JAKARTA - Program Kredit Usaha Rakyat atau KUR BRI 2026 kembali menjadi perhatian pelaku UMKM di awal tahun. Banyak calon debitur mempertanyakan apakah syarat pengajuan KUR BRI tahun 2026 mengalami perubahan atau masih sama seperti tahun 2025.
Hingga awal Januari 2026, program KUR memang belum sepenuhnya dibuka karena masih menunggu penetapan kuota dan subsidi bunga dari pemerintah. Namun secara umum, ketentuan dan persyaratannya dipastikan tidak mengalami perubahan signifikan.
Status Pembukaan KUR BRI 2026
Pada awal tahun 2026, penyaluran KUR BRI belum sepenuhnya berjalan karena kuota nasional dan subsidi bunga biasanya baru ditetapkan pada minggu kedua hingga keempat Januari. Meski demikian, program KUR tetap disiapkan oleh perbankan karena menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan UMKM.
KUR diprioritaskan sebagai pembiayaan usaha produktif, bukan konsumtif, sehingga proses pencairannya mengikuti kebijakan pusat yang cukup ketat.
Syarat Umum Pengajuan KUR BRI 2026
Secara umum, syarat KUR BRI 2026 masih sama dengan tahun sebelumnya dan tetap ditujukan untuk pelaku usaha mikro dan kecil.
Baca Juga: Bunga KUR BRI 2026 Tetap Ringan, Ini Simulasi Cicilan untuk UMKM
Warga Negara Indonesia dan Usia Minimal
Pemohon wajib berstatus Warga Negara Indonesia dan telah berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah. Beberapa unit masih menerima usia 17 tahun dengan status menikah, namun batas aman tetap 21 tahun.
Memiliki Usaha Produktif
Calon debitur wajib memiliki usaha produktif yang telah berjalan minimal enam bulan. Usaha ini harus nyata dan aktif karena menjadi dasar utama penilaian kelayakan pencairan KUR.
Pengajuan tanpa usaha atau usaha yang belum berjalan umumnya akan ditolak oleh pihak bank.
Tidak Sedang Menerima Kredit Produktif Lain
Pemohon tidak boleh sedang menerima kredit produktif sejenis dari bank atau lembaga keuangan lain. KUR hanya boleh diajukan di satu lembaga, termasuk tidak boleh ganda atas nama pasangan suami istri.
Namun kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau kartu kredit masih diperbolehkan selama bukan kredit usaha produktif.
Memiliki e-KTP
e-KTP menjadi syarat wajib dalam pengajuan KUR BRI 2026. Bagi masyarakat yang belum memilikinya, pembuatan e-KTP dapat dilakukan di kantor kecamatan setempat tanpa harus ke tingkat kabupaten atau kota.
Baca Juga: Simulasi Cicilan KUR BRI 2026 Lengkap, Mulai Rp10 Juta hingga Rp100 Juta
Surat Keterangan Usaha atau Legalitas Usaha
Usaha yang dijalankan harus dibuktikan dengan dokumen legal seperti Surat Keterangan Usaha, NIB, SIUP, atau TDP. Dokumen ini bisa dibuat secara online maupun offline melalui kelurahan atau desa setempat.
Legalitas usaha menjadi bukti bahwa usaha tersebut benar-benar berjalan dan layak mendapatkan pembiayaan.
NPWP Bersifat Opsional
NPWP tidak bersifat wajib untuk seluruh pengajuan. Dokumen ini hanya diperlukan jika plafon pinjaman yang diajukan melebihi Rp50 juta. Untuk KUR Mikro dengan nominal kecil, NPWP umumnya tidak menjadi syarat mutlak.
KUR BRI 2026 Tanpa Jaminan di Bawah Rp100 Juta
Pemerintah menegaskan bahwa pengajuan KUR di bawah Rp100 juta tidak diperbolehkan menggunakan tambahan agunan. Ketentuan ini telah ditegaskan langsung oleh Menteri UMKM dan menjadi angin segar bagi pelaku usaha kecil yang sebelumnya terkendala jaminan.
Jika ditemukan penarikan jaminan pada KUR di bawah Rp100 juta, masyarakat diimbau untuk melaporkan kepada pihak berwenang.
Cara Mengajukan KUR BRI 2026
Pengajuan KUR BRI 2026 dapat dilakukan melalui dua metode. Pertama, secara offline dengan datang langsung ke kantor unit BRI terdekat. Kedua, secara online melalui aplikasi BRImo.
Pengajuan offline memungkinkan pemohon berkomunikasi langsung dengan petugas, sementara pengajuan online membutuhkan kesabaran karena tetap akan dilakukan survei usaha.
Kesimpulan
Syarat KUR BRI 2026 pada dasarnya masih sama seperti tahun 2025, dengan fokus utama pada usaha produktif, tanpa jaminan di bawah Rp100 juta, dan bunga bersubsidi pemerintah. Pelaku UMKM disarankan menyiapkan seluruh persyaratan sejak dini agar dapat segera mengajukan pinjaman saat kuota resmi dibuka.
Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya