RADAR TULUNGAGUNG- Sektor saham paling menarik 5 tahun ke depan menjadi topik yang terus diburu investor di tengah dinamika pasar modal Indonesia. Seorang investor dan pelaku pasar mengungkap pandangannya mengenai sektor-sektor yang dinilai memiliki prospek cerah, mulai dari properti, pertambangan hingga saham perbankan yang dianggap layak dikoleksi untuk investasi jangka panjang.
Menurutnya, pilihan investasi saham sangat bergantung pada tujuan dan horizon waktu masing-masing investor. Untuk jangka pendek hingga menengah, sektor yang saat ini dinilai paling menarik adalah properti dan pertambangan karena masih terdapat sejumlah emiten yang diperdagangkan pada valuasi relatif murah.
Ia mengaku telah mengoleksi beberapa saham dari kedua sektor tersebut dan meyakini potensi kenaikannya masih cukup besar. Namun, strategi tersebut lebih berorientasi pada capital gain dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Meski enggan menyebutkan nama emiten secara spesifik, ia menilai sektor properti dan pertambangan masih menyimpan peluang pertumbuhan yang menarik selama harga sahamnya belum mengalami kenaikan terlalu tinggi.
Saham Bank Dinilai Menarik untuk Investasi Jangka Panjang
Berbeda dengan strategi jangka menengah, sektor saham paling menarik 5 tahun ke depan untuk investasi jangka panjang justru berasal dari kelompok saham perbankan berkapitalisasi besar atau blue chip.
Saham-saham bank BUMN seperti Bank Mandiri, BRI, dan BNI disebut masih menawarkan valuasi yang menarik setelah mengalami koreksi dalam beberapa waktu terakhir. Selain potensi kenaikan harga saham, daya tarik utama sektor perbankan terletak pada pembagian dividen yang konsisten.
Menurutnya, tingkat imbal hasil dividen yang berkisar antara 9 hingga 11 persen per tahun menjadi salah satu alasan kuat mengapa saham bank layak dipertimbangkan sebagai instrumen investasi jangka panjang.
“Banyak bisnis yang mencari keuntungan 5 sampai 7 persen saja sudah sulit. Sementara saham bank besar bisa memberikan dividen mendekati dua digit setiap tahun,” ungkapnya.
Keuntungan lain yang dimiliki bank-bank BUMN adalah faktor stabilitas dan dukungan pemerintah. Hal tersebut dinilai memberikan rasa aman yang lebih besar dibandingkan sejumlah sektor lain yang lebih rentan terhadap gejolak bisnis.
Faktor Utama yang Menentukan Kesuksesan Perusahaan
Selain membahas peluang investasi, diskusi tersebut juga menyinggung faktor yang membuat sebuah perusahaan mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
Faktor pertama adalah visi pemilik perusahaan. Menurutnya, seorang owner harus memiliki pandangan jangka panjang dan tetap memiliki semangat untuk terus bertumbuh. Perusahaan yang dipimpin oleh pemilik dengan visi besar biasanya lebih agresif mencari peluang ekspansi dan menciptakan pertumbuhan baru.
Sebaliknya, perusahaan yang dipimpin oleh manajemen tanpa visi yang kuat cenderung bergerak stagnan dan kehilangan daya saing.
Faktor kedua adalah fokus. Banyak pengusaha dinilai gagal bukan karena kekurangan modal, melainkan karena terlalu banyak menjalankan bisnis di berbagai sektor yang tidak saling berkaitan.
Ia mencontohkan banyak pengusaha sukses yang membangun kekayaan besar hanya dari satu bidang usaha utama. Fokus membuat perusahaan lebih mudah berkembang karena seluruh sumber daya diarahkan untuk memperkuat bisnis inti.
“Banyak orang menganggap keren punya banyak bisnis. Padahal sering kali justru tidak ada yang benar-benar besar karena fokusnya terpecah,” ujarnya.
Ekspansi Terlalu Cepat Bisa Jadi Bumerang
Faktor ketiga adalah semangat dan konsistensi dalam menjalankan bisnis. Menurutnya, tidak sedikit pengusaha yang kehilangan motivasi setelah mencapai tingkat kekayaan tertentu sehingga laju pertumbuhan perusahaan ikut melambat.
Ia juga mengingatkan bahwa salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan pemilik usaha adalah melakukan ekspansi terlalu cepat. Banyak perusahaan tergoda memperbesar bisnis sebelum tim, sistem manajemen, dan kondisi keuangan benar-benar siap.
Akibatnya, perusahaan mengalami kesulitan operasional dan kehilangan kontrol terhadap pertumbuhan yang terlalu agresif.
Karena itu, ekspansi sebaiknya dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Prinsip tersebut dinilai penting agar bisnis dapat bertahan dalam jangka panjang.
Menurutnya, membangun bisnis memang tidak mudah, tetapi mempertahankan pertumbuhan dan profitabilitas selama bertahun-tahun jauh lebih sulit. Oleh sebab itu, visi yang kuat, fokus pada bisnis inti, serta disiplin dalam mengelola ekspansi menjadi kunci utama kesuksesan perusahaan maupun investasi saham dalam jangka panjang.
Editor : Cholifatun Nisak