TULUNGAGUNG - Kisah usaha keripik pisang By NanaChips yang dirintis oleh seorang mahasiswa muda menjadi inspirasi bagi banyak anak muda di Indonesia. Usaha tersebut didirikan oleh Nurul Ihsani saat pandemi Covid-19 melanda pada tahun 2020.
Berawal dari kondisi pandemi yang memaksa aktivitas kuliah dilakukan secara daring, Nurul yang saat itu masih berstatus mahasiswa semester tiga harus kembali ke kampung halamannya di Cianjur, Jawa Barat. Dari situlah ide membangun usaha keripik pisang By NanaChips mulai muncul.
Melihat banyaknya hasil panen pisang di daerahnya yang tidak terserap pasar akibat menurunnya permintaan selama pandemi, Nurul kemudian memikirkan cara agar buah tersebut tetap memiliki nilai ekonomi. Ia pun memutuskan untuk mengolahnya menjadi produk keripik pisang dengan brand By NanaChips.
Baca Juga: Dr Desi Kembali Pimpin IKA Unair Cabang Tulungagung
Berawal dari Keprihatinan Saat Pandemi
Menurut Nurul, saat pandemi banyak masyarakat sekitar yang kehilangan pekerjaan. Tidak sedikit ibu-ibu di lingkungan tempat tinggalnya yang mengeluhkan sulitnya mencari penghasilan setelah terkena pemutusan hubungan kerja.
Situasi tersebut membuat Nurul semakin terdorong untuk membangun usaha yang tidak hanya menghasilkan keuntungan pribadi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Dengan tekad untuk mandiri di usia muda, ia akhirnya mendirikan usaha keripik pisang tersebut pada Desember 2020 melalui perusahaan yang ia dirikan, yakni PT Sane Rasa Pangan Indonesia.
Produk keripik pisang yang diproduksi kemudian diberi nama By NanaChips.
Varian Rasa Keripik Pisang
Seiring berjalannya waktu, produk keripik pisang tersebut terus berkembang. Saat ini By NanaChips telah memiliki lima varian rasa yang cukup diminati konsumen.
Varian tersebut antara lain cokelat milk, green tea, strawberry, original, serta varian terbaru yaitu rasa seblak.
Bahan baku pisang yang digunakan berasal dari dua jenis pisang, yakni pisang tanduk dan pisang kapas. Untuk pisang tanduk, sebagian besar berasal dari kebun milik perusahaan sendiri.
Baca Juga: Resmi Pimpin PAN Tulungagung, Rijal Abdulloh Siapkan Transformasi Parpol Modern
Kebun tersebut tidak hanya ditanami pisang, tetapi juga menggunakan sistem tumpang sari dengan tanaman lain seperti labu dan pepaya.
Selain itu, perusahaan juga mulai mengembangkan berbagai komoditas pertanian lain yang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah.
Dipasarkan 90 Persen Secara Online
Dalam hal pemasaran, Nurul mengaku sejak awal lebih banyak memanfaatkan platform digital. Sekitar 90 persen penjualan usaha keripik pisang By NanaChips dilakukan secara online.
Sementara itu, sekitar 10 persen lainnya dipasarkan melalui jalur offline seperti reseller, agen, hingga distributor.
Saat ini produk By NanaChips telah memiliki sekitar 50 mitra yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Tak hanya itu, produk tersebut juga mulai merambah pasar ritel modern. Keripik pisang tersebut bahkan telah masuk ke sejumlah gerai Alfamart di wilayah Cianjur.
Kesempatan tersebut diperoleh setelah By NanaChips terpilih sebagai salah satu dari 10 UMKM terbaik di Kabupaten Cianjur.
Dari sepuluh pelaku usaha tersebut, hanya dua UMKM yang akhirnya mendapatkan kesempatan untuk memasarkan produknya di Alfamart.
Selain ritel modern, produk keripik pisang tersebut juga sudah masuk ke berbagai toko oleh-oleh dan toko kue di daerah Cianjur.
Proses Produksi Keripik Pisang
Dalam proses pembuatannya, pisang yang baru datang terlebih dahulu dikupas dan direndam dalam air untuk menghilangkan getah. Hal ini dilakukan agar warna keripik tidak berubah menjadi cokelat saat digoreng.
Setelah itu, pisang ditiriskan lalu diiris tipis dan langsung digoreng. Proses ini penting untuk mencegah keripik saling menempel yang dapat menyebabkan produk tidak matang secara merata.
Setelah digoreng, keripik kemudian ditiriskan dan diberi bumbu sesuai dengan varian rasa yang diproduksi.
Baca Juga: Mengapa Nazi Membenci Yahudi? Sejarah Panjang Antisemitisme di Eropa Sebelum Era Hitler
Sebelum dikemas, keripik harus dipastikan sudah benar-benar dingin. Jika masih panas saat dikemas, uap panas di dalam kemasan dapat menyebabkan keripik cepat basi.
Setelah melalui proses tersebut, produk kemudian dikemas menggunakan mesin sealer sebelum didistribusikan ke berbagai daerah.
Target Ekspor ke Pasar Internasional
Nurul juga memiliki ambisi untuk membawa produk keripik pisangnya menembus pasar internasional. Ia mengaku telah mengikuti berbagai program pelatihan dan inkubasi bisnis untuk mempersiapkan ekspor produk.
Salah satu pengalaman yang didapatkan adalah mengikuti program inkubator ekspor yang memberikan pelatihan pemasaran internasional.
Bahkan, Nurul pernah mengirimkan sampel produk keripik pisangnya ke Malaysia sebagai langkah awal penjajakan pasar luar negeri.
Ke depan, ia berharap usaha keripik pisang By NanaChips dapat berkembang lebih besar dan mampu menembus pasar global.
Menurutnya, sektor pertanian dan pengolahan hasil pertanian memiliki potensi bisnis yang sangat besar di masa depan.
Editor : Axsha Zazhika