Bisnis Kerupuk Rambak Pasutri Bogor, dari Kaki Lima Kini Produksi 2,5 Ton dan Masuk 12.000 Gerai

Davina Ar Raafika • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 19:10 WIB
Bisnis kerupuk rambak pasutri Bogor berkembang dari kaki lima menjadi produksi 2,5 ton per bulan dan masuk sekitar 12.000 gerai minimarket. (Google)
Bisnis kerupuk rambak pasutri Bogor berkembang dari kaki lima menjadi produksi 2,5 ton per bulan dan masuk sekitar 12.000 gerai minimarket. (Google)

BOGOR - Bisnis kerupuk rambak atau kerupuk kulit yang dirintis pasangan suami istri di Cibinong, Kabupaten Bogor, berkembang dari pedagang kaki lima menjadi usaha produksi skala pabrik dengan kapasitas sekitar 2,5 ton per bulan. Produk mereka kini dipasarkan melalui jaringan minimarket modern di seluruh Pulau Jawa dan dikirim hingga Kalimantan serta Sulawesi.

Kisah tersebut diungkap dalam video kanal YouTube chrisbo makanmakan berjudul PASUTRI HEBAT! DULU USAHA KAKI LIMA KINI PRODUKSI PABRIK 2,5 TON OMSET 700 JUTA! IDE BISNIS RUMAHAN.

Pemilik usaha, Pak Tisman dan Ibu Isma, menceritakan perjalanan membangun usaha kerupuk kulit selama lebih dari dua dekade, termasuk masa-masa sulit saat harus menghadapi tekanan utang dan penurunan penjualan selama pandemi COVID-19.

Dirintis Selama 22 Tahun

Pak Tisman menyebut usaha kerupuk kulit yang mereka jalankan telah dirintis selama sekitar 22 tahun.

Perjalanan tersebut tidak berjalan mulus. Ia mengaku pernah menghadapi situasi ekstrem ketika ditagih utang secara keras demi mempertahankan modal dapur usaha.

Menurutnya, kunci bertahan adalah tetap fokus, menjalani usaha dengan lemah lembut, dan tidak menyerah dalam proses.

Dari Pedagang Kaki Lima di Cibinong

Usaha ini dimulai dari nol sebagai pedagang kaki lima di kawasan Pemda Cibinong, Bogor.

Pada masa awal, omzet yang diperoleh masih ratusan ribu rupiah.

Pak Tisman dan istrinya juga aktif mengikuti berbagai pameran, termasuk pameran tanaman hias gelombang cinta, untuk memperluas relasi dan mengenalkan produk kepada masyarakat.

Pak Tisman Mantan Karyawan BUMN

Ibu Isma menjelaskan bahwa suaminya sebelumnya bekerja sebagai staf personalia di perusahaan BUMN yang berada dalam grup Garuda Indonesia.

Pada 2003, Pak Tisman memutuskan mengundurkan diri setelah melihat peluang usaha kerupuk kulit.

Keputusan tersebut diambil untuk fokus membangun bisnis bersama keluarga dari tingkat paling bawah.

Baca Juga: Kasus HIV/AIDS di Tulungagung Bergeser ke Remaja, 630 Usia Sekolah Terdiagnosis Sejak 2006, KPAD Minta Edukasi Diperkuat

Gudang Bahan Baku Disimpan dalam Jerigen

Dalam tur pabrik, diperlihatkan area gudang penyimpanan bahan baku mentah yang disebut lapuhan.

Bahan baku disimpan di dalam jerigen berkapasitas 10 kilogram.

Total stok yang terlihat mencapai sekitar 50 jerigen.

Proses Pembuatan Kerupuk Rambak

Proses produksi dimulai dari kulit sapi mentah yang dicuci dan direndam.

Setelah itu, kulit direbus menggunakan air panas, dikerok, dan dibersihkan dari bulu.

Kulit kemudian direbus kembali, dicincang berbentuk kotak-kotak kecil, lalu dijemur sekitar satu setengah hari.

Jika cuaca tidak mendukung, proses pengeringan dilakukan menggunakan oven.

Menggunakan Minyak Khusus Industri

Tahap penggorengan dilakukan menggunakan minyak khusus untuk industri yang disebut frishwell.

Penggunaan minyak tersebut dimaksudkan agar kerupuk lebih gurih dan kualitasnya terjaga.

Pemilik menegaskan mereka tidak menggunakan minyak sembarangan dalam proses produksi.

Sistem Dua Wajan Agar Kerupuk Mekar

Penggorengan dilakukan dengan sistem dua wajan atau dua tahap api.

Tahap pertama untuk pengapian awal, kemudian kerupuk dipindahkan ke wajan kedua agar mekar sempurna.

Kapasitas sekali goreng mencapai sekitar 40 kilogram.

Ditiriskan dengan Mesin Spinner

Kerupuk yang sudah matang langsung dimasukkan ke mesin spinner.

Mesin ini berfungsi meniriskan minyak agar kadar minyak berkurang.

Tujuannya supaya kerupuk lebih tahan lama dan tidak cepat lembap atau “masuk angin”.

Produksi Harian Bisa Tembus 150 Kilogram

Kapasitas produksi harian berkisar antara 80 hingga 150 kilogram, tergantung kondisi pasar.

