Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Prediksi Harga Emas 2026 Melonjak hingga 20 Persen, Analis Ungkap Dua Pendorong Utama

Vidya Sajar Fitri • Selasa, 9 Desember 2025 | 16:57 WIB
Prediksi harga emas 2026.(freepik.com/wirestock)
Prediksi harga emas 2026.(freepik.com/wirestock)

RADAR TULUNGAGUNG – Prediksi harga emas 2026 kembali menjadi sorotan setelah seorang analis global menyampaikan proyeksi bullish yang memantik perhatian pasar komoditas internasional.

Ia menyebut harga emas berpotensi naik hampir 20 persen hingga akhir 2026, bahkan bisa menyentuh level US$4.900 per troy ounce.

Proyeksi ini muncul di tengah gejolak ekonomi global, perubahan kebijakan moneter, hingga pergeseran strategi cadangan devisa negara-negara berkembang.

Menurut analis tersebut, performa emas pada tahun ini memang luar biasa. Harga logam mulia itu tercatat melonjak hampir 60 persen.

Meski demikian, ia menilai reli tahun depan tidak akan secepat tahun ini. Namun, ia tetap optimistis karena melihat dua pendorong utama yang akan kembali mengangkat harga emas pada 2026.

Pembelian Bank Sentral Jadi Pendorong Utama

Faktor pertama yang menjadi pondasi bullish-nya harga emas adalah pembelian agresif dari bank sentral berbagai negara.

Sejak pembekuan cadangan bank sentral Rusia pada 2022, negara-negara emerging markets (EM) mendapatkan “wake-up call” tentang pentingnya diversifikasi cadangan devisa.

Menurut analis, banyak negara berkembang kini menilai emas sebagai satu-satunya aset cadangan yang benar-benar aman, terutama jika disimpan di dalam negeri.

Tidak hanya anti-inflasi, emas juga tidak terpengaruh oleh sanksi geopolitik seperti yang terjadi pada Rusia.

Karena itu, pembelian emas oleh bank sentral diprediksi akan tetap kuat dan menjadi penggerak utama peningkatan harga dalam dua tahun ke depan.

Pemangkasan Suku Bunga The Federal Reserve

Selain pembelian bank sentral, pendorong kedua adalah kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).

Dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga sebesar 75 basis poin, arus masuk ke pasar ETF emas diprediksi meningkat tajam.

Penurunan suku bunga membuat emas kembali menarik karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Dalam kondisi suku bunga turun, investor cenderung mencari instrumen safe haven yang stabil dan emas menjadi pilihan utama.

Analis tersebut menjelaskan bahwa kombinasi pemangkasan suku bunga dan pembelian bank sentral dapat memperkuat tren kenaikan harga emas yang sudah terlihat sejak awal tahun.

Fenomena Devaluasi USD dan Pergeseran ke Safe Haven

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah investor global mulai melirik emas sebagai aset lindung nilai akibat kekhawatiran terhadap potensi devaluasi besar pada dolar AS.

Meskipun dolar mulai kembali menguat dalam sebulan terakhir, ketakutan terhadap ketidakpastian fiskal AS masih menjadi isu yang menggantung di benak investor.

Di tengah ketidakpastian itu, banyak pelaku pasar mengalihkan sebagian portofolio mereka ke aset safe haven seperti emas.

Menurut analis, jika pergeseran ini meluas dari investor besar ke level investor sektor swasta, dampaknya terhadap kenaikan harga bisa jauh lebih besar.

Pasar Emas Relatif Kecil, Potensi Kenaikan Lebih Besar

Uniknya, pasar emas global relatif kecil dibanding pasar obligasi pemerintah negara maju, khususnya Amerika Serikat.

Total kepemilikan ETF emas global disebut sekitar 70 kali lebih kecil dari nilai pasar obligasi AS.

Artinya, diversifikasi modal dalam jumlah kecil saja dari pasar obligasi dapat memberikan efek signifikan pada harga emas.

Analis tersebut menegaskan bahwa inilah alasan mengapa komoditas emas tetap menjadi rekomendasi favorit mereka untuk investasi jangka panjang.

Struktur pasar yang kecil membuat harga emas sangat sensitif terhadap arus modal, terutama jika terjadi pergeseran besar-besaran dari aset berbasis dolar.

Emas Tetap Bersinar di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Dalam skenario di mana pasar mungkin berkinerja kurang baik, baik karena kekhawatiran fiskal AS, politik global, ataupun pertanyaan tentang independensi The Fed, emas kembali diproyeksikan menjadi aset yang mampu berkinerja lebih baik daripada instrumen lain.

Bagi investor ritel, kabar ini tentu menjadi pertimbangan menarik. Apalagi ketika dunia menghadapi ketidakpastian, emas hampir selalu tampil sebagai penyelamat nilai kekayaan.

Dengan proyeksi mencapai US$4.900 per troy ounce pada 2026, emas berpotensi tetap menjadi primadona dalam dua tahun mendatang.***

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#suku bunga Fed #ETF emas #bank sentral #harga emas #Prediksi emas 2026