Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bocoran Portofolio Lo Kheng Hong Mei 2026: Koleksi Tiga Saham Murah Ber-PBV Mini!

Natasha Eka Safrina • Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:27 WIB
Bocoran portofolio Lo Kheng Hong Mei 2026 terbaru. Intip aksi borong saham SP, DILD, dan GJTL dengan valuasi super murah di bawah PBV 0,5 kali. (Freepik)
Bocoran portofolio Lo Kheng Hong Mei 2026 terbaru. Intip aksi borong saham SP, DILD, dan GJTL dengan valuasi super murah di bawah PBV 0,5 kali. (Freepik)

 

JAKARTA - Pergerakan instrumen investasi di pasar modal Indonesia selalu menarik perhatian, terutama ketika melibatkan langkah taktis dari investor kawakan tanah air, Lo Kheng Hong. Memasuki periode Mei 2026, sang Warren Buffett Indonesia ini dilaporkan kembali aktif melakukan akumulasi portofolio secara bertahap pada sejumlah emiten berfundamental kokoh. Berdasarkan data kompilasi aktivitas transaksi pasar, terdapat bocoran portofolio Lo Kheng Hong Mei 2026 yang menunjukkan aksi beli berulang pada tiga saham andalannya. Aksi borong saham ini memicu spekulasi positif sekaligus menjadi angin segar bagi para pemodal ritel yang mencari acuan investasi di tengah volatilitas indeks saham domestik yang dinamis.

Ketiga saham yang masuk dalam radar belanja sang investor legendaris tersebut adalah PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) atau kode SP, PT Duta Anggada Realty Tbk (DILD), dan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Melalui keterbukaan informasi terupdate, aksi akumulasi ini terdeteksi bukan hanya dalam satu kali transaksi, melainkan tersebar secara masif di beberapa tanggal strategis sepanjang bulan ini. Fenomena bocoran portofolio Lo Kheng Hong Mei 2026 menunjukkan bahwa ketiganya dibeli pada harga yang relatif terdiskon, selaras dengan prinsip value investing yang selalu mengedepankan pembelian perusahaan bagus di harga murah.

Jika dibedah secara rigid dari sisi kepemilikan aset, Lo Kheng Hong saat ini memegang porsi saham yang cukup signifikan di ketiga emiten tersebut. Pada saham SP, porsi kepemilikannya tercatat mencapai 4,97%, sedangkan pada saham DILD porsi kepemilikannya berada di angka 6,92%. Sementara itu, untuk saham sektor manufaktur ban GJTL, porsi kepemilikan beliau mencapai 6,68%. Aturan transparansi bursa terbaru yang kini mewajibkan publikasi daftar pemegang saham di atas 1% membuat peta kepemilikan menjadi lebih variatif dan mempermudah pelacakan bocoran portofolio Lo Kheng Hong Mei 2026 secara akurat oleh publik.

Baca Juga: Timnas Indonesia Diundang Presiden Prabowo, Ole Romeny Ungkap Pesan Khusus Jelang Lawan Jepang

Karakteristik Valuasi: Konsistensi PBV di Bawah 0,5 Kali

Secara historis pergerakan harga saham year-to-date (YTD), performa ketiga emiten ini bergerak bervariasi. Saham SP masih terkoreksi tipis 0,8%, DILD melemah hingga 10,9%, sedangkan GJTL berhasil mencatatkan rapor hijau dengan kenaikan sebesar 14,8% YTD. Kendati secara nominal harganya tergolong murah—di mana SP bertengger di Rp 565, DILD di Rp 122, dan GJTL di Rp 1.200 per lembar—daya tarik utama yang masuk dalam bocoran portofolio Lo Kheng Hong Mei 2026 ini justru terletak pada rasio Price to Book Value (PBV) yang berada di bawah level 0,5 kali.

Berdasarkan analisis fundamental, saham SP memiliki nilai PBV hanya 0,42 kali dengan nilai buku atau modal per lembar sebesar Rp 1.346. Disusul oleh DILD yang mencatatkan PBV paling mini sebesar 0,22 kali dengan book value sebesar Rp 544. Sementara itu, GJTL diperdagangkan pada PBV 0,39 kali dengan nilai buku per saham mencapai Rp 3.112. Konsistensi angka PBV yang sangat rendah ini membuktikan bahwa strategi investasi Lo Kheng Hong tetap teguh mencari emiten dengan aset besar namun dihargai murah oleh pasar modal.

Dari sisi profitabilitas, emiten GJTL menunjukkan pertumbuhan laba bersih yang meyakinkan pada kuartal pertama (Q1) tahun ini dibandingkan periode tahun lalu, serta membukukan kenaikan performa penuh sepanjang tahun sebelumnya. Saham SP juga mencatatkan kenaikan laba bersih secara tahunan walau mengalami normalisasi tipis pada Q1 tahun ini. Sebaliknya, kinerja keuangan DILD terpantau masih mengalami tekanan penurunan laba yang cukup drastis, yang sekaligus menjelaskan mengapa valuasinya dihargai sangat murah oleh pasar saat ini.

Baca Juga: Jay Idzes Tampil Kokoh di Debut Timnas Indonesia, Jadi Tembok Vietnam dalam Kemenangan Bersejarah di GBK

Simulasi Dividen: Strategi Memburu Pendapatan Pasif Sepanjang Tahun

Selain membedah bocoran portofolio Lo Kheng Hong Mei 2026, para pelaku pasar modal kini juga gencar menyusun simulasi investasi berbasis pembagian dividen tinggi guna mengamankan pendapatan pasif yang berkelanjutan. Meskipun ketiga emiten koleksi Lo Kheng Hong di atas belum mengumumkan rilis dividen resmi untuk tahun buku ini, terdapat sekumpulan saham blue chip dan second liner lain yang secara historis terbukti royal membagikan dividen dengan imbal hasil (dividend yield) yang sangat menggiurkan.

Berdasarkan rekam jejak dividen terkini, emiten seperti LPPF memimpin dengan yield fantastis mencapai 15,2% pada bulan April. Diikuti oleh ASGR dengan total yield gabungan 15,1% dari dua kali pembagian dividen setahun. Pilihan instrumen lain yang tidak kalah kompetitif meliputi saham MPMX, SPTO, PTBA, BJBR, BBRI, ADRO, BMRI, BNG, POWR, BJTM, dan AUTO yang menawarkan rentang imbal hasil bersih berkisar antara 8,7% hingga 11,8% bagi para pemegang sahamnya.

Melalui simulasi diversifikasi dengan mengoleksi masing-masing satu lot dari 13 saham pembagi dividen royal tersebut, investor hanya perlu merogoh modal awal yang relatif terjangkau, yakni sekitar Rp 2.457.500. Menariknya, strategi investasi ini berpotensi memberikan frekuensi penerimaan dividen hingga 20 kali dalam satu tahun kalender berdasarkan tanggal cum date emiten. Meskipun data ini berbasis performa historis masa lalu, kombinasi antara saham bermargin aman tinggi seperti pada bocoran portofolio Lo Kheng Hong Mei 2026 dengan saham ber-yield dividen tinggi dapat menjadi formula ideal untuk meminimalkan risiko kerugian modal investasi.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Bocoran Portofolio Lo Kheng Hong Mei 2026 #Saham GJTL #Saham DILD #Saham Murah PBV #Strategi Value Investing