Karena itulah, banyak pelaku usaha memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari Bank Rakyat Indonesia ini untuk memperkuat modal kerja maupun investasi usaha.
Bunga rendah pada pinjaman KUR BRI bisa diberikan karena program ini mendapat subsidi dari pemerintah. Selain itu, debitur juga dibebaskan dari biaya administrasi sehingga dana pinjaman yang diterima tidak terpotong biaya tambahan seperti pada kredit konvensional.
Plafon pembiayaan yang tersedia pun cukup luas, mulai dari Rp1 juta hingga ratusan juta rupiah, sehingga bisa disesuaikan dengan skala dan kebutuhan usaha masing-masing pemohon.
Empat Jenis Pinjaman KUR BRI
Dalam program Kredit Usaha Rakyat, terdapat empat jenis pembiayaan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.
Pertama, KUR Super Mikro dengan plafon pinjaman hingga Rp10 juta. Skema ini cocok bagi pelaku usaha pemula atau usaha ultra mikro yang baru berkembang.
Kedua, KUR Mikro dengan plafon Rp10 juta hingga Rp100 juta. Pada kategori ini, debitur umumnya tidak memerlukan jaminan tambahan sehingga proses pengajuan relatif lebih mudah.
Ketiga, KUR Kecil yang menyediakan pinjaman mulai Rp100 juta hingga Rp500 juta. Untuk kategori ini, bank biasanya mensyaratkan agunan tambahan sesuai ketentuan yang berlaku saat akad kredit.
Keempat, KUR Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Fasilitas ini diperuntukkan bagi calon pekerja migran yang akan bekerja di luar negeri dengan plafon pinjaman mencapai Rp25 juta.
Syarat Umum Pengajuan Pinjaman
Agar pengajuan pinjaman KUR BRI dapat diproses, terdapat sejumlah persyaratan umum yang harus dipenuhi calon debitur.
Pemohon merupakan individu dengan usia minimal 21 tahun atau sudah menikah. Usaha yang dijalankan juga harus telah aktif minimal enam bulan.
Selain itu, calon debitur wajib memiliki riwayat kredit yang baik. Catatan kredit yang bersih menandakan pemohon tidak memiliki tunggakan cicilan di lembaga pembiayaan lain.
Pemohon juga tidak sedang menerima kredit produktif dari bank lain, kecuali kredit konsumtif seperti KPR, kredit kendaraan bermotor, atau kartu kredit dengan status pembayaran lancar.
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Dokumen administrasi yang dibutuhkan tergolong sederhana. Pemohon wajib menyiapkan KTP, Kartu Keluarga, serta akta nikah atau akta cerai bagi yang sudah menikah.
Selain itu, pemohon perlu melampirkan pasfoto terbaru ukuran 4x6. Dokumen legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha dari kelurahan juga diperlukan sebagai bukti usaha aktif.
Bank juga biasanya meminta dokumen pendukung seperti catatan transaksi usaha, buku rekening BRI, serta foto lokasi usaha dari beberapa sudut.
Khusus pinjaman di atas Rp50 juta, pemohon wajib melampirkan NPWP. Sedangkan untuk plafon pinjaman lebih besar, dapat diminta tambahan dokumen seperti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Simulasi Cicilan dan Tenor Pinjaman
Besaran cicilan pinjaman disesuaikan dengan nominal pembiayaan dan jangka waktu angsuran. Tenor pinjaman umumnya tersedia mulai 12 bulan hingga maksimal 60 bulan atau lima tahun.
Semakin panjang tenor yang dipilih, cicilan bulanan akan semakin ringan, namun total bunga yang dibayarkan menjadi lebih besar. Sebaliknya, tenor pendek membuat cicilan lebih besar tetapi total bunga lebih kecil.
Simulasi cicilan biasanya akan dijelaskan secara rinci oleh petugas bank sebelum akad kredit dilakukan.
Cara Pengajuan KUR BRI
Pengajuan pinjaman dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu online dan offline. Untuk pengajuan online, calon debitur dapat mendaftar melalui situs resmi KUR BRI atau aplikasi mobile banking BRImo.
Pemohon hanya perlu mengisi formulir digital, mengunggah dokumen persyaratan, serta mengikuti petunjuk verifikasi yang tersedia di sistem.
Namun sebagian pemohon menilai proses offline lebih cepat. Caranya dengan datang langsung ke kantor unit BRI terdekat sambil membawa seluruh dokumen persyaratan yang telah disiapkan.
Tips Agar Pengajuan Disetujui
Terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar pengajuan pinjaman tidak ditolak.
Pertama, pastikan riwayat kredit dalam kondisi baik dan tidak memiliki tunggakan cicilan.
Kedua, pastikan usaha benar-benar aktif dan bukan usaha fiktif karena pihak bank akan melakukan survei lapangan.
Ketiga, hindari pinjaman produktif ganda di lembaga keuangan lain atas nama pribadi maupun pasangan.
Terakhir, pastikan kelengkapan dokumen, nomor telepon aktif, serta laporan omzet usaha sesuai dengan nominal pinjaman yang diajukan.
Dengan memahami prosedur dan persyaratan secara menyeluruh, pinjaman KUR BRI dapat menjadi solusi pembiayaan murah dan aman bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.
Editor : Fadhilah Salsa Bella