RADAR TULUNGAGUNG – Datangnya musim hujan membawa duka bagi sebagian besar pedagang jajanan kaki lima di wilayah Pinka Street Food, Tulungagung.
Curah hujan yang tinggi dan selalu turun ketika sore hari di Tulungagung berimbas kepada hasil pendapatan mereka yang menurun drastis.
Salah seorang pedagang pentol kuah pedas di Pinka Street Food, Dewi mengatakan, sejak datangnya musim hujan ini dirinya lebih banyak merugi daripada untung.
Ia mengaku per hari hanya memperoleh penghasilan sebesar Rp 100.000 - Rp 150.000 saja. “Sepi, penjualannya sepi. Banyak ruginya,” katanya.
Tidak hanya berlaku pada makanan berkuah, kerugian juga terjadi pada penjual jajanan non kuah, seperti cimol dan stik kentang goreng.
Rafa (18), pedagang cimol yang telah berjualan selama hampir 10 tahun di wilayah tersebut, mengungkapkan meskipun dagangannya masih cenderung ramai namun tetap terjadi penurunan omzet.
Pria yang berjualan dari jam 09.00 hingga 21.00 itu dalam sehari hanya dapat mengantongi senilai Rp 1 juta ketika musim hujan.
Padahal pada musim kemarau dia bisa mendapat hingga Rp 2 juta. “Ada penurunan,” ucapnya.
Hal yang serupa juga terjadi kepada pedagang minuman di wilayah tersebut.
Rida (20), seorang pedagang es tape susu, menuturkan terjadi penurunan jumlah orderan yang sangat jauh.
Dalam sehari kini ia hanya mampu menjual 10-20 cup es per hari.
Di mana ketika musim kemarau seharusnya bisa terjual hingga 30 cup per harinya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana