Harga Wajar Saham DSSA Versi Laporan Keuangan Q1 2026, Analis Sebut Kisaran Rp1.500-Rp2.064

Davina Ar Raafika • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 16:10 WIB
Harga wajar saham DSSA berdasarkan laporan keuangan Q1 2026 diperkirakan Rp1.500-Rp2.064 per saham, dengan laba bersih naik dan investor melonjak. (Google)
Harga wajar saham DSSA berdasarkan laporan keuangan Q1 2026 diperkirakan Rp1.500-Rp2.064 per saham, dengan laba bersih naik dan investor melonjak. (Google)

JAKARTA - Saham DSSA kembali menjadi sorotan investor setelah laporan keuangan kuartal I 2026 dirilis pada 1 Juli 2026. Analisis terhadap saham DSSA menunjukkan adanya peningkatan laba bersih, lonjakan jumlah investor pasca stock split, hingga perhitungan harga wajar yang berada di kisaran Rp1.500 hingga Rp2.064 per saham.

Pembahasan tersebut disampaikan dalam video analisis bertajuk 010726 HARGA WAJAR SAHAM DSSA LK Q1 2026. Dalam analisis itu, saham DSSA dinilai memiliki karakter pergerakan yang tidak hanya dipengaruhi faktor fundamental, tetapi juga aktivitas pelaku pasar besar.

Saham DSSA menjadi perhatian karena jumlah investornya melonjak tajam setelah aksi stock split. Di sisi lain, valuasi saham dinilai masih tergolong tinggi jika dilihat dari rasio Price to Earning Ratio (PER).

Jumlah Investor Saham DSSA Melonjak

Salah satu poin yang paling disorot adalah perubahan komposisi investor. Jumlah investor saham DSSA disebut meningkat drastis dari sekitar 4.700 investor pada Desember menjadi sekitar 38.000 investor setelah stock split.

Kenaikan tersebut menunjukkan peningkatan minat investor ritel terhadap saham DSSA. Namun, dalam analisis disebutkan bahwa pergerakan harga saham ini lebih banyak digerakkan oleh market maker atau bandar pasar dibandingkan murni oleh fundamental perusahaan.

PER Saham DSSA Dinilai Tinggi

Analisis menyoroti rasio PER saham DSSA yang berada di atas 50 hingga sekitar 77 kali. Angka tersebut dianggap cukup tinggi dibanding standar valuasi umum di pasar.

PER yang tinggi biasanya menunjukkan bahwa harga saham diperdagangkan jauh di atas laba per sahamnya. Karena itu, saham DSSA disebut lebih sensitif terhadap sentimen pasar dan aktivitas akumulasi pelaku besar.

Laba Bersih Naik, Pendapatan Justru Menurun

Dari sisi kinerja keuangan, laporan kuartal I 2026 menunjukkan adanya peningkatan laba bersih (net income). Nilainya naik dari Rp1,317 triliun menjadi Rp1,387 triliun.

Namun, pendapatan (revenue) disebut mengalami sedikit penurunan jika dibandingkan tren tiga tahun terakhir pada periode kuartal pertama.

Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu meningkatkan profitabilitas meskipun pertumbuhan pendapatannya belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Kasus HIV/AIDS di Tulungagung Bergeser ke Remaja, 630 Usia Sekolah Terdiagnosis Sejak 2006, KPAD Minta Edukasi Diperkuat

Struktur Utang Jadi Sorotan

Analisis juga menyinggung struktur permodalan perusahaan. Rasio utang (debt ratio) disebut berada di angka 0,82.

Angka tersebut dinilai berada di atas standar aman 0,5 yang biasa digunakan sebagai acuan konservatif.

Dalam laporan yang dibahas, ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp32,07 triliun. Sementara total utang mendekati Rp24,8 triliun.

Meski demikian, Return on Equity (ROE) dinilai cukup baik karena berada di atas 10 persen. Hal itu menunjukkan perusahaan masih mampu menghasilkan laba yang relatif baik terhadap modal pemegang saham.

DSSA Tidak Membagikan Dividen

Poin lain yang disorot adalah kebijakan dividen. Dalam analisis disebutkan bahwa emiten DSSA tidak membagikan dividen.

Artinya, potensi keuntungan investor lebih banyak bergantung pada kenaikan harga saham (capital gain) dibandingkan pendapatan dividen rutin.

EPS Meningkat pada Kuartal I 2026

Earning Per Share (EPS) atau laba per saham juga mengalami kenaikan. EPS meningkat dari 6,84 menjadi 7,20.

