JAKARTA - Langkah besar diambil oleh raksasa industri kreatif tanah air di awal tahun 2026. PT RANS Entertainment Indonesia Tbk, perusahaan media dan hiburan yang didirikan oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, secara resmi mencatatkan saham perdana mereka di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui aksi korporasi Initial Public Offering (IPO), emiten yang menggunakan kode saham RANS ini resmi menjadi perusahaan tercatat ke-7 pada tahun ini sekaligus menjadi emiten ke-963 di bursa nasional. Kehadiran saham RANS Entertainment langsung memicu antusiasme luar biasa dari para investor dan pelaku pasar modal.
Pada perdagangan perdananya begitu bel pembukaan ditiup, saham RANS Entertainment langsung bergerak liar dan melesat tajam sebesar 34,12 persen. Saham emiten baru ini langsung melonjak ke posisi harga Rp228 per lembar dari harga penawaran awal yang ditetapkan. Kenaikan signifikan ini langsung menyentuh batas auto rejection atas (ARA) yang mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap fundamental bisnis yang dibangun oleh pasangan selebriti tersebut. Masuknya saham RANS Entertainment ke papan bursa dinilai menjadi angin segar bagi sektor consumer cyclical di Indonesia.
Melantainya emiten dengan kode RANS ini tidak hanya sekadar menjadi tonggak sejarah bagi perseroan, melainkan juga bagi panggung ekonomi nasional secara keseluruhan. Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa industri kreatif lokal tidak lagi dipandang sebelah mata atau berdiri di pinggiran ekonomi. Melalui IPO ini, dunia bisnis kreatif menunjukkan taringnya bahwa gagasan, seni, dan ketulusan para kreator digital mampu berdiri sejajar dengan sektor ekonomi strategis lainnya demi menarik pendanaan jangka panjang.
Baca Juga: Saham RANS Entertainment Resmi Melantai di BEI, Harga Langsung Melejit 34 Persen!
Isak Tangis Nagita Slavina Mengingat Awal Perjuangan
Dalam seremoni pencatatan perdana tersebut, Direktur Utama PT RANS Entertainment Indonesia Tbk, Nagita Slavina Mariana Tengker, tidak kuasa menahan rasa harunya di atas podium BEI. Sambil meneteskan air mata, ia mengenakan kembali memori masa lalu saat RANS dibentuk dari sesuatu yang sangat sederhana. Bisnis ini berawal dari garasi rumah, hanya mengandalkan satu kamera, fokus pada cerita keluarga, dan digerakkan oleh tim kecil yang jumlahnya bahkan kurang dari 10 orang.
Namun kini, entitas hiburan tersebut telah menjelma menjadi sebuah ekosistem bisnis berskala raksasa. Nagita menegaskan bahwa apa yang mereka bangun jauh lebih besar dari sekadar nama popularitas dua orang pendirinya. RANS telah berhasil mengadopsi teknologi terbaru guna mengelola hak kekayaan intelektual atau intellectual property (IP), memproduksi konten digital, menyelenggarakan berbagai event besar, hingga menghidupkan komunitas konsumen yang loyal di seluruh penjuru Indonesia.
Menggerakkan Roda Ekonomi Melalui Era Baru
Lebih lanjut, manajemen menjelaskan bahwa industri hiburan global telah bergeser dan mengalami transformasi yang sangat masif. Hiburan tidak lagi dipandang sebatas tontonan semata, melainkan sudah menjelma menjadi infrastruktur penggerak ekonomi yang riil. Sebuah proyek kreatif atau hak kekayaan intelektual yang kuat terbukti mampu memberikan efek domino (multiplier effect) yang luar biasa, mulai dari menghidupkan sektor pariwisata daerah, menggerakkan transportasi, menyerap okupansi perhotelan, hingga memberdayakan pelaku UMKM lokal.
Dunia saat ini tengah melangkah masuk ke dalam era experience economy, di mana masyarakat tidak lagi sekadar membeli komoditas fisik, melainkan membeli sebuah cerita, pengalaman, dan memori bernilai tinggi. Dana segar yang dihimpun dari aksi IPO ini nantinya akan difokuskan secara penuh untuk memperkuat fondasi jangka panjang perusahaan. Langkah go public ini dipandang bukan sebagai garis akhir, melainkan titik awal untuk mengoptimalkan potensi pasar yang lebih dalam dan berbasis pada kekuatan komunitas digital.
Menjaga Transparansi dan Good Corporate Governance
Otoritas Bursa Efek Indonesia menyambut hangat bergabungnya perusahaan media ini ke dalam pasar modal. Pihak bursa menekankan bahwa status sebagai perusahaan publik membawa tanggung jawab yang jauh lebih besar terhadap masyarakat luas dan para investor sekuritas. Tata kelola perusahaan yang bersih, keterbukaan informasi secara konsisten, serta kualitas pelaporan keuangan yang akuntabel menjadi kewajiban yang harus dijalankan demi menjaga kepercayaan jangka panjang.
Melesatnya harga saham berkode RANS ini juga memberikan stimulus positif terhadap kondisi pasar modal harian. Bersamaan dengan prosesi tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut merangkak naik dan berada di posisi 5.943,30 atau menguat sebesar 0,51 persen dibandingkan indeks penutupan hari sebelumnya. Momentum ini menjadi pengingat berharga bagi para anak muda dan pelaku usaha kecil di luar sana bahwa mimpi yang besar tetap bisa diwujudkan melalui konsistensi dari langkah-langkah kecil.
Editor : Natasha Eka Safrina