JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Danantara Investment Management dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan langkah agresif dalam memperkuat pasar modal Indonesia melalui strategi investasi dan reformasi struktural besar-besaran. Fokus utama yang menjadi sorotan adalah pendekatan investasi berbasis saham dengan kriteria ketat serta kebijakan baru terkait free float emiten.
Danantara Investment Management menyatakan akan menjadi active participant di pasar modal Indonesia, baik di pasar obligasi maupun ekuitas. Sejak akhir Desember, lembaga ini sudah mulai masuk ke pasar secara bertahap melalui manajer investasi yang ditunjuk. Strategi ini akan terus berlanjut dalam enam bulan ke depan dengan fokus pada saham berfundamental kuat.
Strategi Investasi: Good Liquidity, Fundamental, dan Value
Dalam arah investasinya, Danantara menekankan tiga pilar utama, yakni good liquidity, good fundamental, dan good value. Selain itu, perusahaan juga memastikan setiap instrumen memiliki arus kas yang sehat. Pendekatan ini dipilih untuk memastikan setiap investasi dapat dipertanggungjawabkan secara profesional dan berkelanjutan.
Menurut pernyataan resmi, Danantara juga menargetkan saham-saham yang memiliki pertumbuhan bisnis kuat dan valuasi menarik di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai masih menawarkan peluang besar. Investasi akan dilakukan secara konsisten setiap hari melalui manajer investasi yang telah ditunjuk.
Baca Juga: Villa Reco Pentung Tulungagung Terbengkalai, Dulu Jadi Tempat Singgah Bos Pabrik Rokok Legendaris
OJK Luncurkan 8 Rencana Aksi Reformasi Pasar Modal
Sementara itu, OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) meluncurkan delapan rencana aksi reformasi pasar modal Indonesia. Reformasi ini mencakup penguatan transparansi, tata kelola, penegakan hukum, hingga sinergi antar lembaga.
Salah satu kebijakan paling disorot adalah kenaikan batas minimum free float emiten menjadi 15 persen dari sebelumnya 7,5 persen. Kebijakan ini akan diterapkan secara bertahap, dengan ketentuan langsung bagi perusahaan yang melakukan IPO baru. Sementara emiten lama akan diberikan masa transisi.
Selain itu, OJK juga memperkuat transparansi kepemilikan saham melalui penguatan data Ultimate Beneficial Ownership (UBO), serta peningkatan sistem data investor yang lebih detail dan terstandarisasi global. Bursa Efek Indonesia juga akan diarahkan untuk meningkatkan keterbukaan informasi kepada publik.
Penguatan Tata Kelola dan Penegakan Hukum
Dalam aspek tata kelola, OJK mewajibkan pendidikan berkelanjutan bagi direksi dan komisaris emiten, serta sertifikasi bagi penyusun laporan keuangan. Sementara itu, penguatan enforcement akan menyasar praktik manipulasi saham dan penyebaran informasi menyesatkan di pasar.
Reformasi ini juga mencakup rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia guna meningkatkan independensi dan mengurangi konflik kepentingan. OJK menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.
Sinergi untuk Pertumbuhan Ekonomi
OJK menegaskan seluruh reformasi dilakukan untuk memperkuat pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang. Kolaborasi dengan pemerintah, Bank Indonesia, dan pelaku industri menjadi kunci utama keberhasilan transformasi ini.
Dengan kombinasi strategi investasi Danantara dan reformasi besar OJK, pasar modal Indonesia diproyeksikan memasuki fase baru yang lebih kompetitif, transparan, dan menarik bagi investor domestik maupun global.
Baca Juga: Kisah Sumiran Pendiri Reco Pentung, Filosofi Hidup dan Perjuangan Bangun Kerajaan Rokok dari Nol
Editor : Cholifatun Nisak