Dalam satu bulan, total produksi mencapai sekitar 2,5 ton.

Angka tersebut menunjukkan usaha yang awalnya rumahan telah berkembang menjadi produksi skala besar.

Bumbu Pedas Diproses Sendiri

Area khusus pembuatan bumbu juga diperlihatkan dalam video.

Bumbu pedas dibuat menggunakan cabai asli yang diproses sendiri oleh tim produksi.

Pencampuran bumbu dilakukan menggunakan mesin molen agar garam dan racikan bumbu merata dalam waktu sekitar satu menit.

Baca Juga: Parkir di Trotoar Masih Ditemukan, Dishub Turun Beri Peringatan di Kawasan Kepatihan

Masuk Alfamart dan Alfamidi

Salah satu pencapaian terbesar bisnis kerupuk rambak ini adalah berhasil masuk jaringan minimarket modern.

Produk Kerupuk Kulit Khas Isma dipasarkan di Alfamart dan Alfamidi di seluruh Pulau Jawa.

Distribusi juga menjangkau Kalimantan dan Sulawesi.

Total cakupan penjualan disebut mencapai sekitar 12.000 gerai atau outlet.

Kemasan Bisa Bertahan Hingga 6 Bulan

Produk dikemas menggunakan plastik kedap udara.

Jika disimpan di ruangan ber-AC, masa simpan dapat mencapai sekitar enam bulan.

Ketahanan produk menjadi faktor penting untuk distribusi jarak jauh dan pengiriman antarpulau.

Varian Produk untuk Berbagai Segmen

Ibu Isma menjelaskan terdapat beberapa varian kemasan.

Untuk minimarket digunakan kemasan 70 gram.

Selain itu tersedia kemasan 250 gram dan kemasan mentah 500 gram yang dapat digoreng sendiri.

Kemasan mentah disebut cocok untuk pengiriman ke luar negeri atau kebutuhan ekspor.

Omzet Pernah Menyentuh Rp700 Juta

Saat ini omzet usaha berada di kisaran Rp400 juta per bulan.

Sebelum pandemi COVID-19, omzet sempat mencapai sekitar Rp700 juta per bulan.

Penurunan penjualan selama pandemi disebut mencapai sekitar 65 persen.

Terpaksa Menjual Empat Mobil Saat Pandemi

Untuk mempertahankan usaha dan karyawan, keluarga ini harus menjual empat unit mobil.

Kendaraan yang disebut antara lain mobil box Grand Max dan Toyota Fortuner.

Menurut Pak Tisman, langkah tersebut diambil agar dapur produksi tetap berjalan dan karyawan tidak kehilangan pekerjaan.

Kini kendaraan-kendaraan tersebut disebut telah berhasil dibeli kembali.

Sertifikasi Halal dan Berbagai Penghargaan

Kerupuk Kulit Khas Isma disebut menjadi salah satu produk kerupuk kulit pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi halal dari MUI Jawa Barat sekitar 10 tahun lalu.

Usaha ini juga menerima berbagai penghargaan UMKM.

Di antaranya Tegar Beriman Award 2019 dari Kabupaten Bogor, penghargaan produktivitas dari Disnaker, Jawara UMKM Bank Jabar, dan penghargaan dari Kementerian Pertanian pada 2015.

Modal Awal Masuk Alfamart dari Pinjaman Bank

Ibu Isma mengungkapkan bahwa ketika pertama kali diterima masuk jaringan Alfamart, mereka mengalami kesulitan modal.

Untuk memenuhi kebutuhan produksi, sertifikat rumah dijaminkan ke Bank Mega.

Dari proses tersebut mereka memperoleh pinjaman modal awal sebesar Rp82 juta.

Anak Mulai Dilibatkan dalam Bisnis

Keluarga juga mulai menyiapkan regenerasi usaha.

Anak mereka yang sedang kuliah semester satu telah diperkenalkan pada proses produksi dan bisnis sejak dini.

Tujuannya agar usaha keluarga dapat diteruskan di masa depan.

Saat Ini Mempekerjakan Sekitar 14 Karyawan

Ibu Isma menyebut jumlah karyawan saat ini sekitar 14 orang.

Mereka berharap usaha terus berkembang sehingga kesejahteraan karyawan juga meningkat.

Target berikutnya adalah memperluas pasar hingga ekspor ke luar negeri.

Penutup

Kisah bisnis kerupuk rambak yang dijalankan Pak Tisman dan Ibu Isma menunjukkan bagaimana usaha kaki lima dapat berkembang menjadi produksi skala pabrik melalui ketekunan jangka panjang.

Dengan kapasitas sekitar 2,5 ton per bulan, distribusi ke sekitar 12.000 gerai, sertifikasi halal, dan berbagai penghargaan UMKM, Kerupuk Kulit Khas Isma menjadi contoh usaha keluarga yang tumbuh dari pasar tradisional menuju jaringan ritel modern.

Perjalanan mereka juga memperlihatkan bahwa tantangan besar seperti tekanan utang dan pandemi tidak menghentikan usaha untuk terus bertahan dan berkembang.

Editor : Davina Ar Raafika
Sumber : Yt chrisbo makanmakan
bisnis kerupuk rambak kerupuk kulit khas Isma usaha kerupuk kulit Bogor UMKM kerupuk rambak