Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Panduan Tabel Angsuran KUR BRI 2026: Cara Memilih Tenor agar Cicilan Tetap Aman dan Sesuai Kemampuan

Davina Ar Raafika • Jumat, 17 Juli 2026 | 14:10 WIB
Tabel Angsuran KUR BRI 2026 wajib dipahami sebelum mengajukan pinjaman. Simak cara memilih tenor, plafon, dan cicilan sesuai kemampuan bayar. (Pinterest)
Tabel Angsuran KUR BRI 2026 wajib dipahami sebelum mengajukan pinjaman. Simak cara memilih tenor, plafon, dan cicilan sesuai kemampuan bayar. (Pinterest)

JAKARTA - Tabel Angsuran KUR BRI 2026 menjadi acuan penting yang perlu dipahami sebelum mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Melalui sebuah video YouTube, dijelaskan bahwa calon nasabah sebaiknya tidak hanya melihat besarnya cicilan bulanan, tetapi juga memahami hubungan antara plafon pinjaman, tenor, dan kemampuan membayar agar tidak mengalami kesulitan saat mengangsur.

Penjelasan mengenai Tabel Angsuran KUR BRI 2026 menyoroti struktur dasar yang terdiri atas jumlah pinjaman dan pilihan jangka waktu pembayaran. Kedua komponen tersebut akan menentukan besaran cicilan yang harus dibayar setiap bulan selama masa kredit berlangsung.

Video tersebut juga mengingatkan bahwa dana KUR sebaiknya dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif. Dengan memahami cara membaca tabel angsuran sejak awal, calon debitur dapat menentukan pilihan pinjaman yang lebih sesuai dengan kondisi keuangannya.

Memahami Struktur Tabel Angsuran KUR BRI 2026

Sebelum mengajukan pinjaman, calon nasabah perlu memahami isi tabel angsuran yang menjadi dasar perhitungan cicilan.

Dalam video dijelaskan bahwa komponen pertama adalah jumlah pinjaman atau plafon kredit. Bagian ini menunjukkan nominal dana yang akan dipinjam oleh nasabah.

Besaran plafon yang dicontohkan dalam video dimulai dari Rp10 juta hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Nominal pinjaman inilah yang nantinya menjadi dasar dalam menghitung besarnya cicilan sesuai pilihan jangka waktu pelunasan.

Komponen berikutnya adalah tenor atau jangka waktu kredit.

Pilihan tenor yang dijelaskan dalam video meliputi 12 bulan, 24 bulan, 36 bulan, hingga 60 bulan.

Semakin panjang tenor yang dipilih, maka periode pelunasan kredit juga akan semakin lama.

Sebaliknya, tenor yang lebih singkat membuat pinjaman lebih cepat lunas.

Perbedaan Tenor Pendek dan Tenor Panjang

Video tersebut menjelaskan bahwa setiap pilihan tenor memiliki konsekuensi yang berbeda terhadap cicilan bulanan.

Apabila memilih tenor 12 bulan, cicilan yang harus dibayar setiap bulan akan lebih besar.

Namun, keuntungan dari tenor pendek adalah masa pelunasan menjadi lebih cepat selesai.

Dengan demikian, kewajiban membayar angsuran juga berakhir lebih singkat dibandingkan tenor yang lebih panjang.

Sebaliknya, tenor 60 bulan memberikan cicilan bulanan yang relatif lebih ringan.

Pilihan ini disebut cocok bagi pelaku usaha yang baru memulai usaha atau memiliki penghasilan yang masih terbatas.

Meski demikian, video mengingatkan bahwa tenor panjang membuat total pembayaran dalam jangka panjang menjadi lebih besar.

Karena itu, pemilihan tenor tidak hanya mempertimbangkan besarnya cicilan bulanan, tetapi juga konsekuensi pembayaran secara keseluruhan.

Jangan Hanya Tergiur Cicilan Kecil

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan calon peminjam adalah hanya memperhatikan nominal cicilan setiap bulan.

Dalam video dijelaskan bahwa banyak orang memilih tenor panjang karena melihat cicilannya lebih kecil.

Padahal, keputusan tersebut seharusnya juga mempertimbangkan kemampuan membayar selama masa kredit berlangsung.

Calon debitur diingatkan agar tidak sampai memilih cicilan yang akhirnya mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Kemampuan keuangan harus menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan jumlah pinjaman maupun tenor yang akan dipilih.

Dengan cara tersebut, risiko kesulitan membayar angsuran di kemudian hari dapat diminimalkan.

