Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Musim Hujan Tiba, Pedagang Jajan Kaki Lima di Kawasan Pinka Tulungagung Menjerit, Mereka Hanya Dapat Segini

Anniza Meina Purbowati • Senin, 10 November 2025 | 04:12 WIB

Kawasan Pinka Tulungagung merupakan area yang diperuntukkan bagi pedagang kaki lima berjualan. (ANNIZA MEINA/RADAR TULUNGAGUNG)
Kawasan Pinka Tulungagung merupakan area yang diperuntukkan bagi pedagang kaki lima berjualan. (ANNIZA MEINA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Datangnya musim hujan membawa duka bagi sebagian besar pedagang jajanan kaki lima di wilayah Pinka Street Food, Tulungagung.

Curah hujan yang tinggi dan selalu turun ketika sore hari di Tulungagung berimbas kepada hasil pendapatan mereka yang menurun drastis. 

Baca Juga: Deretan Fenomena Astronomi November 2025, Supermoon Terbesar hingga Dua Hujan Meteor Hiasi Langit Indonesia

Salah seorang pedagang pentol kuah pedas di Pinka Street Food, Dewi mengatakan, sejak datangnya musim hujan ini dirinya lebih banyak merugi daripada untung.

Ia mengaku per hari hanya memperoleh penghasilan sebesar Rp 100.000 - Rp 150.000 saja. “Sepi, penjualannya sepi. Banyak ruginya,” katanya. 

Baca Juga: BMKG Peringatkan Periode Kritis Puncak Musim Hujan, Waspada Bencana Hidrometeorologi hingga Februari 2026

Tidak hanya berlaku pada makanan berkuah, kerugian juga terjadi pada penjual jajanan non kuah, seperti cimol dan stik kentang goreng.

Rafa (18), pedagang cimol yang telah berjualan selama hampir 10 tahun di wilayah tersebut, mengungkapkan meskipun dagangannya masih cenderung ramai namun tetap terjadi penurunan omzet. 

Baca Juga: Butiran Es Turun Bersamaan dengan Hujan Deras, Warga Sembon di Tulungagung Kaget Karena Ada Suara Berderak di Atap

Pria yang berjualan dari jam 09.00 hingga 21.00 itu dalam sehari hanya dapat mengantongi senilai Rp 1 juta ketika musim hujan.

Padahal pada musim kemarau dia bisa mendapat hingga Rp 2 juta. “Ada penurunan,” ucapnya. 

Baca Juga: Menikmati Hiburan di Rumah saat Musim Hujan, Ini Rekomendasi Aplikasi Streaming Film Terbaik di Indonesia 2025

Hal yang serupa juga terjadi kepada pedagang minuman di wilayah tersebut.

Rida (20), seorang pedagang es tape susu, menuturkan terjadi penurunan jumlah orderan yang sangat jauh.

Dalam sehari kini ia hanya mampu menjual 10-20 cup es per hari.

Di mana ketika musim kemarau seharusnya bisa terjual hingga 30 cup per harinya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #Pinka #Pedagang jajanan #musim hujan