JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Pergerakan rekomendasi saham untuk besok 2 Juli 2026 menjadi perhatian investor setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat 0,92% pada perdagangan terbaru. Meski kenaikannya belum terlalu kuat, pasar setidaknya mulai menunjukkan tanda stabil setelah tekanan beruntun beberapa hari sebelumnya.
Kondisi rekomendasi saham untuk besok 2 Juli 2026 juga dipengaruhi oleh arus dana asing yang masih dominan keluar dari saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan. Sementara itu, sejumlah saham komoditas dan second liner justru mulai menunjukkan potensi rebound teknikal yang menarik untuk dicermati.
Di tengah situasi ini, investor dihadapkan pada dua sentimen utama: pelemahan nilai tukar rupiah yang masih berada di kisaran 17.900 mendekati level psikologis 18.000, serta fluktuasi harga komoditas global seperti emas, minyak, dan Bitcoin yang masih bergerak tidak stabil.
Baca Juga: IHSG Anjlok 3% Lebih, Saham Big Banks Justru Jadi “Diskon Emas” Dividen Yield Tembus Belasan Persen
IHSG Mulai Pulih, Tapi Masih Tertekan Asing
Dalam skenario rekomendasi saham untuk besok 2 Juli 2026, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dengan resistance kuat di area 6.350–6.360 dan support di sekitar 5.500. Pada perdagangan terakhir, indeks sempat menyentuh area bawah 5.590 sebelum akhirnya ditutup menguat tipis.
Namun, data transaksi menunjukkan investor asing masih melakukan aksi jual bersih di sejumlah saham besar. Bank BRI tercatat mengalami net sell sekitar Rp352 miliar, Bank Mandiri Rp246 miliar, serta BBNI yang juga berada dalam tekanan distribusi asing. Meski demikian, BBCA justru mencatatkan inflow sekitar Rp135 miliar.
Tekanan ini menunjukkan bahwa pasar masih dalam fase rotasi, di mana dana asing belum kembali masuk secara agresif ke sektor perbankan.
Big Banks Jadi Kunci Arah IHSG
Dalam peta rekomendasi saham untuk besok 2 Juli 2026, saham-saham big banks masih menjadi penentu utama arah indeks. BBCA diperkirakan bergerak di area resistance 5.700 dengan potensi menuju 5.900 jika mampu breakout.
Sementara itu, BBRI terkoreksi ke area 2.670 dengan support kuat di 2.550, menjadikannya salah satu saham dengan valuasi menarik di level saat ini. Bank Mandiri juga melemah ke kisaran 3.800 dengan potensi rebound jika mampu bertahan di atas support 3.650.
BNI (BBNI) tetap menjadi saham dengan valuasi paling murah di sektor ini, meskipun tekanan asing masih cukup besar. Secara keseluruhan, sektor perbankan masih berada dalam fase akumulasi bertahap, bukan tren bullish kuat.
Baca Juga: IHSG Terkoreksi, Dividen Yield Saham Jadi Daya Tarik: Momen Tepat Dividend Investing?
Saham Komoditas dan Spekulatif Mulai Bergerak
Selain perbankan, rekomendasi saham untuk besok 2 Juli 2026 juga menyoroti pergerakan saham komoditas dan energi. TPIA menjadi salah satu sorotan setelah sempat gagal menembus resistance 1.770, namun masih berpotensi menuju 1.820 jika volume meningkat.
BRPT melonjak lebih dari 7% dan mulai menunjukkan akumulasi asing yang cukup agresif. Sementara BRMS dan BUMI masih berada dalam fase teknikal yang volatile, dengan potensi swing trading di area support masing-masing.
DSSA tetap bergerak sideways dalam rentang 780–890, sedangkan CUAN mencatat kenaikan tajam 16% dengan potensi lanjut ke 655–700 jika momentum terjaga.
Rupiah dan Komoditas Jadi Faktor Penentu
Sentimen makro juga menjadi bagian penting dalam rekomendasi saham untuk besok 2 Juli 2026. Rupiah yang masih berada di dekat level 18.000 menjadi risiko utama bagi pasar saham domestik. Jika level ini ditembus, tekanan terhadap IHSG diperkirakan meningkat.
Di sisi lain, harga emas yang masih bertahan di atas 4.000 USD per ons serta minyak di kisaran 69–72 USD per barel menunjukkan kondisi global yang masih belum sepenuhnya stabil. Bitcoin yang melemah ke bawah area support juga menambah tekanan pada aset berisiko.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, rekomendasi saham untuk besok 2 Juli 2026 menunjukkan pasar masih berada dalam fase transisi antara tekanan dan peluang rebound. Big banks mulai menarik di area bawah, sementara saham komoditas dan spekulatif menawarkan peluang trading jangka pendek dengan volatilitas tinggi.
Baca Juga: IHSG Anjlok 3 Persen, Rupiah Tembus 17.893: Pasar Saham Babak Belur Dihajar Sentimen Global
Editor : Cholifatun Nisak