RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Tabel angsuran kurban BRI 2026 dapat dimanfaatkan untuk memperkirakan besaran cicilan sebelum menentukan jumlah pengajuan. Melalui tabel tersebut, pengguna bisa menghitung kemampuan bayar setiap bulan dengan menyesuaikan nominal kredit dan jangka waktu pembayaran.
Penjelasan mengenai cara menggunakan tabel angsuran kurban BRI 2026 disampaikan melalui sebuah video yang membahas simulasi perhitungan cicilan. Dalam penjelasan tersebut, tabel dibuat agar pengguna dapat mencoba berbagai pilihan nominal sesuai kemampuan masing-masing.
Tabel angsuran itu menyediakan kolom kredit, jumlah pengajuan, serta pilihan tenor pembayaran. Pengguna dapat mengganti nominal pengajuan untuk melihat perkiraan jumlah angsuran yang harus dibayarkan.
Cara Mengubah Nominal pada Tabel Angsuran
Dalam simulasi yang dijelaskan, pengguna yang telah mendapatkan file tabel angsuran dapat langsung melakukan perubahan pada bagian kredit atau plafon pengajuan.
Jika nominal pengajuan yang tersedia belum sesuai kebutuhan, angka tersebut dapat diganti secara manual. Misalnya, pengguna ingin melakukan simulasi dengan nominal Rp5 juta, Rp8 juta, Rp10 juta, atau jumlah lainnya.
Perubahan tersebut bertujuan agar pengguna dapat mengetahui perkiraan cicilan berdasarkan jumlah dana yang ingin diajukan.
File tabel yang dibagikan juga dilengkapi rumus sehingga perubahan nominal dapat langsung menyesuaikan hasil perhitungan.
Pilihan Tenor Mulai 12 hingga 60 Bulan
Dalam tabel angsuran kurban BRI 2026 tersebut, tersedia pilihan jangka waktu pembayaran mulai dari 12 bulan hingga 60 bulan.
Jangka waktu 12 bulan berarti pembayaran dilakukan selama satu tahun. Sementara tenor lainnya dapat dipilih sesuai kebutuhan pengguna.
Semakin panjang jangka waktu pembayaran, pengguna dapat melihat perubahan nilai angsuran melalui tabel simulasi.
Dengan adanya pilihan tenor tersebut, pengguna bisa membandingkan kemampuan pembayaran berdasarkan beberapa pilihan waktu cicilan.
Contoh Perhitungan Angsuran Rp10 Juta
Dalam penjelasan tabel, diberikan contoh perhitungan untuk pengajuan sebesar Rp10 juta dengan jangka waktu satu tahun.
Perhitungan dimulai dari mencari nilai pokok. Jumlah pengajuan dibagi dengan jangka waktu pembayaran untuk mendapatkan nilai pokok setiap bulan.
Setelah nilai pokok diketahui, perhitungan bunga dilakukan dengan mengalikan nilai pokok dengan suku bunga yang digunakan.
Dalam contoh tersebut, suku bunga yang digunakan adalah 0,27 persen. Setelah nilai pokok dan bunga dihitung, total angsuran diperoleh dari penjumlahan kedua komponen tersebut.
Cara tersebut menjadi dasar perhitungan yang digunakan dalam tabel simulasi.
Pengguna Bisa Melakukan Simulasi Sesuai Kebutuhan
Selain contoh pengajuan Rp10 juta, tabel juga dapat digunakan untuk menghitung nominal lainnya. Dalam video tersebut juga dicontohkan perubahan pengajuan menjadi Rp8 juta untuk melihat jumlah angsuran.
Pengguna dapat mencoba nominal berbeda sesuai kebutuhan. Misalnya melakukan simulasi untuk pengajuan Rp15 juta atau angka lainnya.
Jika nominal yang dibutuhkan belum tersedia dalam tabel, pengguna cukup mengganti angka pada bagian plafon kredit.
Dengan cara tersebut, pengguna dapat mengetahui perkiraan kemampuan membayar sebelum menentukan jumlah pengajuan.
Tabel Angsuran Membantu Perencanaan Cicilan
Baca Juga: KUR BRI Syarat 2026 Terbaru, BI Checking hingga Dokumen Wajib Jadi Penentu Pengajuan Disetujui
Tabel angsuran kurban BRI 2026 menjadi alat simulasi untuk membantu pengguna memperkirakan kewajiban pembayaran setiap bulan.
Melalui perubahan nominal dan tenor, pengguna dapat membandingkan beberapa pilihan cicilan yang sesuai dengan kemampuan bayar.
Dalam penjelasan tersebut, file Excel yang dibagikan disebut memiliki rumus perhitungan sehingga pengguna dapat melakukan perubahan secara langsung.
Informasi mengenai cara menghitung tabel angsuran kurban BRI 2026 ini dapat menjadi panduan bagi pengguna yang ingin mengetahui simulasi cicilan sebelum melakukan pengajuan.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : Republic's Java, You Tube, DIOLAH