KUR BNI 2026 Bunga 6 Persen, Cek Syarat, Plafon, dan Cara Pengajuan Online

Ingge Nayla Ayu Karina • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 17:30 WIB
KUR BNI 2026 menawarkan bunga 6 persen. Simak syarat, plafon pinjaman, dokumen, dan cara pengajuan KUR BNI secara online.
KUR BNI 2026 menawarkan bunga 6 persen. Simak syarat, plafon pinjaman, dokumen, dan cara pengajuan KUR BNI secara online.

 

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - KUR BNI 2026 menjadi salah satu pilihan pembiayaan usaha dengan bunga 6 persen per tahun untuk pengajuan pertama. Program Kredit Usaha Rakyat ini menawarkan fasilitas pinjaman bagi pelaku usaha dengan proses pengajuan yang dapat dilakukan secara online.

 

KUR BNI 2026 memberikan kesempatan bagi masyarakat yang membutuhkan tambahan modal usaha dengan suku bunga yang telah diatur pemerintah. Dalam penjelasan video yang beredar, bunga KUR disebut lebih rendah dibandingkan pinjaman usaha perbankan umum yang dapat mencapai 12 hingga 18 persen per tahun.

 

Program ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya. Pengajuan KUR BNI juga dapat dilakukan melalui layanan e-form sebelum proses verifikasi lanjutan di kantor cabang.

 

KUR BNI 2026 Prioritaskan Beberapa Sektor Usaha

 

KUR BNI 2026 memiliki sektor prioritas yang menjadi perhatian dalam penyaluran pembiayaan. Beberapa bidang yang diutamakan antara lain pertanian, perikanan, jasa, industri, dan pengelolaan.

 

Meski demikian, sektor usaha lain tetap dapat mengajukan KUR sesuai ketentuan yang berlaku. Pelaku usaha dari sektor prioritas disebut memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pembiayaan.

 

Selain fasilitas pinjaman, penerima KUR juga dapat melakukan pemantauan angsuran melalui aplikasi. Hal ini memudahkan nasabah dalam mengetahui perkembangan pembayaran cicilan.

 

Suku bunga KUR BNI sebesar 6 persen per tahun disebut berasal dari subsidi pemerintah untuk pengajuan pertama. Ketentuan tersebut dapat berubah mengikuti kebijakan pemerintah terbaru.

 

Jenis KUR BNI Berdasarkan Plafon Pinjaman

 

KUR BNI terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan jumlah dana yang diajukan. Setiap jenis memiliki ketentuan berbeda sesuai kebutuhan usaha.

 

Jenis pertama adalah KUR Super Mikro. Pinjaman ini ditujukan untuk pengajuan dengan nilai di bawah Rp10 juta.

 

Tenor pembayaran KUR Super Mikro tersedia hingga tiga tahun. Terdapat juga pilihan tenor sampai lima tahun sesuai ketentuan program.

 

Selanjutnya terdapat KUR Mikro dengan plafon Rp10 juta hingga Rp100 juta. Pada jenis ini, pinjaman tidak memerlukan agunan tambahan dan hanya menggunakan objek usaha sebagai pertimbangan.

 

Sementara itu, KUR Kecil memiliki plafon lebih besar, yaitu mulai Rp100 juta sampai Rp500 juta. Untuk jenis ini, pengajuan membutuhkan agunan atau jaminan tambahan.

 

Syarat Pengajuan KUR BNI

 

Untuk mengajukan KUR BNI, calon peminjam harus memenuhi sejumlah persyaratan. Program ini dapat diajukan oleh warga negara Indonesia secara perorangan maupun badan usaha.

 

Selain itu, anggota keluarga atau karyawan dengan penghasilan tetap juga dapat mengajukan sesuai ketentuan.

 

Salah satu syarat utama adalah usaha telah berjalan minimal enam bulan. KUR diperuntukkan bagi usaha yang sudah berjalan, bukan untuk usaha yang baru akan dimulai.

 

Calon peminjam juga tidak boleh memiliki kredit produktif lain di tempat berbeda. Namun, pinjaman seperti KPR, leasing kendaraan, atau pinjaman konsumtif lainnya masih diperbolehkan selama pembayaran berjalan lancar.

 

Usia minimal peminjam adalah 21 tahun atau sudah menikah.

 

Dokumen yang Dibutuhkan untuk KUR BNI

 

Dokumen pengajuan KUR BNI meliputi identitas pribadi dan dokumen usaha. Beberapa dokumen yang diperlukan antara lain KTP, kartu keluarga, serta akta nikah atau akta cerai.

 

Pemohon juga perlu menyiapkan dokumen usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) atau surat keterangan usaha dari desa maupun kelurahan.

 

Untuk pinjaman di atas Rp50 juta, NPWP menjadi salah satu dokumen yang wajib disiapkan. Sementara BPJS Ketenagakerjaan diperlukan untuk pengajuan di atas Rp100 juta.

 

Khusus KUR Kecil dengan plafon Rp100 juta sampai Rp500 juta, pemohon perlu melengkapi fotokopi bukti kepemilikan agunan.

 

Cara Pengajuan KUR BNI Secara Online

 

Pengajuan KUR BNI dapat dilakukan melalui layanan e-form. Calon peminjam dapat mengakses situs e-form BNI, kemudian memilih menu pinjaman dan memilih program KUR.

 

Setelah menyetujui persyaratan, pemohon perlu mengisi data yang diminta dalam formulir online.

 

Meski pengajuan dilakukan secara online, proses akhir tetap membutuhkan verifikasi di kantor cabang. Nasabah juga dapat diminta menghadiri akad kredit apabila pengajuan disetujui.

 

Selain itu, pihak bank akan melakukan pengecekan dan survei langsung ke lokasi usaha.

 

Tips Agar Pengajuan KUR BNI Disetujui

 

Agar peluang pengajuan diterima lebih besar, calon peminjam perlu memastikan dokumen usaha aktif. NIB atau surat keterangan usaha harus tersedia dan usaha telah berjalan minimal enam bulan.

Baca Juga: BNI Salurkan KUR Mikro bagi Petani Porang di Trenggalek

Alamat usaha juga harus jelas agar mudah ditemukan saat proses survei.

 

Kemampuan membayar cicilan menjadi salah satu pertimbangan penting. Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa cicilan idealnya berada sekitar 30 sampai 40 persen dari laba bersih usaha.

 

Pihak bank nantinya akan melakukan penilaian berdasarkan kondisi usaha dan kemampuan pembayaran calon nasabah.

 

KUR BNI 2026 dapat menjadi alternatif pembiayaan bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal. Namun, calon peminjam tetap perlu memahami syarat, dokumen, serta kemampuan pembayaran sebelum mengajukan pinjaman.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
Sumber : Tutorial Gampang Banget, You Tube, DIOLAH
KUR BNI 2026 Syarat Pengajuan KUR BNI Simulasi Angsuran KUR BNI 2026 Cara Daftar KUR BNI Online Bunga KUR BNI 6 Perswn