JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Strategi investasi saham Indonesia kembali menjadi sorotan setelah seorang trader sekaligus konten kreator finansial membagikan pendekatan investasinya dalam menghadapi kondisi bursa yang dinilai semakin volatil dan sulit diprediksi. Ia menegaskan bahwa kunci utama bukan pada kemampuan meramal pasar, melainkan pada manajemen risiko yang disiplin.
Dalam penjelasannya, ia menyebut strategi investasi saham Indonesia tidak bisa lagi hanya bergantung pada prediksi arah harga jangka pendek. Menurutnya, pasar saham Indonesia sangat dipengaruhi oleh arus “big money”, kedalaman pasar yang relatif dangkal, serta sensitivitas terhadap berita. Kondisi tersebut membuat pergerakan harga menjadi cepat berubah dan sulit ditebak, terutama dalam jangka pendek.
Ia menambahkan, banyak investor ritel masih terjebak pada pola pikir bahwa keuntungan besar berasal dari kemampuan memprediksi saham yang akan naik. Padahal, menurutnya, pendekatan tersebut justru sering menyesatkan dan mendorong investor masuk ke spekulasi berlebihan.
Baca Juga: Kisah Sumiran Pendiri Reco Pentung, Filosofi Hidup dan Perjuangan Bangun Kerajaan Rokok dari Nol
Pasar Saham Indonesia Masih Volatile dan Sulit Diprediksi
Dalam pemaparannya, strategi investasi saham Indonesia yang ideal harus mempertimbangkan karakter pasar domestik yang cenderung tidak stabil. Ia mencontohkan bahwa bahkan investor berpengalaman sekalipun sulit menentukan arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
Ia menyebut, alih-alih fokus pada prediksi, investor seharusnya memahami bahwa pasar bergerak berdasarkan probabilitas, bukan kepastian. Oleh karena itu, pendekatan berbasis sistem menjadi lebih penting dibandingkan sekadar analisis arah pasar.
Ia juga menyinggung peran investor institusi seperti Danantara Investment Management yang kini aktif sebagai pelaku pasar, baik di obligasi maupun saham. Kehadiran institusi besar tersebut dinilai turut memperkuat dinamika likuiditas di pasar modal Indonesia.
Tiga Pilar Utama Strategi Investasi
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa strategi investasi saham Indonesia yang ia gunakan bertumpu pada tiga hal utama, yakni time horizon, modal, dan disiplin.
Pertama, time horizon menjadi dasar utama dalam menentukan tujuan investasi. Ia mencontohkan penggunaan horizon jangka panjang hingga puluhan tahun untuk kebutuhan masa depan, seperti pendidikan anak. Dengan pendekatan ini, fluktuasi jangka pendek tidak terlalu memengaruhi keputusan investasi.
Kedua, pengelolaan modal menjadi faktor krusial. Ia menekankan bahwa dana investasi harus berasal dari uang yang benar-benar siap menghadapi risiko kehilangan, bukan dana kebutuhan pokok. Investor juga perlu menentukan batas atas dan bawah pembelian untuk mengantisipasi volatilitas harga.
Ketiga adalah disiplin. Menurutnya, banyak investor gagal bukan karena kurang informasi, tetapi karena tidak mampu mengendalikan emosi seperti panik saat harga turun atau FOMO saat harga naik.
Studi Kasus Investasi Saham Blue Chip
Dalam contoh kasus yang ia paparkan, ia mengaku melakukan akumulasi pada saham berkapitalisasi besar di level tertentu saat pasar berada di titik rendah. Ia kemudian membagi strategi pembelian secara bertahap berdasarkan batas risiko yang sudah ditentukan sebelumnya.
Ketika harga saham mengalami kenaikan signifikan, ia melakukan realisasi keuntungan secara bertahap sesuai target yang telah ditetapkan sejak awal. Menurutnya, hasil tersebut bukan berasal dari kemampuan memprediksi pasar, melainkan dari konsistensi menjalankan sistem yang sudah dirancang.
Ia juga menegaskan bahwa strategi investasi saham Indonesia yang sehat tidak bergantung pada rumor atau informasi spekulatif, melainkan pada fundamental perusahaan, valuasi yang wajar, serta pengelolaan risiko yang ketat.
Kesimpulan: Bukan Peramal, Tapi Pengelola Risiko
Ia menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa investor tidak perlu menjadi peramal pasar. Sebaliknya, yang lebih penting adalah menjadi pengelola risiko yang baik agar tetap bertahan dalam berbagai kondisi pasar.
Dengan pendekatan tersebut, investor diharapkan dapat mengurangi potensi kerugian besar sekaligus memaksimalkan peluang keuntungan ketika pasar bergerak sesuai probabilitas yang menguntungkan.
Baca Juga: OJK & Danantara Gempur Pasar Modal: Strategi Investasi Baru Pakai Free Float 15% Bikin Heboh
Editor : Cholifatun Nisak