JAKARTA - Saham MLPT milik PT Multipolar Technology Tbk menjadi sorotan setelah perusahaan menyiapkan aksi korporasi stock split 1:25. Analisis berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2026 menunjukkan fundamental dan arus kas perusahaan masih sehat, namun valuasinya dinilai sangat mahal dan laba per saham mengalami penurunan tajam.
Pembahasan tersebut disampaikan dalam video analisis saham di kanal YouTube Saham Cuan. Video menggunakan data laporan keuangan kuartal I 2026 dan harga penutupan pasar per 5 Juni 2026.
Dalam analisis itu, MLPT disebut memiliki neraca yang kuat, kas besar, dan rasio utang rendah. Namun, investor diingatkan untuk mencermati penurunan EPS, valuasi premium, serta tren koreksi harga yang masih berlangsung.
Profil PT Multipolar Technology Tbk
PT Multipolar Technology Tbk mulai beroperasi secara komersial pada 2009 dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2013.
Perusahaan berada di bawah naungan Lippo Group dan bergerak di bidang solusi teknologi informasi serta transformasi digital.
Fokus bisnisnya mencakup system integration, cloud computing, cyber security, data analytics, artificial intelligence (AI), managed services, dan solusi keuangan berbasis teknologi.
Struktur Pemegang Saham MLPT
Pemegang saham pengendali MLPT adalah PT Multipolar Tbk dengan kepemilikan sekitar 84,95 persen.
Ultimate beneficial owner perusahaan disebut James T. Riady.
Sementara itu, porsi free float hanya sekitar 15 persen. Kondisi tersebut membuat pergerakan harga saham MLPT kerap berlangsung sangat agresif karena jumlah saham yang beredar di publik relatif terbatas.
Rencana Stock Split 1:25
MLPT mengumumkan rencana stock split dengan rasio 1:25.
Artinya, setiap satu lembar saham lama akan dipecah menjadi 25 lembar saham baru.
Analisis video menyebut aksi ini bertujuan meningkatkan likuiditas perdagangan dan membuat harga saham lebih terjangkau bagi investor ritel.
Jadwal Penting Stock Split MLPT
Beberapa tanggal penting yang disebut dalam analisis adalah:
Cum date: 28 Juli 2026
Ex date: 29 Juli 2026
Recording date: 30 Juli 2026
Jadwal tersebut menjadi acuan bagi investor yang ingin memperoleh hak atas saham hasil stock split.
Simulasi Harga Setelah Split
Dalam video diberikan simulasi sederhana.
Jika harga sebelum split berada di kisaran Rp3.750 per saham, maka secara teoritis harga setelah split dapat berada di sekitar Rp550 per saham.
Namun, analis menegaskan bahwa stock split tidak mengubah market cap, aset, maupun fundamental perusahaan secara instan.
Efek Psikologis dan Likuiditas
Dampak utama stock split disebut lebih bersifat psikologis.
Harga yang lebih rendah per lembar biasanya dianggap lebih terjangkau sehingga dapat menarik partisipasi investor ritel.
Meski demikian, efek tersebut sering kali bersifat jangka pendek dan tidak otomatis meningkatkan kinerja fundamental perusahaan.
Pendapatan MLPT Masih Tumbuh
Dari sisi operasional, pendapatan trailing twelve months (TTM) MLPT tercatat sekitar Rp3,89 triliun.
Pendapatan kuartal I 2026 tumbuh sekitar 6,42 persen secara tahunan (year on year).
Pertumbuhan ini menunjukkan bisnis inti perusahaan masih berjalan positif, meskipun lajunya disebut mulai melambat dibanding periode sebelumnya.
Laba Per Saham Turun Tajam
Meski pendapatan meningkat, laba bersih TTM mengalami tekanan.
Laba per saham (EPS) turun sekitar 53,2 persen secara tahunan.
Penurunan tersebut mengindikasikan bahwa kenaikan pendapatan belum sepenuhnya terkonversi menjadi pertumbuhan laba yang sejalan, kemungkinan akibat tekanan margin atau kenaikan biaya operasional dan investasi.
Margin Laba Masih di Atas Industri
Net Profit Margin (NPM) MLPT berada di level 3,54 persen.
Angka tersebut disebut masih berada di atas rata-rata industri sekitar 2,38 persen.
