Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jawa Timur Sebagai Jantung Pangan Nasional dengan Panen Beras Terbesar Se-Indonesia

Analisa • Jumat, 4 Juli 2025 | 19:30 WIB

 

Jawa Timur menjadi provinsi penyumbang beras terbesar di Indonesia. Panen melimpah petani sejahtera.
Jawa Timur menjadi provinsi penyumbang beras terbesar di Indonesia. Panen melimpah petani sejahtera.

SURABAYA– Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan kiprahnya sebagai salah satu daerah penyukong utama ketahanan pangan nasional.

Dengan luas lahan pertanian yang mencapai jutaan hektare Jawa Timur menjadi provinsi penyumbang beras terbesar di Indonesia, bersaing dengan Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Keberhasilan Jawa Timur ini tidak lepas dari kombinasi sumber daya alam yang subur, sistem irigasi yang baik, serta budaya bertani yang masih sangat kuat di kalangan masyarakat desa.

Baca Juga: Pengumpulan Ikan Budidaya dari Tulungagung Sangat Tinggi, Tapi Aneh Harga Tak Beranjak Naik, jadi Penghasil Gurami Terbesar se-Jawa Timur

Daerah-daerah seperti Ngawi, Bojonegoro, Lamongan, hingga Tulungagung dikenal sebagai pusat produksi beras yang hasilnya tidak hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi juga dikirim ke berbagai provinsi lain di Indonesia.

Tak hanya itu, pemerintah provinsi Jawa Timur secara konsisten mendorong modernisasi sektor pertanian melalui berbagai program bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pendampingan petani, serta pelatihan sistem tanam modern.

Hal ini membuat produktivitas beras di Jawa Timur meningkat setiap tahun.

Baca Juga: Musim Emas Bromo di Jawa Timur Dimulai: Ada Dua Bulan Ini Jadi Favorit Wisatawan 2025

Dikutip dari dinsos.pemprovjatim.go.id merujuk data sementara yang dirilis BPS per 2 Juni 2025.

Jika dibandingkan dengan data periode yang sama di tahun 2024, potensi produksi padi dan beras Jatim mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Rinciannya, potensi produksi padi pada periode Januari-Juli tahun 2024 mencapai 7.754.335 ton GKP.

Sementara pada periode bulan yang sama di tahun 2025, potensi produksi padi Jatim mencapai 8.784.027 ton GKP. Artinya ada peningkatan produksi padi hingga 1.029.692 ton setara 13,28 persen.

Berdasarkan perhitungan GKG, produksi padi tersebut meningkat dari 6.449.378 ton GKG menjadi 7.305.785 ton GKG atau ada peningkatan sebanyak 856.407 ton GKG.

Inovasi pertanian seperti sistem tanam jajar legowo dan penggunaan varietas padi unggul juga semakin memantapkan posisi Jawa Timur sebagai sentra produksi pangan yang tangguh dan berdaya saing.

Lebih jauh lagi, sektor pertanian di Jawa Timur juga berperan sebagai penopang ekonomi masyarakat pedesaan.

Ratusan ribu keluarga menggantungkan kehidupan dari aktivitas bertani, khususnya dalam produksi beras, mulai dari proses pengolahan tanah, penanaman, hingga panen dan distribusi.

Tidak hanya petani, para pelaku UMKM, penggilingan padi, hingga pedagang lokal juga mendapat manfaat dari tingginya aktivitas produksi beras.

Baca Juga: Avita Ayu Pratiwi Harumkan Trenggalek di Porprov Jawa Timur IX 2025, Usai Sabet Emas Catur Kilat Putri

Dengan rantai distribusi yang merata, hasil panen dari desa-desa seperti Sidoarjo, Jombang, dan Kediri mampu menggerakkan roda perekonomian daerah sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat setempat.

Keberhasilan Jawa Timur dalam mempertahankan produksi beras secara konsisten juga menjadi contoh bagaimana sektor pertanian dapat menjadi tulang punggung pembangunan daerah.

Dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pusat, termasuk subsidi pupuk, pelatihan intensif, dan bantuan modal, menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara kualitas dan kuantitas produksi.

Di sisi lain, semangat dan kerja keras petani di lapangan tetap menjadi faktor utama yang menjadikan Jawa Timur terus menjadi lumbung pangan nasional.

Baca Juga: Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Jawa Timur Mulai Juli 2025, Bakal Bebas Denda dan Bebas Pajak Progresif

Dengan seluruh pencapaian ini, Jawa Timur tidak hanya dikenal sebagai provinsi industri dan pariwisata, tetapi juga sebagai benteng terakhir ketahanan pangan nasional.

Melalui pengelolaan sumber daya secara bijak, sinergi pemerintah dan petani, serta dukungan teknologi pertanian,

Provinsi ini membuktikan bahwa masa depan pertanian Indonesia, khususnya beras, masih sangat cerah jika ditangani dengan visi yang kuat dan kebijakan yang berpihak pada petani. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#beras #jawa timur