TULUNGAGUNG - Wisata Desa Industri Ngunut di Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, mulai menarik perhatian karena menawarkan perpaduan antara sentra industri logam, industri tenun, industri makanan, sektor perikanan, hingga rekreasi kuliner malam di Pasar Ngunut yang telah direvitalisasi.
Desa Ngunut dikenal luas sebagai desa industri dengan mayoritas masyarakat bergerak di berbagai sektor produksi. Keberagaman aktivitas ekonomi tersebut menjadikan desa ini tidak hanya sebagai pusat industri lokal, tetapi juga sebagai destinasi yang menghadirkan pengalaman melihat proses ekonomi masyarakat secara langsung.
Dalam video kreatif yang memperkenalkan potensi Desa Ngunut, ditampilkan berbagai aktivitas industri warga, pengembangan BUMDes berbasis digital, serta wajah baru Pasar Ngunut yang kini dimanfaatkan sebagai pusat kuliner malam.
Desa Ngunut Dikenal Sebagai Desa Industri
Desa Ngunut terletak di Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Desa ini disebut sebagai salah satu desa yang dikenal luas sebagai desa industri.
Sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor industri logam, industri tenun, industri makanan, dan perikanan. Aktivitas produksi tersebut menjadi tulang punggung perekonomian desa.
Keberadaan berbagai jenis industri membuat Ngunut memiliki karakter yang berbeda dibanding desa wisata berbasis alam. Daya tarik utamanya justru terletak pada aktivitas ekonomi kreatif dan produktivitas masyarakatnya.
Industri Logam Jadi Produk Unggulan
Salah satu sektor yang paling menonjol adalah industri logam. Produk yang dihasilkan mencakup berbagai perlengkapan atribut untuk TNI dan Polri.
Dalam penjelasan video disebutkan bahwa produk tersebut kini menjadi salah satu pilihan yang digunakan oleh aparat. Hal ini menunjukkan bahwa hasil produksi warga telah memiliki pasar yang lebih luas.
Aktivitas industri logam di Ngunut juga melibatkan keterampilan teknis yang diwariskan dan dikembangkan oleh masyarakat setempat.
Industri Tenun Ikut Menggerakkan Ekonomi Desa
Selain logam, industri tenun juga menjadi produk unggulan Desa Ngunut. Sektor ini menjadi bagian penting dari struktur ekonomi desa.
Keberadaan industri tenun memperlihatkan bahwa Ngunut tidak bergantung pada satu jenis usaha saja. Diversifikasi sektor produksi menjadi salah satu kekuatan desa dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.
Peralatan Rumah Tangga Diproduksi Warga Lokal
Video juga menampilkan berbagai industri perlengkapan rumah tangga hasil karya warga. Produk yang disebutkan antara lain hanger atau gantungan baju, parutan listrik, dan berbagai peralatan dapur lainnya.
Keberagaman produk tersebut menunjukkan kemampuan warga dalam menciptakan barang kebutuhan sehari-hari dengan skala industri lokal.
Industri rumah tangga seperti ini berperan penting dalam membuka lapangan kerja dan mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa.
Pabrik Shanghai Serap Lebih dari 300 Tenaga Kerja
Di sektor industri makanan, Desa Ngunut memiliki pabrik Shanghai yang disebut menyerap tenaga kerja lebih dari 300 orang.
Pabrik ini digambarkan terus berkembang dan berinovasi, namun tetap mempertahankan kualitas produknya.
Penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar menjadikan sektor makanan sebagai salah satu penopang utama ekonomi masyarakat Ngunut.
BUMDes Ngudi Sejahtera Dorong Pemasaran Digital
Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Desa Ngunut mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bernama BUMDes Ngudi Sejahtera.
BUMDes ini mengelola beberapa unit usaha yang bertujuan membantu pengembangan ekonomi desa.
Salah satu unit yang paling disorot adalah marketplace digital. Unit ini berfungsi memfasilitasi pemasaran produk industri dan UMKM lokal secara daring.
Produk UMKM Dipasarkan ke Seluruh Indonesia
Melalui marketplace BUMDes, produk-produk warga dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Dalam penjelasan video disebutkan bahwa pemasaran digital ditujukan agar produk industri dan UMKM lokal dapat dipasarkan ke seluruh wilayah Indonesia.