Kenaikan EPS ini menjadi salah satu dasar perhitungan valuasi saham DSSA.

Perhitungan Harga Wajar Saham DSSA Berdasarkan PER

Metode pertama yang digunakan adalah pendekatan PER TTM (Trailing Twelve Months).

Dari perhitungan tersebut, harga wajar saham DSSA berada di kisaran Rp1.500 hingga Rp1.540 per saham.

Kisaran itu diperoleh dengan mengalikan EPS terbaru dengan rata-rata PER yang digunakan dalam analisis.

Metode PBV Menghasilkan Angka Lebih Tinggi

Selain PER, analisis juga menggunakan pendekatan Price to Book Value (PBV).

Dengan memperhitungkan nilai buku perusahaan dan rata-rata PBV, diperoleh estimasi harga wajar sekitar Rp2.064 per saham.

Perbedaan hasil antara metode PER dan PBV menunjukkan bahwa valuasi DSSA dapat terlihat berbeda tergantung pendekatan yang digunakan investor.

Area Support Saham DSSA di Level 720-725

Dari sisi teknikal, saham DSSA disebut memiliki area support terdekat di kisaran 720-725.

Level tersebut dinilai masih aman sebagai area penopang harga dalam jangka pendek.

Analisis juga menyebut adanya potensi gap closing, yaitu penutupan celah harga yang terbentuk pada pergerakan sebelumnya.

Aktivitas Bandar dan Broker Mulai Terlihat

Bagian yang cukup menarik adalah analisis order book dan aktivitas broker.

Disebutkan bahwa bandar lokal maupun asing mulai melakukan akumulasi sejak akhir Juni 2026.

Beberapa broker, termasuk broker berkode SS dan lainnya, disebut aktif menyerap saham dalam jumlah besar.

Volume serapan yang disebut mencapai jutaan lot menjadi indikasi adanya minat beli dari pelaku pasar besar.

Baca Juga: Seleksi PPG Calon Guru 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat, Jadwal Pendaftaran, dan Tahapan Seleksinya

Akumulasi Jadi Sinyal yang Diperhatikan Trader

Dalam analisis teknikal, akumulasi oleh broker besar sering dianggap sebagai sinyal awal potensi pergerakan harga.

Namun, analisis tersebut tidak menyimpulkan kepastian arah harga, melainkan hanya membaca pola transaksi yang sedang terjadi di pasar.

Karena itu, investor tetap diingatkan untuk memperhatikan manajemen risiko dan tidak hanya mengandalkan aktivitas broker sebagai dasar keputusan investasi.

Proyeksi Target Harga Saham DSSA

Analisis kemudian memaparkan proyeksi target kenaikan harga saham DSSA secara bertahap.

Target pertama disebut berada di kisaran 1.070 hingga 1.715.

Sementara untuk jangka panjang, terdapat potensi target berikutnya hingga area 3.230 apabila pola teknikal dan akumulasi yang sedang berlangsung terus berlanjut.

Target tersebut didasarkan pada pembacaan pola pergerakan harga, level resistance, serta aktivitas akumulasi yang terdeteksi pada order book.

Fundamental dan Teknikal Sama-Sama Diperhatikan

Secara keseluruhan, pembahasan mengenai saham DSSA dalam laporan keuangan kuartal I 2026 menampilkan dua sudut pandang sekaligus, yaitu fundamental dan teknikal.

Dari sisi fundamental, perusahaan mencatat kenaikan laba bersih dan EPS, tetapi masih memiliki rasio utang yang relatif tinggi serta tidak membagikan dividen.

Sementara dari sisi teknikal, perhatian tertuju pada area support 720-725, potensi penutupan gap harga, serta aktivitas akumulasi oleh broker besar sejak akhir Juni 2026.

Berdasarkan perhitungan yang dipaparkan, estimasi harga wajar saham DSSA berada di kisaran Rp1.500-Rp1.540 menggunakan metode PER TTM dan sekitar Rp2.064 menggunakan metode PBV.

Analisis tersebut menjadi salah satu referensi bagi investor dalam menilai valuasi dan potensi pergerakan saham DSSA setelah rilis laporan keuangan kuartal I 2026.

Editor : Davina Ar Raafika
Sumber : Yt Update Saham ID
saham DSSA harga wajar saham DSSA laporan keuangan DSSA Q1 2026 PER DSSA PBV DSSA