JAKARTA - Pasar saham domestik akhirnya memperlihatkan sinyal pembalikan arah yang sangat dinantikan setelah didera aksi jual masif selama beberapa pekan terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mencatatkan grafik candle hijau reversal setelah menyentuh level terendah hari ini di angka 5.980. Pergerakan presisi ini dinilai menjadi bukti keakuratan analisis Astronaci 5981, sebuah titik harmonic support yang sebelumnya telah diproyeksikan secara tajam sebagai wilayah benteng pertahanan terakhir bagi pasar modal Indonesia agar terhindar dari kejatuhan yang jauh lebih dalam.
Menanggapi fenomena teknikal ini, Founder sekaligus CEO Astronaci International, Gema Goeyardi, menyerukan gerakan solidaritas bagi seluruh pelaku pasar modal dan edukator finansial tanah air untuk menenangkan masyarakat. Aksi pembalikan arah IHSG dari target Astronaci 5981 ini harus dijadikan momentum persatuan guna menjaga kepercayaan publik terhadap integritas bursa efek nasional. Sinyal pembalikan arah ini dinilai krusial karena penurunan IHSG sebelumnya bukan disebabkan oleh kelemahan fundamental korporasi dalam negeri, melainkan akibat tekanan manipulasi arus modal keluar yang digerakkan oleh institusi asing.
Berdasarkan pembacaan indikator planetary cycle dan metode garis waktu Eye of Future yang dirilis sejak April lalu, penderitaan pasar saham domestik diproyeksikan akan memasuki masa akumulasi yang mereda mulai pertengahan Juni hingga Juli 2026. Meskipun pembalikan dari target Astronaci 5981 telah terkonfirmasi hari ini, pasar masih berpotensi bergerak menyamping (sideways) guna membentuk fondasi bawah yang solid (big bottom). Periode satu setengah bulan ke depan akan menjadi fase penentu apakah bursa mampu kembali melesat menuju target psikologis berikutnya.
Skenario Rebound dan Ancaman Lubang Gap Bawah
Secara teknikal, keberhasilan indeks bertahan di area target Astronaci 5981 membuka peluang penguatan jangka pendek yang cukup signifikan. Target first rebound terdekat dipatok berada pada level 6.705, yang sekaligus berfungsi untuk menutup lubang upper gap mingguan yang sempat ditinggalkan bursa saat rontok beberapa waktu lalu. Jika bursa berhasil menutup gap tersebut dalam kurun waktu satu hingga dua minggu ke depan, IHSG berpotensi melanjutkan reli panjangnya menuju level 7.933, hingga target final pemulihan total di area 8.873.
Namun, para pelaku pasar tetap diminta untuk mempertahankan sikap objektif dan waspada. Jika area pertahanan kokoh di rentang 5.850 sampai 5.981 ini gagal dipertahankan pada penutupan lilin bulanan (monthly candle), maka secara teoritis IHSG dipastikan akan meluncur bebas menuju terminal akhir di level 5.398. Keberadaan lubang gap kuno di area 5.400 tersebut tetap menjadi ancaman laten yang sewaktu-waktu bisa terjemput jika eskalasi geopolitik global kembali memanas atau terjadi sentimen negatif mendadak dari kebijakan bank sentral Amerika Serikat.
Di tengah kondisi bursa yang mulai reda dari tekanan jual ini, investor disarankan untuk fokus melakukan akumulasi bertahap pada saham-saham penggerak pasar (market mover) yang memiliki fundamental prima, seperti sektor perbankan blue chip PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Memanfaatkan momentum bullish divergence yang sudah mulai terbentuk pada grafik harian (daily chart) akan jauh lebih bijak dibandingkan bersikap spekulatif pada saham-saham lapis ketiga yang tidak likuid.
Baca Juga: Timnas Indonesia Diundang Presiden Prabowo, Ole Romeny Ungkap Pesan Khusus Jelang Lawan Jepang
Editor : Natasha Eka Safrina