Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

RESMI, UMK Tulungagung 2026 Naik Jadi Rp2.628.190, Lebih Tinggi dari Usulan Pemkab, Pengusaha Siap Menerapkan?

Dharaka R. Perdana • Kamis, 25 Desember 2025 | 17:56 WIB

Pekerja sentra kerajinan marmer di Campurdarat, Tulungagung membuat wastafel. (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Pekerja sentra kerajinan marmer di Campurdarat, Tulungagung membuat wastafel. (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Upah Minimum Kabupaten atau UMK Tulungagung 2026 resmi ditetapkan sebesar Rp2.628.190 oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan usulan Pemkab Tulungagung yang sebelumnya berada di angka Rp2.617.500.

Baca Juga: Masa Kerja dan Kinerja Jadi Pertimbangan Pemberian Upah Karyawan, Begini Alasan Pengusaha di Tulungagung Tentang UMK 2026

Penetapan UMK Tulungagung 2026 tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/937/013/2025 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2026.

Dengan nominal tersebut, UMK Tulungagung menempati peringkat ke-22 dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.

Baca Juga: UMP Jatim 2026 Resmi Naik Jadi Rp 2.446.880, Khofifah Tetapkan Kenaikan dan Jadi Acuan UMK Kabupaten/Kota

Meski belum masuk jajaran daerah dengan UMK tertinggi, kenaikan ini dinilai cukup signifikan dan memberikan angin segar bagi para pekerja.

Jika dibandingkan dengan UMK Tulungagung tahun 2025 yang sebesar Rp2.470.800, maka terjadi kenaikan sekitar Rp157.390 atau lebih dari enam persen.

Baca Juga: Kenaikan UMK Tulungagung 2026 Sebesar 5,93 Persen Dinilai Moderat oleh Kalangan Akademisi, Begini Alasannya

Kenaikan ini tergolong cukup lumayan di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Kebijakan kenaikan UMK tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya kalangan buruh dan pekerja, sekaligus menjaga iklim investasi dan keberlangsungan usaha di Tulungagung.

Baca Juga: UMK Tulungagung 2026 Bakal Sebesar Rp 2.617.500? Begini Perhitungan yang Dilakukan Dewan Pengupahan Kota Marmer

Sementara itu, pelaku usaha diimbau untuk segera menyesuaikan struktur pengupahan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

UMK 2026 ini nantinya akan menjadi acuan upah minimum yang wajib diterapkan oleh perusahaan di wilayah Kabupaten Tulungagung mulai awal tahun mendatang. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#khofifah indar parawansa #UMK Tulungagung #upah minimum kabupaten #2026