RADAR TULUNGAGUNG– Rekomendasi saham hari ini kembali menjadi perhatian investor di tengah pergerakan pasar yang fluktuatif. Sejumlah analis menyoroti empat emiten yang dinilai masih memiliki potensi penguatan dalam jangka pendek hingga menengah, yakni saham PEGAS, ADMR, BBNI, dan Astra International.
Dalam ulasan pasar terbaru, keempat saham tersebut direkomendasikan dengan strategi buy atau akumulasi beli, dengan sejumlah level support dan resistance yang menjadi acuan bagi investor. Meski demikian, keputusan investasi tetap diserahkan kepada masing-masing investor.
Rekomendasi saham hari ini muncul di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri pada penutupan perdagangan sesi kedua tercatat berada di zona merah dengan pelemahan sekitar 0,37 persen di level 7.362.
Di tengah tekanan tersebut, beberapa saham justru dinilai memiliki peluang rebound karena faktor valuasi yang menarik serta sinyal teknikal yang mulai membaik.
PEGAS Berpotensi Rebound
Salah satu saham yang menjadi sorotan dalam rekomendasi saham hari ini adalah emiten sektor migas PEGAS. Saham ini justru menguat signifikan lebih dari 4 persen dan kembali diperdagangkan di atas level psikologis 2.000.
Analis menilai penguatan tersebut terjadi setelah sebelumnya saham PEGAS mengalami koreksi yang dipengaruhi oleh sentimen laporan keuangan. Namun dari sisi teknikal, harga saham sudah tertahan di area support penting.
Selain itu, valuasi PEGAS juga dinilai cukup menarik. Price to Book Value (PBV) tercatat masih di bawah satu kali, yang menandakan saham ini relatif murah dibandingkan nilai bukunya.
Strategi yang direkomendasikan adalah akumulasi beli pada kisaran harga 2.040 hingga area support di sekitar 2.000–1.950. Untuk target jangka pendek, saham ini berpotensi menguji level 2.150 hingga akhir Maret atau pertengahan April.
Sementara untuk jangka menengah, PEGAS masih berpeluang bergerak menuju 2.400, bahkan berpotensi kembali menguji area 2.600 hingga akhir tahun jika momentum pasar mendukung.
ADMR Dinilai Punya Ruang Rebound
Saham kedua dalam rekomendasi saham hari ini adalah ADMR. Emiten tambang ini dinilai memiliki risiko koreksi yang relatif terbatas karena posisinya sudah mendekati area support kuat.
Pada penutupan perdagangan terakhir, ADMR berada di kisaran 1.880 per saham. Level support utama berada di sekitar 1.750, yang menjadi area penting bagi investor yang ingin melakukan akumulasi.
Valuasi ADMR juga masih dianggap wajar dengan price earning ratio sekitar 17 kali. Dengan kondisi tersebut, potensi rebound dinilai cukup terbuka dalam jangka pendek.
Target resistance jangka pendek saham ini berada di kisaran 2.200, yang diperkirakan bisa diuji hingga pertengahan April.
Strategi yang disarankan adalah akumulasi bertahap mulai dari level 1.880 hingga mendekati area support.
BBNI Menarik karena Dividen
Saham perbankan BBNI juga masuk dalam daftar rekomendasi saham hari ini. Dibandingkan bank besar lainnya, BBNI dinilai memiliki potensi menarik terutama dari sisi dividen yield.
Di antara empat bank besar di Indonesia, BBNI disebut memiliki potensi dividen yang relatif tinggi. Hal ini membuat saham tersebut menarik bagi investor yang mencari kombinasi antara capital gain dan pendapatan dividen.
Dari sisi teknikal, pergerakan saham BBNI saat ini sedang menguji resistance di sekitar moving average jangka menengah. Namun harga saham dinilai masih menunjukkan tanda-tanda akumulasi.
Target jangka pendek saham ini berada di sekitar 4.500, sedangkan untuk jangka menengah hingga akhir tahun berpotensi bergerak menuju 4.800 hingga 4.900.
Menariknya, tekanan jual dari investor asing pada saham perbankan tidak terlalu berdampak besar pada BBNI karena porsi kepemilikan asingnya relatif lebih kecil dibanding bank besar lainnya.
Astra International Masuk Area Oversold
Saham terakhir dalam daftar rekomendasi saham hari ini adalah Astra International. Emiten otomotif dan konglomerasi ini dinilai sudah memasuki area oversold, sehingga membuka peluang rebound teknikal.
Pada penutupan perdagangan terakhir, saham Astra berada di kisaran 5.950 per saham. Area akumulasi yang direkomendasikan berada di kisaran 5.950 hingga 5.800.
Target resistance jangka pendek berada di sekitar 6.400, yang berpotensi diuji dalam beberapa minggu ke depan.
Dari sisi fundamental, Astra juga dinilai memiliki valuasi yang cukup menarik dengan price earning ratio sekitar 7,3 kali serta PBV di bawah satu kali. Kondisi ini membuat saham Astra tergolong murah dibandingkan kinerja fundamentalnya.
IHSG Masih Fluktuatif
Sementara itu, pergerakan IHSG pada perdagangan hari tersebut cenderung fluktuatif. Indeks sempat dibuka menguat di atas 7.398, namun kemudian berbalik melemah sebelum akhirnya ditutup di zona merah.
Secara sektoral, beberapa sektor seperti transportasi dan teknologi masih mencatatkan penguatan. Sebaliknya, sektor barang baku dan konsumsi nonprimer mengalami tekanan.
Di tengah kondisi pasar yang tidak menentu, analis menilai investor tetap perlu menerapkan strategi selektif serta disiplin dalam menentukan level beli dan target harga.
Editor : Cholifatun Nisak