Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

BIG BANK IHSG Lagi Diskon 50%: BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, Bris Mana Paling Cuan?

Cholifatun Nisak • Rabu, 1 Juli 2026 | 20:18 WIB
BIG BANK IHSG lagi diskon! BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, Bris mana paling undervalue dan berpotensi cuan besar di 2026?
BIG BANK IHSG lagi diskon! BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, Bris mana paling undervalue dan berpotensi cuan besar di 2026?

 

JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Saham-saham big bank IHSG kembali menjadi sorotan setelah mengalami penurunan tajam dalam dua tahun terakhir. Hampir seluruh emiten perbankan besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, hingga BRIS tercatat turun hingga 40–50% dari puncaknya. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan investor: apakah saham perbankan sudah benar-benar murah atau masih berpotensi turun lebih dalam?

Tekanan Suku Bunga dan Kondisi Makro

Dalam beberapa bulan terakhir, pasar keuangan Indonesia menghadapi tekanan akibat kebijakan agresif Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga dari 4,5% menjadi 5,75% dalam waktu singkat. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.

Kenaikan suku bunga berdampak langsung pada sektor perbankan. Biaya dana atau cost of fund meningkat, sehingga menekan margin bunga bersih (net interest margin). Selain itu, pertumbuhan kredit juga berpotensi melambat karena masyarakat dan pelaku usaha lebih berhati-hati dalam mengambil pinjaman.

Big Bank IHSG di Tengah Diskon Besar

Meski demikian, penurunan harga yang dalam justru menciptakan peluang investasi baru. Banyak analis menilai big bank IHSG saat ini berada pada fase diskon menarik, terutama karena fundamental emiten masih relatif kuat dan tetap mampu membagikan dividen.

Dari sisi valuasi, beberapa bank bahkan sudah berada di level rendah. Hal ini membuat dividend yield menjadi sangat menarik, bahkan pada beberapa emiten mencapai dua digit.

Namun, peluang ini tetap dibayangi risiko makro. Selama suku bunga belum stabil dan arus dana asing belum kembali masuk, sektor perbankan masih berpotensi bergerak sideways.

BBCA: Kualitas Premium, Bukan yang Termurah

BBCA tetap dianggap sebagai bank dengan kualitas terbaik di Indonesia. Fundamentalnya kuat, likuiditas tinggi, serta manajemen risiko yang sangat konservatif. Namun, hal tersebut membuat valuasinya tetap premium dengan PBV sekitar 2,9 kali, sehingga bukan pilihan paling murah di sektor ini.

Baca Juga: Strategi Investasi Saham Indonesia di Tengah Bursa Volatile, Trader Bongkar Cara Cuan Miliaran

BBRI: Murah, Tapi Rentan Kredit Mikro

BBRI menjadi salah satu saham dengan valuasi paling menarik. PBV rendah dan dividend yield tinggi membuatnya dilirik investor value. Namun, tantangan utama berasal dari segmen mikro yang sensitif terhadap kondisi ekonomi.

BMRI: Kombinasi Paling Seimbang

BMRI dinilai sebagai salah satu bank paling seimbang dari sisi valuasi dan fundamental. ROE yang masih tinggi membuatnya menarik, meski tetap menghadapi risiko tekanan suku bunga dan perlambatan kredit.

BBNI: Paling Undervalue

BBNI menjadi emiten dengan valuasi paling murah di antara bank besar, dengan PBV di bawah 1 kali. Kondisi ini menjadikannya kandidat deep value, meski sangat bergantung pada perbaikan sentimen makro dan masuknya kembali investor asing.

BRIS: Growth Story Syariah

BRIS memiliki cerita berbeda dengan fokus pada ekosistem keuangan syariah dan pembiayaan emas. Namun, secara valuasi relatif lebih mahal dibanding bank Himbara lainnya, sehingga masih membutuhkan pembuktian pertumbuhan jangka panjang.

Kesimpulan: Tunggu Momentum Makro

Secara keseluruhan, sektor big bank IHSG masih menawarkan peluang besar namun belum sepenuhnya aman dari risiko makro. Stabilitas rupiah, berhentinya kenaikan suku bunga, serta kembalinya aliran dana asing menjadi faktor kunci yang akan menentukan arah selanjutnya.

Sampai kondisi tersebut membaik, investor disarankan tetap selektif dalam memilih emiten perbankan dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing.

Baca Juga: Antrian IPO Ramai, Saham Jelly dan PRDL Oversubscribe Ratusan Ribu Lot, Ini Strategi Investor Ritel

Editor : Cholifatun Nisak
#big bank IHSG #BBCA BBRI BMRI BBNI BRIS #saham perbankan Indonesia #valuasi saham bank #IHSG 2026