Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Watchlist Saham 2 Juli 2026: BEEF, RATU dan RAJA Jadi Pilihan, Analis Masih Waspadai IHSG

Gita Dwi Nuraini • Kamis, 2 Juli 2026 | 11:15 WIB
Watchlist saham 2 Juli 2026 menyoroti BEEF, RATU dan RAJA. Simak analisis IHSG, saham Prajogo Pangestu hingga IPO Jelly yang jadi perhatian.(Gemini AI)
Watchlist saham 2 Juli 2026 menyoroti BEEF, RATU dan RAJA. Simak analisis IHSG, saham Prajogo Pangestu hingga IPO Jelly yang jadi perhatian.(Gemini AI)

 

JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COMWatchlist saham 2 Juli 2026 mulai kembali bermunculan setelah IHSG mencatat technical rebound pada perdagangan Rabu (1/7). Meski demikian, analis masih mengingatkan bahwa penguatan indeks belum cukup kuat untuk mengubah tren pasar yang masih dibayangi tekanan jual sehingga investor tetap diminta berhati-hati.

Dalam watchlist saham 2 Juli 2026, tiga saham yang dinilai paling menarik untuk dipantau adalah BEEF, RATU, dan RAJA. Ketiganya dianggap memiliki momentum teknikal yang lebih baik dibandingkan saham-saham lain yang masih bergerak tanpa arah jelas.

Meski demikian, watchlist saham 2 Juli 2026 tetap disusun berdasarkan analisis teknikal semata. Investor diingatkan agar seluruh keputusan transaksi dilakukan sesuai profil risiko masing-masing karena kondisi pasar masih cukup fluktuatif.

Baca Juga: 26 Truk Roda Enam Ditilang di Jalur Alternatif Jembatan Gondang 1 di Simpang Pacet, Rambu dan Portal Pembatas Masih Diabaikan

IHSG Rebound, tetapi Volumenya Masih Minim

IHSG berhasil ditutup menguat sekitar 0,92 persen pada perdagangan terakhir. Namun, kenaikan tersebut belum sepenuhnya meyakinkan karena nilai transaksi harian hanya mencapai sekitar Rp9,6 triliun.

Nilai tersebut masih jauh di bawah rata-rata transaksi harian IHSG yang dalam kondisi normal bisa mencapai Rp20 triliun hingga Rp30 triliun.

Selain itu, investor asing juga masih mencatatkan aksi jual bersih sekitar Rp500 miliar, terutama pada saham-saham sektor perbankan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sentimen pasar belum benar-benar pulih meski indeks berhasil ditutup di zona hijau.

Menurut analis, technical rebound memang mulai memunculkan peluang pada sejumlah saham tertentu, tetapi secara keseluruhan tren IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi apabila tidak didukung peningkatan volume transaksi.

Baca Juga: Dalem Kanjengan Beralih Fungsi Jadi Perkantoran, Status Situs Bersejarah Tulungagung Tetap Dipertahankan

BEEF Masuk Watchlist Utama

Saham PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) menjadi pilihan utama dalam daftar pantauan perdagangan Kamis (2/7).

Analis menilai terdapat akumulasi yang cukup kuat dari salah satu broker yang selama ini dikenal aktif menggerakkan saham tersebut. Pada perdagangan terakhir, saham BEEF melonjak sekitar 25 persen dengan peningkatan volume transaksi yang signifikan.

Kombinasi antara kenaikan volume dan dominasi aksi beli broker utama dinilai menjadi sinyal positif bahwa saham tersebut masih memiliki momentum jangka pendek.

Karena itu, BEEF dinilai layak masuk watchlist, meski investor tetap disarankan hanya masuk ketika momentum penguatan masih berlanjut.

Baca Juga: Jamasan Pusaka di Dalem Kanjengan Tetap Digelar, Plt Bupati Tulungagung Tegaskan Tak Terganggu Penyidikan Korupsi

RATU dan RAJA Didukung Momentum Korporasi

Selain BEEF, saham RATU dan RAJA juga menjadi perhatian.

Untuk RATU, peningkatan volume transaksi dinilai cukup menarik karena berhasil menembus area resistance yang sebelumnya gagal dilewati. Dominasi pembelian juga masih berasal dari broker yang aktif mengakumulasi saham tersebut.

Sementara itu, RAJA memperoleh sentimen tambahan dari rencana aksi korporasi berupa stock split yang dijadwalkan memasuki tahap penting dalam waktu dekat.

Menurut analis, saham yang akan melakukan stock split umumnya mengalami tekanan menjelang cum date. Namun kondisi RAJA justru menunjukkan pola transaksi yang masih relatif sehat sehingga layak dipantau lebih lanjut.

Saham Grup Prajogo Pangestu Belum Menarik

Di sisi lain, analis belum merekomendasikan saham-saham yang berada dalam kelompok Prajogo Pangestu meski mayoritas berhasil ditutup menguat.

BRPT dinilai baru mengalami technical rebound setelah menyentuh area support sehingga belum menunjukkan sinyal pembalikan tren yang kuat.

Hal serupa juga terlihat pada PTRO dan TPIA yang dinilai belum memiliki dukungan transaksi yang cukup solid. Sementara CUAN memang melonjak sekitar 16 persen, tetapi penguatan tersebut dinilai masih berisiko diikuti aksi ambil untung pada perdagangan berikutnya.

Karena itu, investor disarankan tidak terburu-buru mengejar kenaikan harga pada saham-saham tersebut hingga muncul konfirmasi tren yang lebih jelas.

IPO Jelly Jadi Sorotan Investor

Selain membahas saham di pasar reguler, analis juga menyoroti sejumlah penawaran umum perdana saham (IPO) yang akan berlangsung pada Juli.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah IPO PT Chandra Daya Investasi Tbk (Jelly). Menurutnya, jumlah dana yang dihimpun perusahaan relatif tidak terlalu besar sehingga potensi persaingan mendapatkan alokasi saham diperkirakan cukup tinggi.

Investor yang ingin mengikuti IPO tersebut disarankan memperhatikan strategi pemesanan karena peluang memperoleh alokasi dalam jumlah besar diperkirakan cukup terbatas.

Di sisi lain, IPO JECX juga dinilai menarik berkat rekam jejak penjamin emisi (underwriter) yang cukup baik, meski masih terdapat beberapa catatan yang perlu dicermati investor sebelum mengambil keputusan.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Watchlist saham 2 Juli 2026 #IPO Jelly #Beef #raja #ratu