Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Prediksi Kripto 2026: Bitcoin Bisa Tembus USD 200 Ribu atau Masuk Pasar Bearish? Ini 5 Prakiraan Utama untuk BTC dan Altcoin

Muhammad Rusdian Nuzula • Jumat, 30 Januari 2026 | 17:40 WIB

Prediksi Kripto 2026 mengulas peluang Bitcoin, altcoin, skenario bullish dan bearish, hingga sektor kripto paling potensial tahun depan.
Prediksi Kripto 2026 mengulas peluang Bitcoin, altcoin, skenario bullish dan bearish, hingga sektor kripto paling potensial tahun depan.

RADAR TULUNGAGUNG  – Prediksi Kripto 2026 menjadi sorotan utama investor global di tengah performa Bitcoin yang melemah sepanjang 2025.

Setelah mencatat imbal hasil lebih dari 600 persen sejak titik terendah akhir 2022, pasar kini terbelah antara optimisme lanjutan bull market dan kekhawatiran masuknya fase bearish baru.

Sejumlah analis menilai pergerakan harga saat ini masih sebatas koreksi sehat, namun sebagian lain melihat sinyal pelemahan struktural.

Sepanjang 2025, kinerja Bitcoin terbilang mengecewakan. Hingga 1 Desember 2025, Bitcoin mencatatkan penurunan year-to-date sebesar 7 persen.

Angka ini tertinggal jauh dibandingkan emas yang menguat 62 persen, S&P 500 naik sekitar 16 persen, dan NASDAQ melonjak 20 persen. Untuk pertama kalinya sejak 2023, Bitcoin kalah bersaing dari aset-aset utama lainnya.

Memasuki 2026, terdapat lima prakiraan utama yang diyakini akan menentukan arah pasar kripto, baik untuk Bitcoin maupun altcoin.

Baca Juga: TPG THR 100% 2025 Belum Cair di Banyak Daerah, Ini Batas Waktu Resmi Pemda dan Update SKTP Januari 2026

1. Skenario Bullish: Bitcoin Bangkit di Awal 2026

Skenario optimistis dalam prediksi kripto 2026 bertumpu pada gagalnya teori siklus empat tahunan.

CEO BitWise, Matthew Hougan, menilai penurunan suku bunga global serta meningkatnya keterlibatan pemerintah terhadap industri kripto berpotensi memperpanjang fase bull market.

Pandangan ini diperkuat oleh analis Bernstein, Gautam Chhugani, yang memproyeksikan harga Bitcoin dapat mencapai USD 200 ribu pada 2026.

Ia menyebut dukungan kebijakan pro-kripto dari pemerintahan Amerika Serikat sebagai pendorong utama meningkatnya tekanan beli Bitcoin secara berkelanjutan.

2. Skenario Bearish: Awal Pasar Turun Baru

Di sisi lain, skenario pesimistis juga tak bisa diabaikan. Bitcoin telah terkoreksi lebih dari 30 persen dalam beberapa minggu terakhir.

Baca Juga: Virus Nipah Belum Masuk Indonesia, Pemeriksaan Bandara Diperketat dengan Thermal Scanner dan Skrining Kesehatan

Analis kripto Benjamin Cowen menilai Bitcoin berpotensi turun kembali ke bawah SMA 200 Minggu di kisaran USD 60 ribu hingga USD 70 ribu pada 2026.

Secara teknikal, Bitcoin juga tercatat berada di bawah EMA 100 Minggu, kondisi yang terakhir kali terjadi pada 2022 sebelum pasar memasuki fase bearish panjang.

Bagi penganut teori siklus empat tahunan, sinyal ini menguatkan potensi berakhirnya bull market.

3. Fundamental Kembali Jadi Penentu

Prediksi kripto 2026 juga menandai kembalinya perhatian investor pada fundamental proyek.

Berbagai narasi populer seperti AI crypto, blockchain modular, hingga ZK-rollup mulai kehilangan momentum. Namun, proyek dengan permintaan nyata masih bertahan.

Pendle, misalnya, tetap mencatatkan total value locked (TVL) sekitar USD 3 miliar. Protokol stablecoin juga berhasil mempertahankan miliaran dolar dana pengguna, sementara Hyperliquid menunjukkan pertumbuhan konsisten di sektor perpetual DEX.

Pendapatan, jumlah pengguna, dan kecocokan produk dengan pasar kembali menjadi faktor utama penilaian investor.

Baca Juga: Pencairan TPG Guru Terbaru: Info GTK Tiga Hijau Cair Januari, Dua Hijau Menyusul Februari

4. Pasar Prediksi Semakin Dominan

Sektor pasar prediksi diperkirakan terus berkembang pada 2026. Kalshi dan Polymarket muncul sebagai pemain utama dengan valuasi masing-masing berkisar USD 11 miliar hingga USD 15 miliar.

Kalshi bahkan baru saja mengamankan pendanaan USD 1 miliar.

Popularitas pasar prediksi meningkat seiring pengakuan dari industri media arus utama.

Polymarket disebut sebagai salah satu alat paling akurat untuk membaca probabilitas peristiwa global. Dengan mendekatnya Piala Dunia FIFA, minat terhadap pasar prediksi diperkirakan melonjak tajam.

5. Neobank Dorong Adopsi Kripto Harian

Integrasi kripto ke dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi bagian penting prediksi kripto 2026.

Stablecoin dan layanan pembayaran berbasis kripto melalui neobank mulai menjangkau pengguna non-kripto.

Nama-nama seperti Revolut, Ether.fi, Rain, hingga Reddotpay mencatatkan volume transaksi gabungan sekitar USD 400 juta pada November 2025.

Tren ini menunjukkan bahwa utilitas kripto kian nyata, tidak lagi sekadar instrumen spekulatif.

Baca Juga: TPG Guru Januari 2026 Cair Bertahap, Ini Jadwal, Daerah yang Sudah Masuk Rekening, dan Peringatan Penting dari Info GTK

Sektor Potensial di Tahun 2026

Terlepas dari apakah pasar bergerak bullish atau bearish, sektor dengan fundamental kuat diprediksi akan mengungguli yang lain.

Perpetual DEX, pasar prediksi, tokenisasi aset, serta stablecoin dan pembayaran kripto dinilai memiliki peluang besar tumbuh pada 2026 karena basis pengguna dan produk yang jelas.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#Investasi Crypto #Harga Bitcoin 2026 #Prediksi Kripto 2026 #Pasar Kripto #Altcoin