Radar Tulungagung - Jaring tarik di Pantai Sidem, Desa Besole, Kecamatan Besuki, tidak hanya menjadi cara tradisional menangkap ikan, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat. Berbeda dengan kelompok nelayan pada umumnya, sistem kerja jaring tarik tidak memiliki anggota tetap sehingga siapa pun dapat bergabung selama bersedia ikut menarik jaring dari bibir pantai.
Salah seorang anggota kelompok jaring tarik, Tutik, mengatakan kelompok tersebut menerapkan sistem kerja terbuka. Masyarakat yang ingin ikut bekerja cukup bergabung bersama rekan atau kelompok yang telah lebih dulu mengikuti aktivitas penarikan jaring.
"Kelompok ini tidak memiliki anggota tetap. Siapa saja boleh ikut bergabung, biasanya datang bersama teman atau kelompoknya," ujarnya.
Menariknya, meski aktivitas berlangsung di Pantai Sidem, sebagian besar pekerja yang terlibat justru berasal dari Kabupaten Trenggalek, tepatnya wilayah Sataran. Mereka datang saat musim ikan dinilai menjanjikan untuk memperoleh tambahan penghasilan.
Menurut Tutik, sistem kerja tersebut memungkinkan jumlah pekerja berubah-ubah setiap kali melaut. Banyaknya orang yang terlibat bergantung pada kebutuhan saat penarikan jaring maupun kondisi hasil tangkapan.
Namun demikian, aktivitas tersebut tidak dapat menjadi pekerjaan harian. Nelayan hanya melaut ketika cuaca mendukung dan keberadaan ikan di laut cukup banyak. Saat gelombang tinggi atau ikan sedang sulit ditemukan, kelompok memilih tidak beroperasi.
"Kegiatan jaring tarik tidak dilakukan setiap hari. Kami melaut tergantung kondisi. Kalau ombak besar kami tidak bisa berangkat. Selain itu, kalau sedang tidak ada ikan, kami juga tidak melaut," katanya.
Hasil tangkapan pun sangat dipengaruhi musim. Saat ini nelayan tengah memasuki musim ikan layur sehingga jenis ikan tersebut mendominasi hasil tangkapan. Selain layur, nelayan juga kerap memperoleh ikan petek, dorang, maupun jenis ikan lainnya sesuai musim.
Setelah proses penarikan selesai, seluruh hasil tangkapan tidak dijual langsung ke pasar. Ikan diserahkan kepada pengepul atau bos yang menjadi penampung hasil tangkapan kelompok jaring tarik.
"Hasil tangkapan dijual kepada pengepul atau bos. Kami bekerja dalam satu tim, sehingga hasil tangkapan langsung diserahkan kepada bos yang menampung ikan," pungkas Tutik.
Editor : Rahiiq Al BachriSumber : Radar Tulungagung