Langkah ini menunjukkan upaya desa dalam menggabungkan kekuatan industri tradisional dengan teknologi pemasaran modern.
Pasar Ngunut Jadi Pusat Ekonomi dan Rekreasi
Selain industri, Desa Ngunut juga memiliki pasar rakyat yang menjadi penopang perekonomian masyarakat.
Pasar Ngunut tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sebagai ruang aktivitas sosial warga.
Keberadaan pasar rakyat menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi desa karena mempertemukan produsen, pedagang, dan konsumen dalam satu kawasan.
Wajah Baru Pasar Ngunut Dimanfaatkan untuk Kuliner Malam
Salah satu perubahan yang paling menonjol adalah revitalisasi Pasar Ngunut. Dalam video dijelaskan bahwa pasar tersebut dibangun dengan wajah baru sekitar setahun sebelumnya.
Kini kawasan pasar juga dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi kuliner pada malam hari.
Fungsi ganda sebagai pusat perdagangan dan destinasi kuliner membuat Pasar Ngunut memiliki daya tarik tambahan bagi masyarakat sekitar.
Potensi Wisata Berbasis Aktivitas Ekonomi
Berbeda dengan destinasi wisata yang mengandalkan panorama alam, Ngunut menawarkan pengalaman melihat aktivitas ekonomi masyarakat secara langsung.
Pengunjung dapat menyaksikan keberagaman industri, produk rumah tangga, pengembangan UMKM, hingga suasana kuliner malam di pasar rakyat.
Konsep seperti ini sering disebut wisata berbasis aktivitas ekonomi atau wisata industri, karena daya tarik utamanya berasal dari proses produksi dan kehidupan produktif masyarakat.
Identitas Desa Melalui Slogan Kreatif
Pada bagian penutup video, identitas Desa Ngunut ditegaskan melalui slogan “Ngunut Kreatif, Inovatif, Produktif”.
Slogan tersebut menggambarkan arah pengembangan desa yang menekankan kreativitas warga, inovasi usaha, dan produktivitas ekonomi.
Pesan itu juga sejalan dengan gambaran yang ditampilkan sepanjang video, mulai dari industri logam, tenun, makanan, hingga pemasaran digital melalui BUMDes.
Industri dan Wisata Saling Mendukung
Keberadaan industri yang kuat memberi fondasi ekonomi bagi desa, sementara pengembangan ruang publik seperti Pasar Ngunut membuka peluang aktivitas wisata dan kuliner.
Kombinasi keduanya menciptakan model pengembangan desa yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada pengalaman yang dapat dinikmati masyarakat dan pengunjung.
Dengan demikian, aktivitas industri tidak diposisikan terpisah dari sektor wisata, melainkan menjadi bagian dari daya tarik desa itu sendiri.
Digitalisasi Jadi Langkah Strategis Desa
Penggunaan marketplace oleh BUMDes menunjukkan bahwa Desa Ngunut mulai memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas jangkauan pasar.
Langkah tersebut penting karena memungkinkan produk lokal dipasarkan tanpa bergantung sepenuhnya pada penjualan konvensional di wilayah sekitar.
Pendekatan ini juga memberi peluang bagi UMKM desa untuk dikenal oleh konsumen di berbagai daerah di Indonesia.
Penutup
Secara keseluruhan, Wisata Desa Industri Ngunut di Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, menawarkan perpaduan unik antara sentra industri logam, industri tenun, industri makanan, sektor perikanan, pemasaran UMKM berbasis digital, serta rekreasi kuliner malam di Pasar Ngunut.
Keberadaan pabrik Shanghai yang menyerap lebih dari 300 tenaga kerja, BUMDes Ngudi Sejahtera dengan unit marketplace digital, dan revitalisasi Pasar Ngunut memperlihatkan upaya desa dalam menggabungkan produktivitas ekonomi dengan pengembangan ruang publik yang lebih menarik.
Melalui slogan “Ngunut Kreatif, Inovatif, Produktif”, desa ini menegaskan identitasnya sebagai kawasan yang tumbuh dari kreativitas warga, inovasi usaha, dan semangat produktif
Editor : Davina Ar RaafikaSumber : Yt Video Kreatif DPMD Provinsi Jawa Timur