RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Perbedaan KUR BRI dan KUR Mandiri menjadi pertimbangan masyarakat sebelum mengajukan pinjaman modal usaha. Berdasarkan pengalaman pengajuan nasabah, kedua bank memiliki keunggulan berbeda, mulai dari proses pencairan, biaya tambahan, hingga kemampuan memberikan limit pinjaman.
KUR BRI dan KUR Mandiri sama-sama menjadi pilihan masyarakat yang membutuhkan tambahan modal usaha. Keduanya merupakan bagian dari program Kredit Usaha Rakyat yang memiliki aturan dasar dari pemerintah.
Meski memiliki program yang sama, pengalaman pengguna menunjukkan terdapat perbedaan dalam pelayanan masing-masing bank.
Perbedaan tersebut terutama terlihat dari proses pengajuan, besaran pinjaman awal, serta biaya yang muncul saat pencairan dana.
Proses Pengajuan KUR BRI Dinilai Cepat
Berdasarkan pengalaman yang dibagikan, pengajuan KUR BRI dilakukan melalui beberapa tahapan pemeriksaan.
Calon nasabah terlebih dahulu menjalani survei dari petugas bank. Survei pertama dilakukan oleh mantri, kemudian dilanjutkan oleh pihak atasan.
Setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap, calon peminjam tinggal menunggu proses pencairan.
Dalam pengalaman tersebut, pencairan KUR BRI dapat dilakukan sekitar tiga hari setelah proses survei selesai.
Dana pinjaman kemudian langsung masuk ke rekening nasabah dan dapat digunakan sesuai kebutuhan usaha.
Biaya Pencairan KUR BRI Relatif Minim
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pengalaman pengajuan KUR BRI adalah biaya pencairan.
Untuk pinjaman sebesar Rp100 juta, dana yang diblokir disebut hanya satu kali angsuran.
Selain itu, terdapat biaya asuransi sebesar Rp100 ribu. Tidak disebutkan adanya biaya provisi maupun administrasi tambahan dalam pengalaman tersebut.
Hal ini membuat sebagian nasabah menilai proses KUR BRI lebih sederhana karena potongan saat pencairan lebih sedikit.
Namun, terdapat perbedaan dalam pemberian limit pinjaman bagi nasabah baru.
Limit KUR BRI Biasanya Bertahap
Dalam pengalaman tersebut, nasabah baru KUR BRI disebut tidak selalu langsung memperoleh pinjaman dengan nominal besar.
Pemberian limit biasanya dilakukan secara bertahap sesuai penilaian bank.
Nasabah dapat memperoleh pinjaman awal dengan jumlah tertentu, kemudian meningkat apabila memiliki riwayat pembayaran yang baik.
Tahapan tersebut dapat dimulai dari Rp25 juta, kemudian meningkat hingga Rp50 juta, Rp70 juta, dan Rp100 juta.
Namun, keputusan pemberian limit tetap berada pada penilaian pihak bank.
KUR Mandiri Memiliki Keunggulan pada Limit Pinjaman
Berbeda dengan pengalaman KUR BRI, KUR Bank Mandiri disebut memiliki peluang memberikan limit besar sejak pengajuan awal.
Dalam informasi yang dibagikan, nasabah baru KUR Mandiri dapat mengajukan pinjaman mulai Rp50 juta, Rp100 juta, bahkan hingga Rp200 juta.
Pemberian limit tersebut tetap bergantung pada kondisi usaha dan hasil analisis bank.
Bagi pelaku usaha yang membutuhkan modal besar sejak awal, kemampuan pemberian limit tersebut menjadi salah satu pertimbangan.
Ada Perbedaan Biaya pada KUR Mandiri
Selain limit pinjaman, perbedaan lain terdapat pada biaya pengajuan.
Dalam pengalaman pengajuan KUR Mandiri, terdapat biaya provisi sebesar 1,5 persen dari jumlah pinjaman.
Selain biaya provisi, terdapat biaya administrasi yang disesuaikan dengan jumlah pinjaman.
Untuk pinjaman dengan nilai Rp10 juta sampai Rp100 juta, biaya administrasi disebut sebesar Rp250 ribu.
Sedangkan pinjaman di atas Rp100 juta hingga Rp200 juta dikenakan biaya administrasi sebesar Rp500 ribu.
Selain itu, terdapat biaya asuransi dan materai dalam proses pencairan.
Pemilihan Bank Bergantung Kebutuhan
Perbedaan KUR BRI dan KUR Mandiri menunjukkan bahwa masing-masing bank memiliki kelebihan.
KUR BRI dinilai lebih cocok bagi masyarakat yang mengutamakan proses sederhana dan biaya pencairan yang lebih ringan berdasarkan pengalaman tersebut.
Baca Juga: KUR BRI vs KUR Mandiri, Ini Perbedaan Biaya, Limit Pinjaman, dan Proses Pencairannya
Sementara KUR Mandiri dinilai memberikan peluang lebih besar bagi nasabah yang membutuhkan pinjaman dengan nominal tinggi sejak awal.
Namun, masyarakat tetap perlu menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan usaha dan kemampuan membayar angsuran.
Kelancaran pembayaran cicilan menjadi faktor penting agar pinjaman dapat berjalan dengan baik.
Sebelum mengajukan KUR, calon nasabah disarankan memahami seluruh ketentuan, menghitung kemampuan pembayaran, serta memilih fasilitas pinjaman yang sesuai dengan kondisi usaha.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : Dunia Marketing, You Tube, DIOLAH