Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

KUR BRI Syarat 2026 Terbaru: Simak Dokumen Wajib, Aturan NPWP, SKU, hingga Ketentuan Jaminan

Davina Ar Raafika • Jumat, 17 Juli 2026 | 15:20 WIB
KUR BRI syarat 2026 meliputi e-KTP, KK terbaru, NPWP untuk pinjaman di atas Rp50 juta, SKU, usaha minimal 6 bulan, dan ketentuan jaminan. (Pinterest)
KUR BRI syarat 2026 meliputi e-KTP, KK terbaru, NPWP untuk pinjaman di atas Rp50 juta, SKU, usaha minimal 6 bulan, dan ketentuan jaminan. (Pinterest)

JAKARTA - KUR BRI syarat menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari pelaku UMKM pada 2026. Berdasarkan penjelasan dalam sebuah video YouTube, mekanisme pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BRI tahun 2026 disebut tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Program ini tetap disalurkan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui subsidi pembiayaan.

Informasi mengenai KUR BRI syarat menjelaskan bahwa calon peminjam tetap harus memenuhi sejumlah persyaratan administrasi dan persyaratan usaha sebelum mengajukan pinjaman. Persyaratan tersebut meliputi domisili, dokumen kependudukan, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat Keterangan Usaha (SKU), hingga ketentuan mengenai jaminan yang dapat berbeda di setiap kantor cabang Bank BRI.

Selain membahas syarat pengajuan, video juga mengingatkan agar masyarakat memilih plafon pinjaman sesuai kemampuan membayar angsuran setiap bulan sehingga tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban kredit.

Pengajuan KUR BRI 2026 Disebut Tidak Berubah Signifikan

Pada awal video dijelaskan bahwa proses pengajuan KUR BRI tahun 2026 pada dasarnya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menurut penjelasan dalam video, tidak terdapat perubahan signifikan pada mekanisme pengajuan pinjaman.

Video juga menyebut pemerintah menambah alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendukung subsidi program KUR.

Sementara itu, Bank BRI sebagai salah satu lembaga penyalur KUR disebut memperoleh tambahan dukungan untuk penyaluran pembiayaan kepada pelaku UMKM.

Tujuan dari program tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam video, adalah membantu masyarakat mengembangkan usaha agar dapat tumbuh menjadi UMKM yang lebih maju.

Domisili dan e-KTP Menjadi Persyaratan Dasar

Salah satu syarat utama yang dijelaskan dalam video adalah mengenai domisili calon peminjam.

Calon debitur wajib berdomisili di Indonesia.

Persyaratan tersebut dibuktikan dengan kepemilikan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP.

Video juga menjelaskan bahwa pengajuan masih dimungkinkan dilakukan di luar domisili yang tertera pada KTP apabila lokasi usaha berada di wilayah lain.

Namun, kondisi tersebut akan memerlukan proses komunikasi administratif antar kantor Bank BRI.

Karena itu, proses pengajuan di luar domisili dapat membutuhkan tahapan birokrasi tambahan.

Kartu Keluarga Harus Menggunakan Data Terbaru

Selain e-KTP, calon peminjam wajib melampirkan Kartu Keluarga (KK).

Video menegaskan bahwa KK yang digunakan harus merupakan dokumen terbaru.

Apabila terdapat perubahan data, seperti status perkawinan atau alamat tempat tinggal, calon debitur disarankan memperbarui KK terlebih dahulu.

Dengan demikian, data administrasi yang digunakan saat pengajuan tetap sesuai dengan kondisi terbaru.

Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Dalem Kanjengan Tulungagung Berlanjut, Mantan Kadisbudpar Bambang Ermawan Kembali Diperiksa Kejari

NPWP Wajib untuk Pinjaman di Atas Rp50 Juta

Persyaratan berikutnya berkaitan dengan Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP.

Dalam video dijelaskan bahwa NPWP diwajibkan bagi calon peminjam yang mengajukan pinjaman di atas Rp50 juta.

Menurut penjelasan tersebut, pinjaman di atas nominal tersebut dinilai telah masuk kategori UMKM menengah ke atas.

