Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Analisis Saham Hari Ini 26 Februari 2026: IHSG Turun ke 8.235, BBRI, BMRI, BBCA hingga PADI Jadi Sorotan Tajam

Edo Trianto • Jumat, 27 Februari 2026 | 19:45 WIB

Analisis Saham Hari Ini 26 Februari 2026: IHSG Turun ke 8.235, BBRI, BMRI, BBCA hingga PADI Jadi Sorotan Tajam
Analisis Saham Hari Ini 26 Februari 2026: IHSG Turun ke 8.235, BBRI, BMRI, BBCA hingga PADI Jadi Sorotan Tajam

RADAR TULUNGAGUNG - Analisis saham hari ini 26 Februari 2026 menjadi perhatian pelaku pasar setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 1,04 persen atau turun 87 poin ke level 8.235,26. Meski turun, sejumlah analis menilai tren besar masih dalam fase uptrend dengan catatan level teknikal tertentu tetap terjaga.

 

Dalam analisis saham hari ini, pergerakan dana asing (foreign flow) juga menjadi sorotan. Tercatat net sell asing sekitar Rp409,3 miliar dengan nilai transaksi harian mencapai Rp22,7 triliun—angka yang tergolong besar karena berada di atas Rp20 triliun. Meski begitu, tekanan jual dinilai belum sepenuhnya mengubah tren utama IHSG.

 

Sejumlah saham perbankan seperti BBRI, BBNI, BMRI, hingga BBCA menjadi fokus utama dalam analisis saham hari ini karena pergerakan teknikalnya dinilai krusial.

IHSG Uji MA10, Gap Diprediksi Tertutup

 

Secara teknikal, IHSG disebut sedang berupaya kembali masuk ke area MA10. Jika gagal bertahan, ada potensi indeks kembali menguji support di area 8.139. Namun selama MA jangka panjang masih berada di bawah harga, tren besar dinilai tetap uptrend.

 

Analis juga menyoroti adanya gap yang diyakini berpotensi tertutup dalam waktu dekat. Dengan arus dana asing yang masih fluktuatif, pergerakan indeks dinilai masih cukup dinamis.

BBRI Masih Aman Meski Terkoreksi

 

Saham BBRI sempat terkoreksi, namun dinilai masih dalam fase aman. Bahkan, pada perdagangan terbaru tercatat net buy sekitar Rp108,8 miliar. Selama harga tidak menembus area krusial di bawah Rp3.850, tren dinilai masih terjaga.

 

Level Rp3.910 disebut masih relatif aman untuk area konsolidasi. Target jangka pendek berpeluang kembali ke kisaran Rp4.200 apabila terjadi dorongan teknikal lanjutan.

BBNI dan BMRI Tunggu Konfirmasi Arah

 

BBNI masih tertahan di area MA200 dengan tekanan jual asing yang cukup terasa. Target teknikal berada di kisaran Rp4.880, namun analis menyarankan masuk saat MA10 sudah benar-benar berada di bawah candle sebagai tanda konfirmasi kenaikan.

 

Sementara itu, BMRI dinilai menarik karena sempat menguji MA10 namun berhasil dipertahankan. Target jangka menengah berada di kisaran Rp6.150–Rp6.200, mendekati estimasi harga wajar.

BBCA Masih Premium, Asing Terus Jual

 

Berbeda dengan bank lain, BBCA dinilai masih berada di harga premium. Asing tercatat melakukan net sell sekitar Rp127,4 miliar. Secara teknikal, MA10 dan MA20 masih berada di atas harga, menandakan tekanan turun belum sepenuhnya reda.

 

Level Rp7.200 menjadi support penting. Jika jebol, potensi koreksi lanjutan terbuka. Namun dalam jangka panjang, harga wajar BBCA disebut masih jauh lebih tinggi sehingga koreksi bisa menjadi area akumulasi bertahap.

Saham Spekulatif: PADI, PTMP, DOID

 

Selain saham bank, analisis saham hari ini juga menyoroti sejumlah saham lapis dua dan spekulatif seperti PADI, PTMP, dan DOID.

 

PADI yang sebelumnya mengalami suspensi kini masih bertahan di atas candle panjang. Target teknikal disebut berada di area Rp248, namun risiko suspensi ulang tetap harus diperhatikan jika kenaikan terlalu agresif.

 

PTMP dinilai masih dalam fase downtrend meski MA mulai mengarah naik. Break di atas Rp79 menjadi kunci untuk membuka peluang menuju Rp120–Rp125. Namun jika support Rp68 jebol, risiko koreksi lebih dalam terbuka.

 

Sementara DOID masih dalam tren turun dengan EPS negatif. Level Rp290 menjadi area uji support. Target jangka pendek berada di kisaran Rp336, namun disarankan tetap menunggu konfirmasi teknikal sebelum masuk.

Strategi: Disiplin Cut Loss dan Jangan All In

 

Analis menegaskan pentingnya perencanaan sebelum masuk saham. Investor harus menentukan area take profit, average, serta cut loss sejak awal. Strategi all in dinilai berisiko tinggi, terutama pada saham dengan volatilitas ekstrem atau riwayat FCA (Full Call Auction).

 

Saham dengan fundamental baik, laporan keuangan rutin, dan manajemen stabil dinilai lebih aman untuk strategi menahan jangka menengah. Sebaliknya, saham tanpa dividen dan hanya mengandalkan momentum kenaikan memerlukan disiplin trading lebih ketat.

 

Analisis saham hari ini menekankan bahwa selama MA utama belum ditembus, tren besar IHSG masih tergolong sehat. Namun volatilitas jangka pendek tetap harus diantisipasi dengan manajemen risiko yang ketat.

 

 

Editor : Edo Trianto
#ihsg #BBRI BBRI #BBCA #analisis saham #Saham 2026