JAKARTA - Penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) tahap pertama tahun 2026 mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Per tanggal 26 Januari 2026, data penerima bantuan untuk periode Januari–Maret resmi memasuki tahapan final closing di aplikasi 6NG milik Kementerian Sosial Republik Indonesia. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa pencairan bantuan PKH tahap awal tahun ini semakin dekat.
Final Closing PKH 2026 Resmi Muncul di Aplikasi SIKS-NG
Berdasarkan pantauan di akun SIKS-NG pendamping sosial, periode salur PKH tahap 1 tahun 2026 kini telah tercantum jelas dengan alokasi Januari, Februari, dan Maret. Sebelumnya, pada akhir tahun 2025, data di menu final closing masih menampilkan periode Oktober hingga Desember 2025. Munculnya periode baru menandakan bahwa proses administrasi penetapan KPM telah bergerak ke tahap akhir.
Selain periode salur, jumlah calon KPM yang akan ditetapkan juga sudah terlihat. Data seperti jumlah KPM, onspan, hingga burkol kini telah terisi. Ini menunjukkan kesiapan sistem untuk melanjutkan ke tahap berikutnya sebelum pencairan.
Jumlah KPM PKH Tahap 1 2026 Mengalami Perubahan
Di sejumlah daerah, jumlah KPM PKH tahap pertama 2026 terpantau mengalami peningkatan. Ada wilayah yang jumlah KPM-nya bertambah signifikan, ada yang berkurang, dan ada pula yang tetap. Di salah satu wilayah pendampingan, jumlah KPM bahkan meningkat dari kisaran 700-an menjadi lebih dari 1.100 KPM.
Peningkatan ini mengindikasikan adanya KPM baru yang berpotensi ditetapkan sebagai penerima PKH. KPM baru tersebut umumnya berasal dari penerima BPNT yang berada di desil 1 hingga desil 4 atau keluarga miskin yang sebelumnya belum pernah menerima bantuan sosial.
Calon KPM Sudah Muncul, Namun Belum Resmi Ditetapkan
Meski data calon penerima sudah muncul di final closing, statusnya masih bersifat sementara. Penetapan resmi baru dilakukan setelah proses disk selesai. Namun, berdasarkan pengalaman penyaluran sebelumnya, KPM yang sudah masuk tahap final closing memiliki peluang sekitar 95 persen untuk ditetapkan sebagai penerima bantuan PKH.
Nama-nama calon KPM per desa dan kelurahan juga sudah dapat dipantau oleh pendamping sosial melalui aplikasi SIKS-NG. Hal ini memberi gambaran awal bagi masyarakat mengenai potensi penerima PKH tahap pertama tahun 2026.
Monitoring Salur PKH Tahap 1 Masih Belum Aktif
Hingga 26 Januari 2026, menu monitoring salur bansos untuk PKH tahap pertama masih belum menampilkan status penyaluran. Artinya, proses masih berada di tahapan final closing dan belum masuk ke verifikasi rekening secara menyeluruh.
Biasanya, setelah final closing, sistem akan menampilkan tahapan lanjutan berupa verifikasi rekening, status rekening berhasil, penerbitan SPM, hingga akhirnya dana masuk ke rekening KKS KPM.
Prioritas PKH dan BPNT 2026 Fokus Desil 1–4
Kementerian Sosial menegaskan bahwa pada tahun 2026, penyaluran bantuan PKH dan BPNT diprioritaskan bagi masyarakat yang berada di desil 1 sampai desil 4. KPM yang berada di desil 5 tidak lagi menjadi prioritas utama penerima bantuan reguler.
Kebijakan ini dilakukan untuk memberi kesempatan kepada keluarga miskin yang selama ini belum tersentuh bantuan sosial. Meski demikian, masyarakat dengan desil di atas 4 masih memiliki peluang melalui pembaruan data dan penyesuaian desil.
Prediksi Waktu Pencairan PKH Tahap 1 2026
Berdasarkan pola penyaluran tahun-tahun sebelumnya, pencairan PKH tahap pertama 2026 diperkirakan berlangsung pada Februari 2026. Penyaluran kemungkinan dilakukan sebelum atau saat awal bulan Ramadan, mengingat pemerintah biasanya mempercepat bansos menjelang bulan suci.
Meski demikian, prediksi ini masih bersifat perkiraan dan masyarakat diimbau tetap menunggu informasi resmi dari Kementerian Sosial.
Imbauan untuk KPM Pemegang Kartu KKS
KPM yang telah memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) diimbau tidak terlalu sering melakukan pengecekan saldo, terutama di bulan Januari hingga awal Februari. Pengecekan berulang dikhawatirkan dapat menyebabkan kartu rusak, tertelan mesin, atau hilang.
Masyarakat disarankan memantau informasi resmi melalui pendamping sosial, aplikasi 6NG, dan kanal komunikasi Kemensos untuk mengetahui jadwal pencairan yang valid.
Masyarakat Diminta Waspada Informasi Hoaks Bansos
Kementerian Sosial dan para pendamping sosial mengingatkan masyarakat agar selektif dalam menerima informasi seputar bantuan sosial. Tidak semua informasi di media sosial dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi resmi sebaiknya diakses melalui kanal Kemensos RI atau pendamping sosial setempat.
Dengan perkembangan final closing yang sudah muncul, masyarakat diharapkan bersabar menunggu tahapan lanjutan penyaluran PKH tahap pertama tahun 2026.
Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya