Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Saham BBRI Masih Downtrend? Analis Soroti Gap Belum Tertutup dan Potensi Turun ke 3.350, Investor Diminta Sabar

Krisna Pambudi • Selasa, 10 Maret 2026 | 11:35 WIB

Saham BBRI masih downtrend. (Ilustrasi: Gemini)
Saham BBRI masih downtrend. (Ilustrasi: Gemini)

RADAR TULUNGAGUNG - Pasar saham Indonesia masih bergerak fluktuatif.

Kondisi ini juga berdampak pada saham perbankan besar, termasuk saham BBRI yang masih berada dalam tekanan teknikal.

Analis menilai, meskipun sempat mengalami penguatan di awal perdagangan, tren pergerakan saham Bank Rakyat Indonesia tersebut masih berada dalam fase downtrend.

Dalam analisis terbaru yang dibahas dalam sebuah ulasan pasar saham, BBRI disebut masih meninggalkan gap harga yang berpotensi ditutup.

Kondisi ini membuat investor disarankan untuk lebih berhati-hati sebelum mengambil posisi.

Secara teknikal, pergerakan saham BBRI saat ini menunjukkan bahwa rata-rata pergerakan (moving average) seperti MA10, MA20, dan MA2 masih berada di atas candle.

Situasi tersebut biasanya menjadi indikator bahwa saham masih berada dalam fase penurunan.

Selain itu, pergerakan harga BBRI juga meninggalkan gap yang secara teori teknikal cenderung akan kembali ditutup.

Gap Harga Jadi Sorotan

Dalam analisis tersebut dijelaskan bahwa setiap gap yang muncul pada grafik saham umumnya akan kembali tertutup oleh pergerakan harga di kemudian hari.

Pada perdagangan terbaru, saham BBRI tercatat membuka perdagangan dengan open gap up, namun kemudian kembali keluar dari jalur rata-rata pergerakan MA2.

Hal ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang masih cukup kuat.

“Setiap gap biasanya akan dijemput kembali oleh harga. Jadi untuk saat ini lebih baik bersabar dulu sebelum mengambil posisi,” ujar analis dalam pembahasan tersebut.

Selain faktor teknikal, arus dana investor asing juga menjadi perhatian. Data transaksi menunjukkan adanya aksi jual dari investor asing pada saham BBRI.

Tercatat investor asing melakukan net sell sekitar Rp169,9 miliar, sementara sebagian broker domestik justru mulai menampung saham yang dilepas.

Potensi Support di Level 3.550

Dari sisi teknikal, analis memperkirakan saham BBRI masih memiliki potensi penurunan dalam jangka pendek.

Area yang menjadi perhatian investor adalah level 3.550 yang dinilai sebagai area support awal.

Jika harga masih mampu bertahan di area tersebut, maka tekanan penurunan dinilai masih relatif terkendali.

Namun, jika level tersebut ditembus, risiko penurunan lebih dalam bisa terjadi.

Beberapa level yang diwaspadai antara lain:

Level 3.350 sendiri pernah menjadi area harga yang disentuh sebelumnya ketika tekanan jual meningkat.

“Kalau harga turun melewati 3.550 maka perlu waspada karena potensi penurunan bisa menuju 3.460 bahkan 3.350,” jelas analis tersebut.

Kondisi IHSG Juga Berpengaruh

Pergerakan saham BBRI juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar secara keseluruhan.

Saat ini, mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia masih mengalami tekanan akibat kondisi pasar yang kurang kondusif.

Meskipun begitu, aktivitas transaksi di pasar saham masih tergolong tinggi. Pada perdagangan terbaru, nilai transaksi mencapai sekitar Rp21,6 triliun.

Investor asing juga mulai menunjukkan aktivitas beli dan jual yang cukup besar dengan nilai transaksi di atas Rp7 triliun.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase distribusi dan akumulasi oleh investor besar.

Investor Disarankan Tunggu Sinyal Balik Arah

Melihat kondisi teknikal saat ini, investor ritel disarankan untuk tidak terburu-buru masuk ke saham BBRI.

Strategi yang lebih aman adalah menunggu hingga indikator teknikal menunjukkan perubahan tren.

Salah satu sinyal yang dinilai penting adalah ketika MA10 mulai bergerak di bawah candle dan mengarah naik, yang bisa menjadi indikasi awal pembalikan tren.

Jika kondisi tersebut terjadi, maka peluang kenaikan harga saham akan lebih terbuka.

Untuk saat ini, strategi terbaik menurut analis adalah bersabar dan menunggu konfirmasi teknikal sebelum melakukan pembelian atau menambah posisi di saham BBRI.

Pasalnya, masuk terlalu cepat ketika saham masih berada dalam tren turun berisiko membuat investor terjebak dalam penurunan harga yang lebih dalam.

Editor : Krisna Pambudi
#ihsg hari ini #analisis teknikal saham bbri #saham BBRI #Saham bank BUMN 2026 #analisis saham bbri