Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bonsai Tulungagung Sebenarnya Bisa Tembus Pasar Ekspor, Begini Potensi Tanaman Mungil Itu di Kabupaten Tulungagung

Mukhamad Zainul Fikri • Rabu, 8 Januari 2025 | 18:34 WIB
Sekda Tulungagung meninjau ratusan bonsai di Balung Kawuk.
Sekda Tulungagung meninjau ratusan bonsai di Balung Kawuk.

RADAR TULUNGAGUNG - Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) ranting Kabupaten Tulungagung timur mengadakan kontes jemur bonsai untuk pertama kalinya.

Kegiatan pameran bonsai yang mengusung tema "Bumi Angkling Dharma," tepatnya berada di Taman Mbalong Kawuk, Kecamatan Ngunut yang dilaksanakan mulai  2-7 Januari.

Sekretaris Daerah (Sekda)Tulungagung, Tri Hariadi mengatakan bahwa pemerintah daerah Tulungagung mengapresiasi inisiatif PPBI ranting Tulungagung timur.

Dia yakin bahwa kegiatan bonsai tersebut bisa menggerakan perekonomian. Disamping tetap ada unsur seninya.

"Hari ini pembukaan pameran bonsai untuk pertama kalinya di ranting Tulungagung timur, dengan tema "Bumi Angkling Dharma" yang digelar selama 3 hari," ujarnya.

Pameran tersebut digelar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Serta memberikan edukasi lewat tanaman bonsai untuk menjaga dan melindungi hutan.

“Aksi dongkel hutan sebaiknya harus dihentikan, dengan kegiatan pameran ini untuk menyadarkan masyarakat bahwa budi daya bonsai mampu meningkatkan perekonomian," tandasnya.

Menurut dia, kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan tentang kesuksesan budidaya bonsai.

Memang perawatan tanaman bonsai memerlukan waktu lama.

Dan untuk meningkatkan nilai jual yang tinggi, para pembudidaya perlu menjaga kesehatan dan keindahan bonsai. Sehingga mendapatkan harga jual yang tinggi.

Pria asal Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu itu melanjutkan, saat ini hampir 99% penghobi bonsai di Tulungagung telah melakukan budidaya.

Memang tanaman miniatur ini mampu memberikan kesuksesan bagi pemiliknya.

"Untuk peminat bonsai sendiri di Tulungagung sudah tersebar bahkan ribuan masyarakat tertarik untuk merawat tanaman bonsai ini," bebernya.

Bonsai budidaya asal Tulungagung sebenarnya bisa saja tembus pasar ekspor. Penghobinya pun sering turun kontes ke beberapa daerah. Seperti Kota Bandung, Semarang dan bali.

Hanya saja, lanjut dia, bonsai Indonesia masih jauh dari negara China dan Taiwan. Untuk memperluas pasar, diperlukan expor tanaman bonsai.


“Mengingat negara Indonesia merupakan negara Tropis, hampir semua tanaman hidup di Indonesia. Artinya peluang untuk pembudi saya bonsai, mampu bersaing dengan negara lain," katanya.

Tri berharap semakin banyak orang yang mencintai tanaman bonsai. Tidak sekedar keindahan saja namun untuk melestarikan alam. ***

Editor : Mukhamad Zainul Fikri
#penghobi bonsai #hutan #kontes #Kabupaten Tulugagung #bonsai