TULUNGAGUNG - Tabel KUR BRI 2026 menjadi salah satu acuan yang bisa digunakan calon pelaku usaha untuk memperkirakan besaran cicilan. Simulasi ini membantu calon debitur membandingkan angsuran berdasarkan plafon dan tenor.
Tabel KUR BRI 2026 dalam video menampilkan simulasi pinjaman dengan asumsi bunga 7 persen per tahun. Plafon yang dicantumkan mulai dari Rp1 juta hingga Rp100 juta dengan jangka waktu pembayaran 12 sampai 60 bulan.
Salah satu simulasi yang menarik adalah pinjaman Rp25 juta dengan tenor dua tahun. Dalam tabel yang ditampilkan, cicilannya disebut sekitar Rp895.452 per bulan.
Pinjaman Rp100 Juta, Cicilan Mulai Rp1,98 Juta
Simulasi berikutnya menggunakan plafon Rp100 juta. Untuk tenor 12 bulan, angsuran yang ditampilkan mencapai sekitar Rp8.652.675 per bulan.
Baca Juga: TPG Juli Agustus 2026 Dirapel? Guru Wajib Cek Data Dapodik Sebelum Cut Off
Ketika tenor diperpanjang menjadi 18 bulan, cicilan turun menjadi sekitar Rp5.868.499 per bulan. Sementara tenor 24 bulan memiliki angsuran sekitar Rp4.477.258 per bulan.
Untuk tenor 36 bulan, cicilan dalam tabel tercatat sekitar Rp3.087.710 per bulan. Kemudian, jika memilih tenor 48 bulan, angsurannya sekitar Rp2.394.624 setiap bulan.
Sementara itu, tenor paling panjang dalam simulasi adalah 60 bulan atau lima tahun. Dengan jangka waktu tersebut, angsuran pinjaman Rp100 juta disebut sekitar Rp1.980.120 per bulan.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pilihan tenor sangat berpengaruh terhadap besaran cicilan bulanan. Calon debitur dapat memilih jangka waktu berdasarkan kemampuan membayar dan kondisi arus kas usaha.
Simulasi Rp25 Juta Selama Dua Tahun
Bagi pelaku usaha yang tidak membutuhkan plafon hingga Rp100 juta, simulasi Rp25 juta dapat menjadi gambaran. Dalam video, pinjaman Rp25 juta dengan tenor 24 bulan memiliki angsuran sekitar Rp895.452 per bulan.
Baca Juga: TPG Juli 2026 Belum Cair? Ini Penyebab SKTP Terbit tapi Tunjangan Masih Tertunda
Nominal tersebut tentunya hanya menjadi contoh berdasarkan tabel yang ditampilkan dalam video. Besaran cicilan sebenarnya dapat berbeda sesuai ketentuan produk dan hasil persetujuan bank.
Karena itu, calon debitur perlu menghitung kemampuan pembayaran sebelum menentukan nominal pinjaman. Kemampuan membayar cicilan sebaiknya disesuaikan dengan pendapatan dan arus kas usaha.
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Selain membahas tabel angsuran, video tersebut turut menjelaskan sejumlah dokumen yang perlu dipersiapkan untuk pengajuan KUR BRI.
Dokumen yang disebut antara lain KTP, Kartu Keluarga, surat nikah, pas foto, surat keterangan usaha, serta NPWP untuk pengajuan dengan nominal tertentu.
Dalam kondisi tertentu, bank juga dapat meminta dokumen tambahan. Video tersebut menyebut dokumen terkait jaminan sebagai salah satu kemungkinan persyaratan tambahan.
Calon peminjam juga perlu memiliki usaha yang memenuhi persyaratan program KUR. Ketentuan pengajuan dapat berbeda berdasarkan jenis dan plafon kredit yang diajukan.
Jangan Hanya Melihat Besaran Pinjaman
Memilih KUR tidak cukup hanya dengan melihat plafon maksimal yang tersedia. Calon debitur perlu memperhitungkan apakah cicilan bulanan masih aman bagi kondisi keuangan usaha.
Sebagai contoh, cicilan Rp895 ribuan untuk pinjaman Rp25 juta tentu perlu dibandingkan dengan pendapatan bersih usaha setiap bulan. Begitu pula pinjaman Rp100 juta harus dihitung berdasarkan kemampuan arus kas bisnis.
Video tersebut menggunakan asumsi bunga 7 persen per tahun dalam simulasi. Disebutkan pula bahwa angka tersebut setara dengan sekitar 0,3 persen per bulan dalam ilustrasi yang digunakan.
Namun, simulasi dalam video bukan merupakan kepastian bahwa setiap pengajuan akan memperoleh bunga dan cicilan yang sama. Calon nasabah tetap perlu mengecek ketentuan resmi BRI dan melakukan simulasi berdasarkan produk yang tersedia saat pengajuan.
Dengan memahami tabel angsuran, calon pelaku usaha dapat menentukan plafon dan tenor secara lebih terukur. Langkah tersebut penting agar cicilan tidak mengganggu kebutuhan operasional usaha maupun keuangan sehari-hari.
Editor : Maylanni Diana Fitri