Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kisah Sukses Muhammad Alfa Priandito, Siswa SMK Jual Sayur Raup Omzet Rp100 Juta per Bulan, Berawal dari Diejek “Tukang Jamur”

Axsha Zazhika • Minggu, 15 Maret 2026 | 16:55 WIB
Kisah Sukses Muhammad Alfa Priandito, Siswa SMK Jual Sayur Raup Omzet Rp100 Juta per Bulan, Berawal dari Diejek “Tukang Jamur”
Kisah Sukses Muhammad Alfa Priandito, Siswa SMK Jual Sayur Raup Omzet Rp100 Juta per Bulan, Berawal dari Diejek “Tukang Jamur”

 

TULUNGAGUNG - Kisah sukses siswa SMK jual sayur dengan omzet ratusan juta rupiah per bulan datang dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Sosok itu adalah Muhammad Alfa Priandito, pelajar kelas 12 yang berhasil membangun usaha distribusi sayur sekaligus membantu petani lokal memasarkan hasil panen mereka.

Di usia yang baru 17 tahun, siswa SMK tersebut sudah mampu menghasilkan omzet lebih dari Rp100 juta per bulan dari bisnis jual sayur. Padahal, perjalanan usaha Alfa tidak selalu mulus. Ia bahkan pernah diejek sebagai “tukang jamur” oleh teman-temannya saat masih merintis usaha.

Namun ejekan itu justru menjadi motivasi bagi Alfa untuk membuktikan bahwa usaha jual sayur bisa menjadi bisnis yang menguntungkan. Kini, kisah siswa SMK jual sayur dengan omzet besar ini menjadi inspirasi bagi banyak anak muda untuk berani berwirausaha sejak dini.

Baca Juga: Rekomendasi HP Lebaran 2026: Kenapa HP Tahun 2025 Justru Lebih Worth It? Ini Alasannya dan Daftar Pilihannya

Berjualan Sejak SD

Alfa mengaku sudah terbiasa berdagang sejak kecil. Ketika masih duduk di bangku SD kelas 4, ia mulai berjualan jajanan pasar seperti martabak dan donat.

Kebiasaan berdagang tersebut terus terbawa hingga remaja. Saat SMP, Alfa sempat mondok di sebuah pesantren. Namun setelah keluar dari pondok dan masuk SMK, jiwa wirausahanya kembali berkembang.

Orang tua Alfa sendiri merupakan pedagang sayur di pasar. Dari situlah ia mulai memahami bagaimana proses jual beli hasil pertanian.

Baca Juga: Dr Desi Kembali Pimpin IKA Unair Cabang Tulungagung

Awal Usaha dari Jamur Tiram

Perjalanan bisnis Alfa dimulai dengan menjual jamur tiram. Sepulang sekolah, ia mengendarai motor menuju pasar dengan membawa puluhan kilogram jamur.

Awalnya, penjualan tidak berjalan lancar. Dalam sehari ia hanya mampu menjual 3 hingga 5 kilogram jamur dari total 20 kilogram yang dibawa.

Namun lambat laun usahanya mulai dikenal. Banyak pedagang pasar meminta nomor WhatsApp Alfa untuk memesan jamur tiram.

Dalam beberapa bulan saja, jumlah penjualan meningkat drastis. Bahkan Alfa pernah membawa lebih dari 1,5 kuintal jamur ke pasar setiap hari.

Baca Juga: Profil Haji Her Sultan Madura yang Viral di DA7 Indosiar, Kirim Virtual Gift Hampir Rp2,5 Miliar hingga Bangun 1.000 Rumah untuk Warga

Membantu Petani Menjual Hasil Panen

Setelah beberapa waktu, produksi jamur menurun akibat faktor cuaca. Dari situ Alfa mencari peluang usaha baru.

Ia mulai membeli hasil panen sayuran dari petani lokal, lalu menjualnya kembali ke pasar melalui jaringan yang dimilikinya.

Sayuran yang dijual antara lain gambas atau oyong, pare, timun, terong, hingga cabai. Dua komoditas yang paling banyak diminati adalah jamur tiram dan gambas.

Baca Juga: Tiga Janji Allah kepada Bani Israil dalam Surah Al-Isra: Tafsir Ayat 4–7, Dari Kerusakan hingga Kebangkitan

Menurut Alfa, banyak petani sebenarnya mampu menanam dan memanen sayur dengan baik, tetapi kesulitan menjual hasilnya.

“Saya membantu petani menjualkan hasil pertaniannya. Jadi saya survei dulu apakah sudah ada yang membeli atau belum. Kalau belum, saya beli lalu saya jual lagi,” ujarnya.

Omzet Pernah Capai Rp150 Juta

Usaha tersebut berkembang pesat. Dalam kondisi normal, Alfa pernah mencatat omzet hingga Rp150 juta per bulan.

Baca Juga: Sejarah Konflik Palestina: Dari Janji Tanah Suci hingga Lahirnya Zionisme dan Negara Israel

Bahkan dalam satu hari, nilai transaksi bisa mencapai Rp6 juta hingga Rp8 juta.

Namun beberapa waktu terakhir omzet menurun karena faktor cuaca dan kekeringan yang memengaruhi hasil panen di Gunungkidul.

Saat ini pendapatan rata-rata masih berada di kisaran Rp60 juta hingga Rp90 juta per bulan.

Baca Juga: Benarkah Allah Yahudi dan Islam Sama? Diskusi Panjang Ungkap Perbedaan Besar dengan Kristen soal Konsep Tuhan

Meski demikian, Alfa tetap optimistis. Ia bahkan tengah menyiapkan proyek distribusi gambas hingga 10 ton per bulan.

Pasar Penjualan Hingga Luar Daerah

Sayuran yang dikumpulkan Alfa tidak hanya dijual di satu pasar. Ia sudah memiliki jaringan distribusi ke beberapa pasar besar di wilayah Yogyakarta.

Di antaranya Pasar Wonosari, Pasar Prambanan, hingga Pasar Muntilan.

Baca Juga: Perbedaan Islam Sunni dan Syiah yang Sering Diperdebatkan: Dari Rukun Iman, Syahadat hingga Konsep Kepemimpinan

Jika hasil panen melimpah, para pedagang dari pasar tersebut bahkan datang langsung untuk mengambil barang.

Alfa juga menyewa kios di pasar sebagai tempat penyimpanan sekaligus lokasi pengemasan sayur sebelum didistribusikan.

Jangan Malu Berwirausaha

Alfa menilai banyak anak muda sebenarnya memiliki peluang usaha, tetapi sering terhambat oleh rasa gengsi dan malu.

Ia sendiri pernah diejek teman-temannya saat membawa karung sayur ke lapangan futsal setelah berdagang di pasar.

Baca Juga: Sejarah Perpecahan Sunni dan Syiah: Dari Konflik Suksesi Nabi Muhammad hingga Tragedi Karbala yang Mengubah Dunia Islam

Namun kini banyak orang justru bertanya bagaimana cara ia membangun usaha tersebut.

“Jangan malu dan jangan gengsi. Malu itu hanya membuat kita berhenti di titik itu saja,” kata Alfa.

Ia juga menekankan pentingnya kerja keras serta menghargai perjuangan orang tua dalam mencari nafkah.

Bagi Alfa, definisi kesuksesan bukan hanya bekerja pada orang lain, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Editor : Axsha Zazhika
#siswa SMK jual sayur #Muhammad Alfa Priandito #bisnis sayur petani #omzet ratusan juta #wirausaha muda