Dapodik 2027: 7 Hal Ini Tak Boleh Diubah Operator Usai Sinkronisasi

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:05 WIB
Dapodik 2027 menjadi perhatian operator sekolah. Simak 7 hal yang tak boleh diubah setelah sinkronisasi agar SKTP dan TPG Juli 2026 tidak terkendala. (Youtube. com)
Dapodik 2027 menjadi perhatian operator sekolah. Simak 7 hal yang tak boleh diubah setelah sinkronisasi agar SKTP dan TPG Juli 2026 tidak terkendala. (Youtube. com)

TULUNGAGUNG -  Dapodik 2027 menjadi perhatian operator sekolah memasuki tahun pelajaran 2026/2027. Setelah sinkronisasi, ada tujuh hal yang perlu dihindari karena perubahan data dapat memengaruhi validasi, beban kerja guru, hingga penerbitan SKTP.

Informasi mengenai Dapodik 2027 tersebut disampaikan melalui kanal YouTube Agus Channel Pendidikan. Operator sekolah diminta memastikan seluruh data sudah benar sebelum melakukan sinkronisasi agar tidak muncul persoalan saat data ditarik oleh sistem pusat.

Pembahasan Dapodik 2027 juga berkaitan dengan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Juli 2026. Dalam video tersebut disebutkan, proses pembaruan sistem dan sinkronisasi data satuan pendidikan berpotensi membuat penerbitan SKTP mengalami keterlambatan.

Baca Juga: TPG THR 2026 Mulai Terungkap, SKTP Tahap 2 Terbit 28 Juli, Kapan Cair?

Jangan Hapus Rombel Setelah Sinkronisasi

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah rombel atau rombongan belajar. Operator diingatkan tidak menghapus rombel yang sudah dibuat setelah sinkronisasi.

Penghapusan rombel dapat menyebabkan histori data hilang. Dampaknya bisa merembet pada data siswa, pembelajaran, hingga laporan yang sudah tersimpan dalam sistem.

Kedua, operator juga diminta tidak sembarangan memindahkan siswa ke rombel lain. Pemindahan harus memiliki alasan yang sah dan mengikuti prosedur resmi.

Baca Juga: Pencairan TPG 2026: Guru dengan SKTP Terbit Mulai Terima Dana, Simak Jadwal Validasi Info GTK Terbaru

Perubahan tersebut berisiko membuat data siswa tidak sesuai. Selain itu, data rapor, nilai, dan kehadiran siswa juga dapat terdampak.

Hal ketiga adalah membuat anggota rombel ganda. Satu siswa tidak boleh tercatat dalam dua rombel sejenis yang sama, termasuk rombel dengan mata pelajaran yang sama.

Data ganda dapat menimbulkan konflik jadwal. Kondisi tersebut juga berpotensi menyulitkan proses validasi dan penarikan data dari sistem.

Baca Juga: SKTP Terbit Lebih Dulu Belum Tentu TPG Cair Lebih Cepat, Guru Tak Perlu Cemas Jika Dana Belum Masuk Rekening

Perhatikan Data Pembelajaran dan Guru

Poin keempat berkaitan dengan pembelajaran. Operator diminta tidak menghapus data pembelajaran hanya untuk mengganti guru dengan guru lainnya.

Praktik tersebut dapat menghilangkan atau mengubah riwayat mengajar guru sebelumnya. Dampaknya juga bisa berpengaruh terhadap pemenuhan beban kerja guru.

Poin kelima adalah penugasan tugas tambahan. Operator harus memastikan tugas tambahan utama maupun tugas tambahan lainnya diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: TPG Juni 2026 Diperkirakan Akan Cair Akhir Bulan, Guru Diminta Cek Status SKTP dan Validasi Data Secara Berkala

Penugasan yang melebihi batas dapat menyebabkan data tidak valid. Kondisi tersebut kemudian berpotensi memengaruhi proses validasi data guru.

Selanjutnya, operator perlu memastikan guru wali sudah diinput sesuai ketentuan. Data guru wali yang belum terisi dapat berpengaruh terhadap pemenuhan beban kerja dan validasi.

Karena itu, data tersebut sebaiknya diperiksa sebelum sinkronisasi. Operator juga diingatkan agar tidak melakukan perubahan sembarangan setelah proses sinkronisasi dilakukan.

Baca Juga: TPG 2026 Cair Setiap Bulan, Ini Alur Penyaluran, Kategori Guru A1-A5, dan Cara Cek SKTP Agar Tunjangan Profesi Guru Tidak Tertunda

Jam Mengajar Harus Sesuai Kurikulum

Poin ketujuh berkaitan dengan jam mengajar. Operator harus memastikan jumlah jam mengajar sesuai struktur kurikulum dan ketentuan yang berlaku.

Jam mengajar tidak boleh ditambah atau dikurangi tanpa dasar yang sesuai. Ketidaksesuaian dapat menyebabkan data menjadi tidak valid dan berpengaruh terhadap pemenuhan beban kerja guru.

Secara keseluruhan, tujuh hal tersebut menjadi perhatian penting setelah sinkronisasi Dapodik. Perubahan data yang dilakukan tanpa prosedur dapat mengacaukan jumlah jam mengajar maupun beban kerja.

Baca Juga: SKTP Juni 2026 Belum Terbit dan Data Hilang di Info GTK ? Guru Tak Perlu Panik, Ini Penjelasan Lengkap TPG Juni 2026

Hal tersebut juga dapat berpengaruh ketika dilakukan penarikan dan validasi data dari pusat. Karena itu, operator dianjurkan memeriksa seluruh data secara teliti sebelum melakukan sinkronisasi.

Persiapan Penerbitan SKTP dan TPG Juli 2026

Dalam video tersebut, operator juga diingatkan untuk mengikuti aturan yang berlaku dan memperbarui data dengan benar sebelum sinkronisasi.

Jika ditemukan persoalan, koordinasi dengan pihak terkait menjadi langkah yang disarankan. Tujuannya agar perbaikan data tidak justru menimbulkan masalah baru setelah sinkronisasi.

Baca Juga: SKTP Sudah Terbit tapi TPG Belum Cair? Guru Diminta Tak Panik, Ini Penjelasan yang Perlu Dipahami

Informasi dalam video menyebut proses penarikan data dijadwalkan mulai 26 Juli 2026. Operator diharapkan memastikan data sudah sesuai agar proses tersebut tidak menghambat penerbitan SKTP.

Kelancaran penarikan data menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam proses penerbitan SKTP. Dengan data yang sesuai, harapannya TPG Juli 2026 dapat segera diproses sesuai jadwal.

Operator sekolah pun menjadi pihak penting dalam memastikan data Dapodik tetap akurat. Pemeriksaan sebelum sinkronisasi dinilai lebih aman daripada melakukan perubahan setelah data masuk dalam proses penarikan dan validasi.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : AGUS CHANNEL PENDIDIKAN
TPG Juli 2026 Dapodik 2027 SKTP Operator sekolah Sinkronisasi Dapodik