Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Peternak di Tulungagung Menjerit, Harga Telur Puyuh Merosot Tajam

Sandy Sri Yuwana • Minggu, 2 Februari 2025 | 00:16 WIB

Harga telur puyuh di Tulungagung merosot (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Harga telur puyuh di Tulungagung merosot (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Peternak burung puyuh di Tulungagung sedang mengalami masa pahit.

Sudah empat bulan harga telur puyuh di pasaran Tulungagung merosot tajam.

Baca Juga: Resmi, Harga BBM Pertamina Naik Per 1 Februari 2025, Pertamax Dibanderol Rp12.900 Per Liter

Insiyah, salah satu peternak puyuh di Dusun Selo Jeneng, Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung membenarkan hal tersebut.

Menurut dia, selama sekitar empat bulan ini, harga jual telur puyuh turun drastis dan stagnan.

"Harga kandang (telur dari peternak) sekarang 1 kilogram kisaran Rp 22.500-Rp 24.500. Itu sangat jauh dari biasanya. Harga segitu, kami nggak dapat untung. Untuk pakan saja sekarang harganya Rp 325 ribu per satu sak pakan," ucap wanita yang sudah 27 tahun beternak puyuh tersebut.

Baca Juga: Pembebasan Lahan Terkatung-katung, Warga Terdampak Tol Tulungagung-Kediri Masih Menunggu

Dia juga menambahkan bahwa harga telur puyuh naik turun setiap tahunnya.

Faktor utama turunnya harga karena permintaan pasar yang saat ini tidak banyak.

"Biasanya jika di tahun ini harganya turun, maka di tahun berikutnya naik terus. Siklusnya begitu. Tapi tahun ini harganya turun cukup jauh," tambahnya.

Baca Juga: Bukan Faktor Ekonomi, Ternyata Ini Penyebab Perceraian di Trenggalek

"Ya begitulah susah-senangnya beternak puyuh. Yang penting tetap sabar dan terus berusaha. Nanti pasti ada saat-saat harga telur puyuh naik lagi," sahut suaminya yang bernama Supri, sambil membersihkan kandang ribuan puyuh miliknya.

Hal senada dilontarkan peternak lain, Nuryati.

Wanita asal Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung ini juga membenarkan hal tersebut.

Dia menjelaskan bahwa turunnya harga telur puyuh sangat memengaruhi usaha peternakan burung puyuh miliknya.

Pasalnya, dia harus tetap memenuhi kebutuhan pakan ternaknya. Keuntungan hariannya kini turun hingga 50 persen.

Baca Juga: Perguruan Silat di Trenggalek Deklarasi Damai, Komitmen Ikut Serta Jaga Kamtibmas

"Biasanya sehari bisa untung Rp 100 ribu lebih, tapi sekarang harga telur puyuh sedang turun. Keuntungan harian kami sekarang hanya sekitar Rp 50 ribu saja. Segitu kalau bagi kami peternak puyuh sangat ngepres, karena ada biaya lain-lain juga," jelasnya. "Jadi ya bisa dibilang gak untung," tambah wanita berhijab pemilik tujuh ribu ekor burung puyuh tersebut. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#Merosot #tulungagung #puyuh #Burung Puyuh #telur puyuh #harga telur puyuh