BLITAR-Merajut atau knitting merupakan teknik mengubah benang rajut menjadi kain, pakaian, tas atau benda bernilai pakai lain. Saat ini kegiatan merajut tidak hanya identik dengan aktivitas orang tua dan terkesan ketinggalan zaman. Malah, kini mulai bermunculan perajin rajut atau crochet dari generasi muda.
Namun, penting diperhatikan bagi pemula yang ingin belajar merajut untuk mengetahui teknik dasarnya. Seperti cara memegang hakpen atau alat untuk merajut dan pola-pola dasar rajutan. Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan seperti benang rajut, hakpen atau hook, jarum tapestry, stace maker atau penanda rajut, dan gunting.
"Biasanya ada tambahan dakron untuk membuat isian boneka rajut," terang salah satu perajin rajut, Novia Rahayu, Sabtu (7/8/2023).
Sebelum mengenal teknik atau pola dasar merajut, lanjut Novia, pemula harus memahami bagaimana cara memegang hakpen atau hook yang benar. Yang pertama, seperti memegang pisau ketika akan memotong, atau seperti memegang bulpoin ketika menulis. Semua tergantung dengan kenyamanan masing-masing.
Setelah itu, barulah belajar untuk membuat pola dasar. Ada tiga pola dasar yang harus diketahui. Yakni, slip knot, chain, dan single crochet.
Dia menjelaskan, slip knot atau simpul awal terdiri dari benang panjang dan benang pendek. Buat pola melingkar dari benang tersebut. Benang pendek diletakkan di atas benang panjang. Selanjutnya, ambil benang panjang dari bawah lubang, tarik, dan keluarkan ke arah kanan.
Setelah itu, ambil hakpen dan masukkan ke lubang slip knot. Tarik benang panjang untuk mengikat hakpen.
Sementara itu, cara memegang benang untuk proses selanjutnya, pegang benang panjang dan letakkan di bawah jari tengah dan jari manis pada tangan kanan. Lalu, pegang benang pendek pada hakpen dengan ibu jari dan jari tengah. "Cara ini tidak baku dan paten. Masing-masing orang bisa eksplorasi untuk menemukan cara yang paling nyaman," terang warga Desa Selokajang, Kecamatan Srengat ini.
Pola selanjutnya adalah chain atau tusuk rantai. Dimulai dengan memutar hakpen ke arah bawah, kaitkan benang, tarik, dan keluarkan ke arah kanan. Chain bisa dikatakan sebagai fondasi. Jadi, jika ingin membuat pola dan tusuk rajut lain harus menguasai pola ini terlebih dahulu.
Terakhir, ada single crochet. Membuat single crochet yakni pada lubang kedua dari hook. Masukkan hakpen ke lubang kedua, kaitkan benang, dan keluarkan. "Jadi, ada dua lubang di hook. Kaitkan lagi dan keluarkan kedua lubang di hook. Ulangi single crochet pada chain berikutnya," tambahnya.
Lanjutkan single crochet sampai ujung atau sejumlah lubang chain yang dibuat. Jika selesai, buat satu chain dan balikkan hasil yang sudah jadi. Yang awalnya ujung rajutan menghadap ke kanan menjadi ke kiri.
Terakhir, buat single crochet lagi sampai ke ujung rajutan untuk membuat baris kedua atau seterusnya sesuai dengan kebutuhan projek rajut.
Jika sudah bisa menguasai ketiga pola dasar tersebut yakni slip knot, chain, dan single crochet, maka bisa mengkreasikan banyak jenis rajut. Mulai dari card holder, pouch, tas, dan lainnya.
Perempuan 29 tahun ini juga memberikan tips merajut bagi pemula. Yakni, memilih benang dengan ukuran sedang atau besar. Serta pilih benang dengan warna yang cerah karena akan memudahkan proses merajut. Ukuran hakpen juga harus disesuaikan dengan benang yang digunakan.
Tak kalah penting adalah sabar dan harus senang. Pasalnya, merajut perlu ketelatenan dan mood yang bagus. "Dengan begitu, hasil yang dibuat jadi maksimal dan bagus," tandasnya.
Editor : Didin Cahya Firmansyah