Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

PKH BPNT Tahap 3 2026 Mulai Disalurkan 20 Juli, Kemensos Siapkan Program PPSE agar KPM Naik Kelas

Davina Ar Raafika • Rabu, 15 Juli 2026 | 19:15 WIB
PKH BPNT Tahap 3 2026 dijadwalkan mulai cair 20 Juli. Kemensos juga menyiapkan Program PPSE untuk membantu KPM menjadi lebih mandiri. (Pinterest)
PKH BPNT Tahap 3 2026 dijadwalkan mulai cair 20 Juli. Kemensos juga menyiapkan Program PPSE untuk membantu KPM menjadi lebih mandiri. (Pinterest)

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan penyaluran bantuan sosial PKH BPNT Tahap 3 2026 segera dimulai. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut penyaluran bantuan untuk periode Juli-September 2026 dijadwalkan mulai berlangsung pada 20 Juli 2026, sementara proses pemutakhiran dan pembersihan data penerima masih terus diselesaikan.

Informasi mengenai PKH BPNT Tahap 3 2026 menjadi perhatian banyak keluarga penerima manfaat (KPM). Selain jadwal pencairan, pemerintah juga menyiapkan program baru yang bertujuan membantu penerima bansos menjadi lebih mandiri melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).

Kemensos menjelaskan bahwa seluruh proses penyaluran dilakukan setelah data penerima selesai diverifikasi agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar memenuhi syarat.

Jadwal Penyaluran PKH dan BPNT Tahap 3

Dalam penjelasannya, Gus Ipul menyampaikan bahwa bantuan sosial PKH dan BPNT untuk triwulan ketiga tahun 2026, yang mencakup periode Juli hingga September, dijadwalkan mulai disalurkan pada 20 Juli 2026.

Sebelum penyaluran dilakukan, Kemensos masih menyelesaikan proses cleansing atau pembersihan data berdasarkan hasil pemutakhiran yang dikirimkan pemerintah daerah.

Langkah tersebut dilakukan agar daftar penerima bantuan benar-benar sesuai dengan kondisi terbaru di lapangan.

Baca Juga: Sejarah Kota Bandung, Berawal dari Danau Purba hingga Dijuluki Paris Van Java dan Mendunia Lewat KAA

Proses Pemutakhiran Data Dilakukan Berjenjang

Kemensos menjelaskan bahwa pembaruan data penerima bansos tidak dilakukan secara langsung di tingkat pusat.

Proses dimulai dari tingkat RT dan RW yang mendata kondisi masyarakat. Data kemudian diteruskan kepada operator desa atau kelurahan sebelum diverifikasi oleh Dinas Sosial.

Setelah melalui tahapan tersebut, data disahkan oleh bupati atau wali kota sebelum dikirim ke Kemensos.

Tahap berikutnya adalah proses verifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai bagian dari validasi akhir sebelum bantuan disalurkan kepada penerima yang berhak.

Dengan mekanisme tersebut, pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial dapat berlangsung lebih akurat dan meminimalkan kesalahan data.

Kemensos Siapkan Program PPSE bagi KPM

Selain membahas jadwal pencairan bansos, video juga menyoroti Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) yang sedang dipersiapkan pemerintah.

Program tersebut ditujukan kepada lebih dari 150.000 keluarga penerima manfaat.

Melalui PPSE, pemerintah ingin membantu penerima bansos meningkatkan keterampilan, memperoleh akses yang lebih luas, serta memiliki aset yang dapat menunjang peningkatan kesejahteraan.

Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya mendorong KPM agar mampu meningkatkan taraf hidup secara bertahap.

Target Akhir Agar KPM Mandiri

Dalam penjelasan video disebutkan bahwa tujuan utama PPSE bukan hanya memberikan bantuan sementara.

Program tersebut diarahkan agar keluarga penerima manfaat dapat mencapai kondisi mandiri sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial pemerintah.

Proses pemberdayaan itu akan dievaluasi dalam kurun waktu sekitar 12 bulan.

Apabila program berjalan sesuai target, KPM diharapkan mampu melakukan graduasi atau keluar dari daftar penerima bantuan karena kondisi ekonominya telah meningkat.

Baca Juga: Ayu Ting Ting Bahagia di DMD Panggung Rezeki, Ragil Raih Rp1,5 Juta, Hubungannya dengan Kevin Gusnadi Disorot

Status Tahap 3 Belum Muncul di Aplikasi SIKS-NG

Sementara itu, untuk perkembangan teknis penyaluran, dijelaskan bahwa periode bantuan Juli, Agustus, dan September 2026 masih belum muncul pada aplikasi SIKS-NG.

Kondisi tersebut dinilai masih wajar karena proses pemutakhiran data belum sepenuhnya selesai.

Video memperkirakan penyaluran bantuan tidak dilakukan sekaligus, melainkan berlangsung secara bertahap mulai akhir Juli hingga berlanjut pada Agustus dan September 2026.

Karena itu, keluarga penerima manfaat diminta tetap menunggu proses resmi dari pemerintah.

KPM Diimbau Tidak Terlalu Sering Mengecek ATM

Dalam penutupnya, video juga memberikan imbauan kepada para penerima bantuan agar tidak terlalu sering mendatangi ATM maupun agen bank hanya untuk memastikan dana sudah masuk.

Kebiasaan tersebut dikhawatirkan justru dapat meningkatkan risiko kerusakan kartu KKS apabila dilakukan berulang kali sebelum proses penyaluran benar-benar berlangsung.

Masyarakat diminta bersabar menunggu informasi resmi mengenai jadwal pencairan sesuai tahapan yang ditetapkan pemerintah.

Dengan demikian, fokus pemerintah saat ini bukan hanya memastikan PKH BPNT Tahap 3 2026 tersalurkan sesuai jadwal mulai 20 Juli 2026, tetapi juga memastikan data penerima telah melalui proses verifikasi yang berjenjang.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) sebagai langkah jangka panjang agar keluarga penerima manfaat memiliki kesempatan meningkatkan kesejahteraan dan secara bertahap mampu mandiri tanpa bergantung pada bantuan sosial.

Editor : Davina Ar Raafika
Sumber : Yt DIARY BANSOS
PKH BPNT Tahap 3 2026 BPNT Juli 2026 Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi pencairan PKH Juli 2026 SIKS-NG KPM 2026