Sementara itu, pengajuan dengan nilai di bawah Rp50 juta disebut masih berada pada kategori mikro atau super mikro sehingga tidak diwajibkan melampirkan NPWP sebagai persyaratan administrasi.

Surat Keterangan Usaha Bisa Diurus Secara Online dan Offline

Video juga menjelaskan bahwa Surat Keterangan Usaha menjadi salah satu dokumen penting dalam pengajuan KUR BRI.

Calon peminjam dapat mengurus SKU secara online.

Untuk pengajuan online, pemohon cukup menyiapkan KTP, alamat email, dan NPWP sebagaimana dijelaskan dalam video.

Selain itu, SKU juga dapat diurus secara offline.

Pemohon dapat mendatangi kantor kelurahan atau kantor desa setempat untuk meminta Surat Keterangan Usaha.

Dokumen tersebut menjadi sah setelah ditandatangani oleh kepala desa atau petugas yang berwenang.

Perbedaan Ketentuan SKU Online dan Offline

Video memberikan penjelasan mengenai perbedaan antara pengurusan SKU secara online dan offline.

Apabila SKU dibuat secara offline melalui kelurahan atau desa, usaha yang dijalankan harus telah beroperasi minimal enam bulan.

Ketentuan tersebut menjadi bagian dari persyaratan penerbitan dokumen.

Sementara itu, video menyebutkan bahwa pengurusan SKU secara online tidak mensyaratkan usia usaha minimal enam bulan.

Meski demikian, penjelasan dalam video juga menegaskan bahwa salah satu syarat pengajuan KUR BRI adalah usaha telah berjalan sekurang-kurangnya enam bulan.

Ketentuan Jaminan Bergantung Kebijakan Kantor Cabang

Topik lain yang dibahas dalam video adalah mengenai jaminan atau agunan.

Video menyebut bahwa regulasi pemerintah mengenai KUR tidak mencantumkan kewajiban adanya jaminan tambahan.

Namun, kondisi di lapangan dapat berbeda.

Dalam praktiknya, masing-masing kantor cabang Bank BRI dapat memiliki ketentuan internal terkait persyaratan jaminan.

Apabila kantor cabang meminta dokumen jaminan, calon peminjam diharapkan memenuhi ketentuan tersebut.

Video memberikan contoh jaminan yang dapat diminta, antara lain BPKB sepeda motor, BPKB mobil, maupun sertifikat rumah apabila nilai pinjaman dinilai cukup besar.

Di sisi lain, apabila kantor cabang tidak mewajibkan tambahan agunan, video menyebut kondisi tersebut masih sejalan dengan ketentuan pemerintah mengenai program KUR.

Baca Juga: KUR Mikro BRI 2026 Pinjaman hingga Rp100 Juta Tanpa Jaminan, Simak Syarat agar Pengajuan Lolos

Pilih Pinjaman Sesuai Kemampuan Membayar

Pada bagian akhir, video mengingatkan calon peminjam untuk mempertimbangkan kemampuan membayar sebelum menentukan plafon pinjaman.

Narasumber menyebut akan menampilkan tabel pinjaman sebagai acuan untuk melihat besaran cicilan pada setiap plafon.

Melalui informasi tersebut, calon debitur diharapkan dapat memilih jumlah pinjaman yang sesuai dengan kemampuan keuangan masing-masing.

Langkah tersebut dinilai penting agar kewajiban membayar angsuran tetap dapat dipenuhi hingga masa kredit berakhir.

Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Mengajukan KUR BRI

Berdasarkan penjelasan dalam video, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan KUR BRI.

Video tersebut menegaskan bahwa meskipun mekanisme pengajuan KUR BRI 2026 tidak mengalami perubahan signifikan, seluruh persyaratan administrasi dan ketentuan dari pihak bank tetap harus dipenuhi oleh calon debitur.

Dengan memahami KUR BRI syarat sejak awal, pelaku UMKM dapat mempersiapkan dokumen secara lebih lengkap dan mengikuti proses pengajuan sesuai prosedur yang berlaku.

Editor : Davina Ar Raafika
Sumber : Yt Republic's Java
KUR BRI syarat dokumen KUR BRI Syarat KUR BRI 2026 Pengajuan KUR BRI Pinjaman KUR BRI