RADAR TULUNGAGUNG- Saham perbankan kembali menjadi sorotan investor di tengah ramainya saham IPO yang sering melonjak tajam setelah listing. Namun, tidak sedikit investor ritel yang kesulitan mendapatkan jatah saham IPO karena tingginya minat pasar.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah analis justru menyarankan investor untuk kembali melirik saham perbankan yang dikenal stabil dan mampu memberikan dividen tinggi. Bahkan, beberapa bank besar di Indonesia kini mencatatkan dividen yield mendekati 10 persen, angka yang dinilai lebih menarik dibandingkan imbal hasil obligasi.
Empat saham bank besar yang sering menjadi pilihan investor adalah BBCA (Bank Central Asia), BBRI (Bank Rakyat Indonesia), BMRI (Bank Mandiri), dan BBNI (Bank Negara Indonesia). Keempat emiten tersebut memiliki kapitalisasi pasar besar dan kinerja fundamental yang relatif kuat.
Lalu, di antara keempat saham perbankan tersebut, mana yang paling menarik untuk dikoleksi investor saat ini?
Perbandingan Kapitalisasi dan Harga Saham
Jika dilihat dari kapitalisasi pasar, BBCA masih menjadi bank terbesar di Indonesia. Nilai kapitalisasi pasar Bank BCA tercatat mencapai sekitar Rp1.520 triliun.
Sementara itu, BBRI berada di posisi kedua dengan kapitalisasi sekitar Rp582 triliun. Bank Mandiri (BMRI) menyusul dengan sekitar Rp459 triliun, sedangkan BBNI berada di kisaran Rp154 triliun.
Dari sisi harga saham, per Juli 2025, BBCA diperdagangkan di kisaran Rp8.600 per saham. BBRI berada di sekitar Rp3.800, BMRI di Rp4.900, dan BBNI sekitar Rp4.100.
Namun, harga saham saja tidak cukup untuk menentukan apakah sebuah saham mahal atau murah. Investor biasanya melihat faktor lain seperti profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi.
Profitabilitas: BCA Masih Unggul
Dalam aspek profitabilitas, BBCA masih menunjukkan performa paling kuat dibandingkan bank besar lainnya.
Dari sisi pertumbuhan pendapatan (sales growth), BBCA diperkirakan mencatat pertumbuhan sekitar 2,8 persen secara tahunan. Bank Mandiri berada di posisi kedua dengan pertumbuhan sekitar 2 persen.
Sebaliknya, BBRI diperkirakan mengalami sedikit penurunan sekitar 0,1 persen, sedangkan BBNI diproyeksikan turun lebih dalam hingga 8,8 persen.
Hal serupa juga terlihat pada pertumbuhan laba bersih. BBCA mencatat potensi pertumbuhan laba sekitar 3,2 persen, tertinggi di antara empat bank tersebut.
BBNI berada di posisi kedua dengan pertumbuhan tipis sekitar 0,3 persen, sementara BBRI dan BMRI diperkirakan mengalami penurunan laba.
Selain itu, margin laba bersih BBCA juga menjadi yang tertinggi, mencapai sekitar 58,1 persen. Angka ini jauh di atas BBRI yang berada di kisaran 26,3 persen, BMRI 31,5 persen, dan BBNI sekitar 32 persen.
Dari sisi return on equity (ROE), BBCA juga unggul dengan rasio sekitar 23 persen, diikuti Bank Mandiri 20 persen dan BRI 18 persen.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Melonjak Hampir 2 Persen, Dolar AS Melemah dan Harga Minyak Anjlok Jadi Pemicu
Dividen Besar Jadi Daya Tarik
Salah satu alasan utama investor mulai kembali melirik saham perbankan adalah besarnya dividen yang dibagikan.
BMRI menjadi bank dengan dividen yield tertinggi, mencapai sekitar 9,38 persen. Angka ini bahkan sempat mendekati 10 persen pada beberapa hari perdagangan sebelumnya.
BBRI dan BBNI juga menawarkan dividen yang cukup besar, masing-masing sekitar 8,85 persen.
Sementara itu, BBCA hanya memberikan dividen yield sekitar 2,9 persen, jauh lebih kecil dibandingkan bank lain.
Meski begitu, dividen kecil tersebut sering dianggap sepadan dengan kualitas bisnis BCA yang sangat kuat.
Valuasi Saham: BNI Paling Murah
Jika dilihat dari valuasi price to book value (PBV), BBCA menjadi saham paling mahal dengan rasio sekitar 4,2 kali.
Sementara itu, BBNI justru menjadi yang paling murah dengan PBV sekitar 0,9 kali. Artinya, harga saham BNI bahkan diperdagangkan di bawah nilai bukunya.
BMRI memiliki PBV sekitar 1,8 kali, sedangkan BBRI sekitar 1,9 kali.
Hal serupa terlihat pada rasio price to earnings (PE). BBNI dan BMRI termasuk yang paling murah, sementara BBCA memiliki rasio paling tinggi.
Baca Juga: THR Guru 2026 Mulai Cair! Jawa Tengah Umumkan Jadwal Pencairan, P3K Paruh Waktu Juga Kebagian
Pilihan Saham Tergantung Strategi Investor
Dengan berbagai perbandingan tersebut, pilihan saham terbaik sebenarnya kembali pada strategi masing-masing investor.
BBCA cocok bagi investor yang mengutamakan kualitas bisnis dan stabilitas jangka panjang.
BBRI menarik bagi investor yang fokus pada kekuatan bisnis mikro dan jaringan luas.
Sementara itu, BMRI menjadi pilihan menarik bagi investor yang mencari kombinasi dividen tinggi dan valuasi yang masih relatif menarik.
Adapun BBNI bisa menjadi opsi bagi investor yang memburu saham undervalued, meski harus mempertimbangkan kinerja fundamentalnya yang masih tertinggal dibandingkan bank besar lainnya.
Dengan potensi dividen tinggi dan fundamental yang kuat, saham perbankan diperkirakan masih akan menjadi salah satu sektor favorit investor di pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu ke depan.
Editor : Kirana Meigita Luciana Rani