Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Prediksi IHSG 2 Juli 2026: Smart Money Mulai Masuk, BBRI hingga BBCA Siap Rebound?

Gita Dwi Nuraini • Kamis, 2 Juli 2026 | 11:40 WIB
Prediksi IHSG 2 Juli 2026: smart money mulai masuk, simak analisis BBRI, BBCA, BMRI, TLKM dan peluang pergerakan saham hari ini.(Gemini AI)
Prediksi IHSG 2 Juli 2026: smart money mulai masuk, simak analisis BBRI, BBCA, BMRI, TLKM dan peluang pergerakan saham hari ini.(Gemini AI)

 

JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COMPrediksi IHSG 2 Juli 2026 menjadi perhatian pelaku pasar setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Rabu, 1 Juli 2026. Meski mencatat penguatan, pergerakan indeks dinilai masih membutuhkan konfirmasi karena belum didukung lonjakan nilai transaksi maupun berakhirnya aksi jual investor asing.

Dalam analisis teknikal yang dibagikan melalui kanal YouTube, prediksi IHSG 2 Juli 2026 masih cenderung positif selama indeks mampu bertahan di atas area support penting. Analis menilai munculnya indikasi masuknya smart money menjadi sinyal awal yang patut dicermati investor menjelang perdagangan Kamis, 2 Juli 2026.

Selain membahas prediksi IHSG 2 Juli 2026, analis juga menyoroti prospek sejumlah saham unggulan seperti BBRI, BBCA, BMRI, BBNI, BRIS hingga TLKM yang dinilai masih berada dalam fase konsolidasi dan menunggu konfirmasi pembalikan tren.

Baca Juga: Prediksi IHSG 2 Juli 2026: Analis Minta Waspada, BBRI, BMRI hingga TPIA Masih Berpotensi Terkoreksi

IHSG Menguat, Smart Money Mulai Terlihat

IHSG berhasil ditutup menguat meski aktivitas perdagangan masih relatif sepi dengan nilai transaksi di bawah Rp10 triliun. Menurut analis, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan indeks belum sepenuhnya didukung partisipasi pasar yang besar.

Di sisi lain, investor asing masih membukukan aksi jual bersih sekitar Rp548,4 miliar. Meski demikian, terdapat indikasi smart money mulai melakukan akumulasi sehingga memberikan harapan adanya penguatan lanjutan apabila arus dana tersebut terus berlanjut.

Secara teknikal, IHSG dinilai berpeluang melanjutkan kenaikan apabila mampu menembus area resistance di kisaran 6.343. Selama support utama tetap terjaga, peluang penguatan masih terbuka.

Baca Juga: Rejeki wondr BNI Hadir, Tingkatkan Saldo dan Transaksi Berpeluang Raih Mercedes-Benz hingga Emas

Saham Perbankan Masih Menunggu Konfirmasi

Saham-saham perbankan masih menjadi perhatian utama. BBRI masih mengalami tekanan jual asing dengan level support di kisaran 2.550. Apabila support tersebut bertahan, peluang rebound dinilai masih terbuka, meski investor disarankan menunggu terbentuknya sinyal teknikal yang lebih kuat.

BBNI juga masih bergerak dalam fase koreksi. Analis menyarankan investor tidak terburu-buru melakukan pembelian hingga indikator MA10 mulai berbalik naik sebagai tanda awal perubahan tren.

Hal serupa berlaku pada BMRI yang masih berpotensi menguji area support di sekitar 3.650. Meskipun mulai muncul akumulasi dari sebagian pelaku pasar, konfirmasi tren naik dinilai belum terbentuk sepenuhnya.

Sementara itu, BBCA mulai menunjukkan sinyal yang lebih positif setelah kembali mendapat akumulasi investor asing. Target jangka pendek berada di kisaran 5.925, sedangkan peluang menuju area 6.450 akan semakin besar apabila mampu menembus resistance berikutnya.

Baca Juga: Rekomendasi Saham 2 Juli 2026: BBCA, BBRI, DSSA dan TPIA, Buy on Weakness atau Buy on Break?

BRIS dan TLKM Masih Dalam Fase Bottoming

Pada saham BRIS, harga dinilai masih berada dalam tren turun meski mulai mendekati area support. Investor disarankan menunggu breakout di sekitar level 1.845 sebelum mempertimbangkan posisi beli.

Adapun TLKM mulai memperlihatkan indikasi fase bottoming. Namun, posisi MA10 yang masih berada di atas harga membuat saham ini belum memberikan sinyal beli yang kuat. Jika mampu menembus area 2.790 hingga 2.950, peluang kenaikan dinilai semakin terbuka.

Investor Diminta Tetap Selektif

Selain saham perbankan, analis juga mengulas sejumlah emiten lain seperti LOPI, MSIN, BANG, WRG, GTSI dan PIPA. Mayoritas saham tersebut mulai menunjukkan indikasi akumulasi, namun masih membutuhkan konfirmasi lanjutan sebelum layak menjadi pilihan trading maupun investasi jangka pendek.

Secara keseluruhan, perdagangan IHSG pada 2 Juli 2026 diperkirakan masih akan dipengaruhi pergerakan dana asing, aktivitas smart money, serta kemampuan indeks mempertahankan area support dan menembus resistance. Investor disarankan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko dan tidak terburu-buru mengambil posisi sebelum muncul konfirmasi teknikal yang lebih kuat.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#IHSG 2 Juli 2026 #smart money #BBRI #BBCA #analisis saham