Baca Juga: Disuguhi Kesenian Lokal Khas Bumi Lawadan, Kunjungan Ketua Umum PPAL Perkuat Soliditas Purnawirawan TNI AL di Tulungagung

Pilih Cicilan Sesuai Kondisi Keuangan

Video tersebut kembali menekankan bahwa setiap orang memiliki kondisi keuangan yang berbeda.

Karena itu, tidak ada satu pilihan tenor yang cocok untuk seluruh peminjam.

Bagi sebagian orang, tenor pendek mungkin lebih sesuai karena mampu membayar cicilan yang lebih besar.

Sementara itu, ada pula yang lebih nyaman memilih tenor panjang agar beban cicilan bulanan tidak terlalu berat.

Yang terpenting adalah memastikan besarnya angsuran masih berada dalam batas kemampuan keuangan.

Calon peminjam juga diimbau untuk tidak memaksakan diri mengambil pinjaman yang melebihi kapasitas pembayaran.

Langkah tersebut dinilai dapat membantu menjaga kelancaran pembayaran angsuran hingga masa kredit berakhir.

Dana KUR Disarankan Digunakan untuk Kebutuhan Produktif

Selain membahas cara membaca tabel angsuran, video juga memberikan penjelasan mengenai penggunaan dana KUR.

Dana pinjaman disarankan dimanfaatkan untuk kegiatan yang bersifat produktif.

Beberapa contoh penggunaan yang disebutkan dalam video antara lain sebagai tambahan modal usaha.

Selain itu, dana juga dapat digunakan untuk membeli peralatan kerja yang mendukung operasional usaha.

Pilihan lainnya adalah mengembangkan usaha atau menambah persediaan dagangan.

Sebaliknya, video mengingatkan agar dana KUR tidak digunakan untuk kebutuhan konsumtif.

Penggunaan pinjaman demi memenuhi gaya hidup atau gengsi pribadi tidak disarankan.

Fokus utama KUR adalah membantu pengembangan usaha sehingga manfaat pembiayaan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Baca Juga: KUR Mikro BRI 2026 Pinjaman hingga Rp100 Juta Tanpa Jaminan, Simak Syarat agar Pengajuan Lolos

Mengapa Memahami Tabel Angsuran Sangat Penting?

Memahami isi tabel angsuran sebelum mengajukan pinjaman dapat membantu calon nasabah mengambil keputusan yang lebih tepat.

Dengan mengetahui hubungan antara plafon pinjaman dan tenor, peminjam dapat memperkirakan kemampuan membayar cicilan setiap bulan.

Langkah ini juga membantu menghindari keputusan yang hanya didasarkan pada nominal angsuran yang terlihat kecil.

Video tersebut menegaskan bahwa besarnya cicilan bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.

Calon debitur juga harus mempertimbangkan kondisi keuangan selama jangka waktu pembayaran berlangsung.

Melalui perencanaan yang matang, proses pelunasan pinjaman diharapkan dapat berjalan lebih lancar.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Mengajukan KUR

Berdasarkan penjelasan dalam video, terdapat beberapa poin penting yang sebaiknya diperhatikan calon peminjam.

Pertama, pahami terlebih dahulu jumlah pinjaman yang dibutuhkan sesuai keperluan usaha.

Kedua, pelajari pilihan tenor mulai dari 12, 24, 36, hingga 60 bulan beserta dampaknya terhadap besaran cicilan.

Ketiga, jangan hanya terpaku pada cicilan bulanan yang terlihat ringan.

Pastikan angsuran tetap sesuai dengan kemampuan keuangan sehingga tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Keempat, gunakan dana KUR untuk kegiatan yang produktif, seperti menambah modal usaha, membeli alat kerja, atau mengembangkan usaha yang sedang dijalankan.

Terakhir, hindari memaksakan diri mengambil pinjaman yang berada di luar kemampuan pembayaran.

Video tersebut menegaskan bahwa keputusan dalam memilih plafon dan tenor harus disesuaikan dengan kondisi finansial masing-masing.

Dengan memahami struktur tabel angsuran sejak awal, calon debitur memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kewajiban pembayaran selama masa kredit.

Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih bijak sebelum mengajukan KUR BRI 2026, sehingga pinjaman benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan dan kemampuan membayar.

Editor : Davina Ar Raafika
Sumber : Yt Edgar Tutorial
tenor KUR BRI Cicilan KUR BRI Plafon KUR BRI Tabel angsuran KUR BRI 2026 KUR BRI 2026