RADAR TULUNGAGUNG - Harga emas dunia dan lokal terus mencatatkan rekor baru yang mengejutkan pada perdagangan hari ini.
Emas Antam, yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Terbuka, mengalami lonjakan harga yang signifikan, mencapai Rp 2.880.000 per gram pada Jumat, 23 Januari 2026.
Kenaikan sebesar Rp 90.000 per gram ini menjadikannya harga emas tertinggi sepanjang sejarah.
Di sisi lain, harga pembelian kembali atau buyback juga mencatatkan rekor baru, dengan harga Rp 2.715.000 per gram, naik Rp 80.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan harga emas hari ini menjadi perhatian utama bagi investor dan masyarakat yang memantau pasar logam mulia.
Apa yang menjadi pemicu lonjakan harga emas ini? Salah satu faktor utama yang mendorong harga emas dunia naik adalah perkembangan ekonomi global, khususnya laporan data terbaru dari Amerika Serikat.
Faktor Ekonomi AS yang Mempengaruhi Harga Emas Hari Ini
Harga emas dunia yang tercatat pada Kamis, 22 Januari 2025, di pasar spot mencapai angka 4.934 per troy ounce, naik 2,14% dibandingkan hari sebelumnya.
Hal ini menunjukkan tren kenaikan yang signifikan, mengingat harga emas sudah melonjak 14,2% sejak awal tahun 2026.
Angka tersebut mencerminkan optimisme pasar terhadap ekonomi global, yang dipengaruhi oleh data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat.
Berdasarkan rilis dari US Bureau of Economic Analysis, belanja konsumen (consumer spending) pada November 2025 tumbuh 0,3% dibandingkan bulan sebelumnya.
Pertumbuhan belanja konsumen ini memberikan sinyal positif bagi ekonomi AS dan secara langsung mempengaruhi sentimen pasar emas.
Selain itu, inflasi personal consumption expenditure (PCE) tercatat berada di level 0,2% untuk bulan November.
Ini mengindikasikan bahwa inflasi relatif terkendali, namun tetap berada pada level yang cukup tinggi untuk mendukung permintaan emas sebagai aset lindung nilai.
Emas: Aset yang Menjanjikan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Seiring dengan lonjakan harga emas hari ini yang terus berlanjut, banyak investor yang mulai melirik logam mulia ini sebagai salah satu instrumen investasi yang aman.
Emas selama ini dikenal sebagai aset yang memiliki daya tahan terhadap inflasi dan gejolak ekonomi global.
Dengan ketidakpastian yang terus melanda pasar keuangan, banyak yang beralih ke emas untuk melindungi nilai aset mereka.
Secara teknikal, tren kenaikan harga emas diprediksi akan terus berlanjut selama kondisi ekonomi global tetap tidak menentu.
Para analis pasar percaya bahwa faktor inflasi dan ketegangan geopolitik akan semakin memperkuat posisi emas di pasar global.
Harga Emas Hari Ini di Indonesia: Pilihan Tepat untuk Investasi
Bagi masyarakat Indonesia, harga emas hari ini yang terus naik menjadikan emas Antam sebagai pilihan utama dalam berinvestasi.
Selain kualitas yang terjamin, emas Antam juga sangat likuid, memudahkan pemegangnya untuk membeli atau menjual kapan saja.
Dengan harga yang kini melesat, banyak yang memanfaatkan momen ini untuk membeli emas sebagai bentuk proteksi terhadap inflasi dan fluktuasi nilai tukar rupiah.
Meskipun harga emas kini sedang berada pada level tertinggi, masih banyak yang beranggapan bahwa harga emas akan terus naik seiring dengan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Oleh karena itu, berinvestasi dalam emas Antam saat ini bisa menjadi pilihan yang cerdas bagi mereka yang ingin melindungi nilai asetnya.
Prospek Emas di Tahun 2026
Melihat data dan sentimen pasar yang ada, diperkirakan harga emas hari ini akan terus menunjukkan kinerja yang baik sepanjang tahun 2026.
Dengan harga yang semakin meningkat, emas menjadi salah satu aset yang banyak diminati oleh investor, baik domestik maupun internasional.
Bagi masyarakat Indonesia, ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk mempertimbangkan investasi dalam emas, baik untuk jangka pendek maupun panjang.***
Editor : Vidya Sajar Fitri