RADAR TULUNGAGUNG - Pasar aset kripto global kembali terguncang pada Selasa (4/11/2025). Koreksi tajam ini menghapus hampir seluruh pemulihan yang terjadi sepanjang bulan sebelumnya.
Bitcoin (BTC) sebagai kripto dengan kapitalisasi terbesar memimpin kejatuhan harga di pasar. Investor dibuat panik setelah harga Bitcoin anjlok tajam.
Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin turun 3,58 persen dan merosot 5,16 persen sepanjang pekan ini. Nilainya kini berada di sekitar USD106.497 per koin, bahkan sempat menyentuh USD105.000.
Koreksi harga Bitcoin ini memicu gelombang likuidasi besar di pasar derivatif kripto. Nilainya mencapai lebih dari US$1 miliar dalam satu hari perdagangan.
Baca Juga: IHSG Menguat Tajam ke Level 8.239 di Awal Pekan, Sinyal Positif Ekonomi Akhir 2025?
Sentimen negatif mendominasi pasar aset digital dengan munculnya aksi jual besar-besaran. Tekanan jual ini membuat seluruh aset kripto utama masuk ke zona merah.
Ethereum (ETH) menjadi salah satu yang terpuruk dalam perdagangan kali ini. Harga ETH ambruk 7,72 persen sehari dan 11,30 persen sepekan ke posisi Rp 59,9 juta per koin.
Binance Coin (BNB) juga tak luput dari tekanan jual. Kripto ini anjlok 8,29 persen sehari dan 11,51 persen sepekan hingga berada di Rp 16,5 juta per koin.
Cardano (ADA) dan Solana (SOL) mencatatkan penurunan cukup tajam di awal pekan. Solana bahkan anjlok 16 persen dalam tujuh hari terakhir, menjadi salah satu yang paling terdampak.
Cardano (ADA) merosot 9,41 persen dalam sehari dan 15,97 persen sepekan. Harganya kini berada di level Rp 9.201 per koin.
XRP juga ikut tertekan dengan penurunan 8,31 persen sehari dan 10,98 persen sepekan. Koin ini kini diperdagangkan di kisaran Rp38.582 per koin.
Dogecoin (DOGE) mengalami koreksi 10,22 persen dalam satu hari dan 15,47 persen sepekan. Harga DOGE turun ke Rp2.784 per token mengikuti tren pasar kripto lainnya.
Sementara itu, stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) tetap stabil di level USD1,00. Kedua aset ini justru naik tipis masing-masing 0,05 dan 0,04 persen.
Total kapitalisasi pasar kripto global kini berada di level USD3,53 triliun. Nilai ini mencerminkan pelemahan signifikan sekitar 5,11 persen dalam satu hari terakhir.
Dominasi Bitcoin masih kokoh dengan pangsa 60,64 persen terhadap total kapitalisasi pasar kripto. Sementara itu, indeks CMC Crypto Fear and Greed menunjukkan level 27, menandakan dominasi rasa takut investor.
Baca Juga: MSCI Ubah Metodologi Indeks, Tekanan Jual Saham Besar Bikin IHSG Anjlok 1,87 Persen
Meski harga jatuh, sebagian analis tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin. Mereka menilai tren ini hanya fase koreksi sementara sebelum reli berikutnya terjadi.
Chairman Bitmine, Tom Lee, meyakini Bitcoin masih berpotensi menembus USD200 ribu pada tahun 2025. Ia menyebut fundamental pasar masih menjadi pendorong utama pergerakan harga.
Lee menambahkan, pasar kripto sedang memasuki fase konsolidasi alami sebelum kembali menguat. Ia memperkirakan reli besar bisa terjadi menjelang akhir tahun 2025.
Walaupun anjlok, penurunan mingguan Bitcoin tergolong paling kecil di antara sepuluh aset kripto teratas. Ini menunjukkan investor masih memilih menahan BTC dibandingkan altcoin saat terjadi kepanikan pasar. ****
Editor : Dharaka R. PerdanaSumber : Diolah dari berbagai sumber