Artinya, meskipun laba tertekan, margin perusahaan masih relatif lebih baik dibanding rata-rata pelaku industri sejenis.
ROE Sangat Tinggi
Return on Asset (ROA) tercatat 7,78 persen.
Sementara Return on Equity (ROE) mencapai 38,61 persen, yang tergolong sangat tinggi.
Namun, analis mengingatkan bahwa tingginya ROE dipengaruhi oleh ukuran ekuitas yang relatif kecil dibanding total aset dan kewajiban perusahaan.
Posisi Kas dan Utang Dinilai Sehat
Salah satu poin yang paling menonjol adalah kesehatan neraca MLPT.
Kas perusahaan mencapai sekitar Rp610 miliar.
Total utang berbunga hanya sekitar Rp254 miliar dengan Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 0,32 kali, yang dinilai sangat sehat.
Risiko Kebangkrutan Sangat Rendah
Analisis juga menggunakan indikator Altman Z-Score.
MLPT memperoleh skor sekitar 7,21 kali.
Skor tersebut menunjukkan risiko kebangkrutan perusahaan berada pada level yang sangat rendah.
Arus Kas Jadi Kekuatan Utama
Arus kas operasi TTM tercatat sekitar Rp584 miliar.
Sementara free cash flow mencapai sekitar Rp456 miliar.
Analis menilai kualitas laba MLPT sangat baik karena perusahaan mampu mengubah laba akuntansi menjadi kas nyata dalam jumlah besar.
Valuasi Dinilai Sangat Mahal
Di balik fundamental yang kuat, valuasi saham MLPT menjadi perhatian utama.
PE Ratio TTM berada di kisaran 85 kali.
PBV mencapai sekitar 33 kali, sedangkan EV/EBITDA berada di level 39 kali.
Angka-angka tersebut disebut jauh di atas rata-rata industri sehingga MLPT dikategorikan sebagai saham premium yang mengandalkan ekspektasi pertumbuhan masa depan.
Dividen Relatif Kecil
MLPT membagikan dividen Rp80 per saham.
Dividend yield-nya hanya sekitar 0,97 persen.
Karena itu, saham ini dinilai kurang cocok bagi investor yang mencari pendapatan dividen rutin atau strategi income investing.
Risiko Investasi yang Perlu Dicermati
Analisis menyoroti beberapa risiko utama.
Pertama, penurunan EPS yang cukup tajam.
Kedua, valuasi yang sangat mahal.
Ketiga, ketergantungan pada proyek-proyek korporasi dan pemerintah.
Keempat, persaingan ketat di sektor teknologi seperti cloud computing, cyber security, dan AI.
Pergerakan Harga Sangat Fluktuatif
Secara teknikal, MLPT mengalami pergerakan yang ekstrem.
Dalam tiga tahun terakhir, harga saham naik sekitar 648 persen.
Namun, dalam satu tahun terakhir saham terkoreksi sekitar 54 persen.
Bahkan dalam enam bulan terakhir penurunannya disebut lebih dari 80 persen.
Kondisi tersebut mencerminkan fase normalisasi setelah kenaikan yang sangat tajam sebelumnya.
Ekspektasi Stock Split Jadi Penggerak Jangka Pendek
Momentum jangka pendek disebut banyak dipengaruhi ekspektasi stock split.
Analis melihat potensi terjadinya fase akumulasi menjelang pelaksanaan split.
Namun, setelah ex-date, terdapat risiko aksi profit taking dari investor yang telah memperoleh keuntungan sebelumnya.
Kesimpulan Analisis MLPT
Secara keseluruhan, MLPT dinilai memiliki fundamental yang kuat, neraca sehat, kas besar, dan arus kas yang berkualitas.
Perusahaan juga berada di sektor teknologi dan transformasi digital yang dianggap prospektif.
Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai penurunan laba per saham, valuasi yang sangat premium, serta tren koreksi harga yang masih berlangsung.
Dengan demikian, rencana stock split 1:25 menjadi katalis utama jangka pendek bagi saham MLPT, sementara keberlanjutan kinerja jangka panjang tetap akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan meningkatkan pertumbuhan laba dan menjaga profitabilitas di tengah persaingan industri teknologi yang semakin ketat.
Editor : Davina Ar RaafikaSumber : Yt Saham_Channel