TULUNGAGUNG - Kisah pengusaha senior sukses sering kali jarang mendapat sorotan dibandingkan wirausaha muda. Padahal, banyak tokoh yang justru memulai bisnisnya di usia lanjut dan berhasil menciptakan dampak besar bagi masyarakat.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Gary Erickson, seorang mantan eksekutif perusahaan yang memulai bisnis baru pada usia 66 tahun. Ia membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk memulai usaha dan menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan.
Perjalanan Gary menjadi pengusaha senior sukses bermula dari pengalaman pahit ketika ia kehilangan pekerjaannya setelah lebih dari 40 tahun berkarier di berbagai perusahaan.
Baca Juga: Dr Desi Kembali Pimpin IKA Unair Cabang Tulungagung
Dipecat Setelah 40 Tahun Bekerja
Pada tahun 2009, beberapa hari sebelum perayaan Natal, Gary yang saat itu menjabat sebagai direktur operasional di sebuah perusahaan produk konsumen di San Francisco, Amerika Serikat, dipanggil menghadiri rapat mendadak.
Rapat tersebut ternyata merupakan pertemuan terakhirnya sebagai karyawan perusahaan. Dalam pertemuan itu, Gary diberhentikan dari pekerjaannya bersama beberapa pegawai lainnya.
Saat itu usianya sudah 64 tahun. Setelah puluhan tahun bekerja di berbagai perusahaan besar maupun kecil, ia tiba-tiba harus menghadapi kenyataan bahwa karier profesionalnya berakhir.
Meski memiliki jaringan relasi yang luas serta reputasi kerja yang baik, Gary menyadari bahwa mencari pekerjaan baru di usia tersebut bukan hal yang mudah.
Baca Juga: Resmi Pimpin PAN Tulungagung, Rijal Abdulloh Siapkan Transformasi Parpol Modern
Untuk sementara waktu, ia menjalani pekerjaan sebagai konsultan. Namun pekerjaan tersebut tidak memberinya kepuasan maupun semangat baru.
Ide Bisnis dari Kepedulian Lingkungan
Di tengah masa transisi tersebut, sebuah ide mulai muncul. Gary memiliki kekhawatiran besar terhadap masalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh plastik sekali pakai.
Ia kemudian memutuskan untuk membangun bisnis yang fokus pada produksi kemasan ramah lingkungan.
Baca Juga: Haji Her Dermawan: Bagikan Rp93 Juta Lewat Ompreng MBG untuk 1.877 Siswa di Bangkalan Madura
Konsep bisnisnya adalah memproduksi kemasan biodegradable yang dibuat dari berbagai jenis limbah, seperti limbah kertas, limbah pertanian, hingga limbah tekstil.
Produk tersebut dirancang sebagai alternatif pengganti kemasan plastik sekali pakai yang selama ini banyak mencemari lingkungan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi kontribusi Gary untuk membantu mengurangi miliaran ton sampah plastik yang mencemari daratan, sungai, dan lautan di seluruh dunia.
Memulai Usaha di Usia 66 Tahun
Pada usia 66 tahun, Gary resmi memulai perjalanan sebagai seorang pengusaha untuk pertama kalinya. Meski memiliki pengalaman kerja lebih dari empat dekade, membangun perusahaan dari nol tetap menjadi tantangan besar baginya.
Ia harus mempelajari berbagai hal baru, mulai dari proses produksi, pengelolaan pabrik, pencarian mitra bisnis, hingga pengurusan hak paten.
Selain itu, Gary juga menghadapi tantangan besar dalam mencari pendanaan usaha.
Di kota seperti San Francisco, investor biasanya lebih tertarik mendanai perusahaan rintisan yang didirikan oleh pengusaha muda di sektor teknologi.
Situasi tersebut sempat membuat Gary merasa minder. Ia bahkan bercanda bahwa sepatu yang dimilikinya mungkin lebih tua dibandingkan sebagian besar pengusaha muda yang mencari pendanaan di industri teknologi.
Bisnis Tumbuh Pesat dan Raih Banyak Penghargaan
Meski menghadapi banyak tantangan, usaha yang dirintis Gary ternyata berkembang pesat.
Dalam waktu lima tahun, pendapatan perusahaannya meningkat dua kali lipat setiap tahun. Selain itu, perusahaan tersebut juga berhasil mendapatkan hak paten untuk teknologi kemasan ramah lingkungan yang mereka kembangkan.
Bisnis tersebut kini memiliki sejumlah klien besar dan telah memenangkan lebih dari 20 penghargaan atas inovasi yang mereka ciptakan.
Yang paling membanggakan bagi Gary adalah kontribusi usahanya dalam mengurangi pencemaran plastik, meski ia mengakui dampaknya masih kecil dibandingkan skala masalah global.
Namun baginya, langkah kecil tersebut tetap memiliki arti besar bagi masa depan generasi berikutnya.
Pengusaha Senior Memiliki Tingkat Keberhasilan Tinggi
Gary juga menyoroti fakta menarik tentang dunia kewirausahaan. Berdasarkan berbagai penelitian, pengusaha yang memulai bisnis di usia lebih matang justru memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.
Tingkat keberhasilan pengusaha senior dalam memulai bisnis baru bahkan mencapai sekitar 70 persen.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat keberhasilan pengusaha muda yang berada di kisaran 28 persen.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pengalaman kerja yang panjang dapat menjadi modal penting dalam membangun usaha yang sukses.
Gary berharap semakin banyak orang yang mulai menghargai dan mendukung para pengusaha senior sukses yang berani memulai bisnis baru di usia lanjut.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih sering membicarakan kisah para pengusaha senior, sebagaimana kisah wirausaha muda yang sering mendapat sorotan media.
Menurut Gary, banyak orang beranggapan bahwa usia tua identik dengan masa pensiun dan beristirahat. Namun kenyataannya, banyak orang justru ingin tetap berkarya dan memberikan kontribusi bagi dunia.
Editor : Axsha Zazhika