dalam jangka pendek hingga menengah.

Para analis menekankan pentingnya penyesuaian strategi investasi. Investor harus memahami bahwa pergerakan harga saat ini dipengaruhi faktor eksternal yang berada di luar kendali mereka.

Oleh karena itu, keputusan investasi harus berdasarkan analisis fundamental, bukan reaksi emosional.

Dalam menghadapi kemungkinan IHSG turun, investor disarankan melakukan evaluasi portofolio, memanfaatkan peluang beli pada saham berkualitas dengan harga murah, dan tetap mengikuti perkembangan berita geopolitik secara real-time.

Baca Juga: IHSG Disebut Mulai Reversal, Saham Antam dan BUMI Ramai Dibahas Analis: Begini Fakta Pergerakan Saham di Bursa

Pendekatan ini memungkinkan investor meminimalkan risiko sekaligus memaksimalkan potensi keuntungan setelah pasar stabil kembali.

Situasi ini menegaskan bahwa bagi investor retail, kesiapan menghadapi volatilitas pasar dan pemahaman strategi investasi menjadi kunci keberhasilan.

Konflik Iran-AS memberikan pelajaran penting: pasar saham tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi, tetapi juga oleh kondisi geopolitik global yang dapat berubah secara mendadak.

 

Editor : Manda Dwi Agustin
#pasar saham #perang irak #saham turun