KEDIRI, 11 MARET 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri mencatat kinerja industri jasa keuangan di wilayah kerjanya pada posisi Desember 2025 tetap terjaga dengan baik dan menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kediri, Ismirani Saputri, dalam kegiatan Media Update pada Rabu (11/3), menyampaikan bahwa stabilitas tersebut tercermin dari meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam menempatkan dana pada sektor perbankan maupun pasar modal.
Namun demikian, OJK tetap mencermati sejumlah sektor yang mengalami perlambatan, terutama yang dipengaruhi oleh penurunan daya beli masyarakat serta dinamika kondisi ekonomi global.
Kinerja Sektor Perbankan
Fungsi intermediasi perbankan di wilayah kerja OJK Kediri terus menunjukkan kinerja yang solid.
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Desember 2025 tumbuh sebesar 4,20 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp106,9 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pada produk tabungan dan giro.
Di sisi penyaluran kredit, terjadi perlambatan dengan pertumbuhan sebesar minus 1,24 persen (yoy).
Penurunan ini terutama terjadi pada sektor industri pengolahan serta perdagangan besar dan eceran.
Perlambatan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat serta sikap kehati-hatian pelaku usaha dalam merespons dinamika ekonomi global yang berkepanjangan dan berpotensi memengaruhi kinerja ekonomi daerah.
Meskipun demikian, profil risiko perbankan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan/Financing (NPL/NPF) sebesar 3,19 persen, yang masih berada di bawah ambang batas (threshold) yang ditetapkan.
Kinerja Sektor Pasar Modal
Tingkat inklusi di bidang pasar modal menunjukkan perkembangan yang sangat positif.
Jumlah Single Investor Identification (SID) tumbuh 32,97 persen (yoy) menjadi 535.568 SID.
Instrumen investasi masih didominasi oleh produk reksa dana, dengan jumlah investor mencapai 496.295 SID atau tumbuh 33,21 persen (yoy).
Selain itu, nilai transaksi saham masyarakat di wilayah kerja OJK Kediri mencapai Rp6,2 triliun, meningkat signifikan sebesar 269,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal.
Kinerja Sektor PVML
(Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, Pergadaian, dan LKM)
Kinerja sektor PVML di wilayah kerja OJK Kediri menunjukkan dinamika sebagai berikut:
1. Perusahaan Pembiayaan
Piutang pembiayaan mengalami perlambatan sebesar 1,42 persen (yoy) menjadi Rp6,8 triliun.
Hal ini dipengaruhi oleh penurunan pembiayaan multiguna sebesar 4,42 persen (yoy).
Meski demikian, profil risiko tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 3,02 persen, membaik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 4,03 persen.
2. Modal Ventura
Pembiayaan modal ventura menunjukkan pertumbuhan yang kuat sebesar 15,92 persen (yoy) dengan nilai pembiayaan mencapai Rp323,70 miliar.
3. Pergadaian dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM)
Penyaluran pembiayaan industri pergadaian yang berkantor pusat di wilayah kerja OJK Kediri pada Desember 2025 tercatat tumbuh 709,10 persen (yoy) menjadi Rp4,67 miliar.
Pertumbuhan tersebut antara lain didorong oleh penambahan dua perusahaan gadai swasta.
Sementara itu, Lembaga Keuangan Mikro (LKM) menunjukkan tren positif dengan penyaluran pembiayaan tumbuh 1,08 persen (yoy) menjadi Rp77,05 miliar.
Hingga Desember 2025, terdapat 17 LKM di wilayah kerja OJK Kediri yang terdiri dari:
• 13 LKM konvensional
• 4 LKM syariah
Perkembangan Edukasi Keuangan dan Pelindungan Konsumen
Sepanjang periode 1 Januari – 31 Desember 2025, OJK Kediri telah menyelenggarakan 130 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 81.134 peserta.
Dalam rangka mendukung program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), OJK Kediri juga melaksanakan 63 kegiatan edukasi yang menjangkau 34.264 peserta di 13 kota/kabupaten wilayah kerjanya.
Upaya peningkatan literasi keuangan tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di berbagai daerah.
Beberapa program yang dijalankan antara lain:
• Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir
• Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR)
• Edukasi Keuangan Hari Indonesia Menabung
• Kediri Financial Festival
• Edukasi keuangan bagi kelompok penyandang disabilitas
Layanan Konsumen
Selama periode 1 Januari – 31 Desember 2025, OJK Kediri menerima 1.301 permintaan layanan melalui berbagai kanal, yaitu:
• Surat
• Tatap muka (walk-in)
• Telepon
Berdasarkan sektor industri, pengaduan tersebut terdiri dari:
• 582 pengaduan dari sektor perbankan
• 260 pengaduan dari perusahaan pembiayaan
• 232 pengaduan dari industri financial technology (fintech)
• 132 pengaduan dari sektor keuangan lainnya
Tiga topik utama pengaduan masyarakat meliputi:
1. Restrukturisasi/Relaksasi Kredit/Pembiayaan/Pinjaman – 34,44%
2. Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) – 24,06%
3. Fraud eksternal seperti penipuan, pembobolan rekening, skimming, dan kejahatan siber – 7,38%
OJK Kediri berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan serta meningkatkan edukasi dalam rangka pelindungan konsumen, sekaligus memastikan stabilitas sektor jasa keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Informasi lebih lanjut:
Kepala OJK Kediri – Ismirani Saputri
Telp: (0354) 7418058
Email: kojk.kediri@ojk.go.id