RADAR TULUNGAGUNG- Pergerakan pasar saham dalam sepekan terakhir menjadi perhatian para pelaku pasar. Meski perdagangan sempat terpotong libur Idul Adha dan dibayangi rebalancing MSCI, sejumlah saham justru mampu mencatatkan kenaikan signifikan. Beberapa di antaranya adalah saham Ratu, TPI, dan WBSA yang berhasil memberikan keuntungan hingga 29 persen hanya dalam hitungan hari.
Fenomena tersebut menjadi bukti bahwa peluang keuntungan tetap terbuka di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. Kuncinya terletak pada kemampuan membaca analisa transaksi saham dan mendeteksi pergerakan dana besar yang masuk ke suatu emiten sebelum harga bergerak signifikan.
Investor dan edukator pasar modal Jonatan Tamrin mengungkapkan bahwa keberhasilannya menemukan saham-saham tersebut berawal dari pengamatan terhadap pola akumulasi yang dilakukan broker non-ritel secara konsisten. Menurutnya, pola yang sama berulang kali muncul sebelum harga saham mengalami kenaikan tajam.
Dalam pendekatan yang digunakannya, fokus utama bukan hanya pada analisa teknikal, tetapi juga pada aktivitas transaksi yang menunjukkan adanya aliran dana besar ke saham tertentu.
Mencari Saham yang Sedang Diakumulasi
Langkah pertama yang dilakukan adalah menyaring saham berdasarkan likuiditas dan aktivitas akumulasi. Saham yang dipilih harus memiliki nilai transaksi harian yang cukup besar agar mudah masuk dan keluar posisi.
Menurut Jonatan, saham dengan nilai transaksi minimal Rp3 miliar per hari layak masuk radar pengamatan. Setelah itu, ia memeriksa apakah terdapat aktivitas akumulasi yang konsisten dalam beberapa hari perdagangan terakhir.
Dari proses penyaringan tersebut, saham Ratu menjadi salah satu kandidat menarik. Saham ini menunjukkan pola akumulasi berulang dalam beberapa hari berturut-turut dengan nilai transaksi yang tergolong besar.
Saham Ratu Jadi Sorotan
Ketertarikan terhadap saham Ratu semakin kuat setelah data transaksi menunjukkan kombinasi yang ideal. Dana asing mulai masuk, investor ritel justru keluar, sementara kelompok big money juga terlihat melakukan pembelian.
Kondisi tersebut dianggap positif karena investor ritel umumnya cenderung melakukan aksi ambil untung lebih cepat sehingga dapat menghambat kenaikan harga. Sebaliknya, masuknya dana besar sering kali menjadi sinyal awal potensi penguatan saham.
Selain itu, terdapat broker tertentu yang terpantau terus mengumpulkan saham dalam jumlah besar sejak April tanpa melakukan penjualan signifikan. Akumulasi tersebut membuat Jonatan semakin percaya diri untuk masuk ke saham Ratu.
Keputusan itu berbuah manis. Dalam beberapa hari berikutnya, saham Ratu melesat hingga menyentuh auto reject atas dan menghasilkan keuntungan lebih dari 25 persen.
WBSA dan Peran Broker Besar
Pola serupa juga ditemukan pada saham WBSA. Meski masih tergolong emiten baru hasil IPO, saham ini menunjukkan aktivitas akumulasi yang menarik.
Data transaksi memperlihatkan adanya broker besar yang terus melakukan pembelian dan menahan saham yang telah dikumpulkan. Situasi tersebut memberikan indikasi bahwa tekanan jual mulai berkurang.
Selain itu, investor ritel mulai keluar dari saham tersebut, sementara dana besar perlahan masuk. Kombinasi itu menjadi salah satu alasan utama masuknya saham WBSA ke dalam daftar pantauan.
Strategi tersebut kembali membuahkan hasil. Dalam waktu hanya dua hari perdagangan, saham WBSA berhasil memberikan keuntungan sekitar 29 persen sebelum akhirnya investor melakukan aksi ambil untung.
TPI dan Momentum Technical Rebound
Berbeda dengan dua saham sebelumnya, keputusan membeli saham TPI lebih banyak didasarkan pada potensi technical rebound.
Saat itu, saham TPI sedang mengalami tekanan berat akibat sentimen keluarnya saham tersebut dari indeks MSCI. Harga saham terus mengalami auto reject bawah selama beberapa hari.
Meski demikian, Jonatan menemukan adanya broker besar yang masih memegang saham dalam jumlah sangat besar dengan posisi kerugian yang cukup dalam. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya pantulan harga dalam jangka pendek.
Dengan mempertimbangkan risiko yang tinggi, strategi yang digunakan adalah masuk cepat dan keluar cepat ketika harga mulai mengalami rebound.
Hasilnya cukup memuaskan. Dalam waktu kurang dari satu hari perdagangan, saham TPI mampu memberikan keuntungan sekitar 16 persen sebelum akhirnya kembali mengalami tekanan jual.
Analisa Transaksi Jadi Senjata Investor
Menurut Jonatan, analisa transaksi dapat menjadi pelengkap analisa teknikal dan fundamental dalam menentukan keputusan investasi.
Melalui pemantauan arus dana, aktivitas broker, serta perilaku investor ritel dan institusi, pelaku pasar dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai potensi pergerakan harga saham.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tidak ada strategi yang menjamin keuntungan seratus persen. Pengalaman, disiplin, dan kemampuan membaca kondisi pasar tetap menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan investasi saham.
Karena itu, investor disarankan tidak hanya terpaku pada kenaikan harga, tetapi juga memahami proses di balik pergerakan saham agar dapat mengambil keputusan yang lebih terukur di tengah dinamika pasar modal Indonesia.
Editor : Cholifatun Nisak